Mohon tunggu...
Sharfina Shabirahannisa
Sharfina Shabirahannisa Mohon Tunggu... Content Writer

Menyukai sastra, seni, fotografi, dan traveling

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Saya dan (Tentang) Kontemplasi yang Dirasa Selama 2 Bulan

22 Mei 2020   22:42 Diperbarui: 26 Mei 2020   07:10 316 16 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Saya dan (Tentang) Kontemplasi yang Dirasa Selama 2 Bulan
Ilustrasi kontemplasi sendiri (Sumber: pixabay.com/StockSnap)

Sudah 2 bulan lebih saya tidak nulis di Kompasiana, selama saya mengkarantina diri  di rumah aja. Gimana apa kabar kalian yang di rumah aja, sudah mulai jenuh dan bingung mau ngelakuin apalagi?

Memang kita tidak bisa berbohong kalau situasi seperti ini membuat diri kita jenuh, gabut hingga bingung dengan aktivitas apalagi yang mau dikerjain.

Selama di rumah aja, aktivitas kita pasti enggak jauh jauh dari streaming dan main sosmed, iya ga sih? Soalnya saya menyadari diri saya seperti itu. Niat mau "puasa" sosmed, tapi tangan gatel terus untuk buka sosmed khususnya Instagram. Sehingga, karena "rajinnya" buka Instagram, saya jadi sering lihat postingan Insta Stroy Instagram teman saya ketimbang postingannya di feed. 

Di postingan Insta Story tersebut, saya sering melihat beberapa teman saya yang mengeluh karena kondisi ini, beberapa dari mereka mengeluhkan rasa bosannya karena di rumah terus, bahkan teman saya dikenal introvert  tiba-tiba muncul lagi di Instagram yang mengeluhkan "kalau orang introvert lama-lama juga bosen dengan kondisi ini." 

Well, saya pun tak bisa berkomentar, sebab meski banyak yang bilang kalau di masa pandemi ini orang introvert akan merasa "blessing in disguise", tapi tetap saja yang namanya manusia pasti ada rasa jenuh dan tetap membutuhkan interaksi dengan orang lain. Namun, meskipun begitu, rasanya saya sedikit mau berbagi kisah kontemplasi sejenak yang sempat saya renungi akhir-akhir ini.

Jadi dulu sebelum diterapkan PSBB, pekerjaan saya sebagai pekerja media yang mengharuskan saya bekerja shift dengan kondisi libur yang berbeda dari pekerja normal pada umumnya, sering kali karena shift yang tidak menentu setiap minggunya, saya merasa tidak mungkin punya waktu untuk belajar atau bahkan upgrade skill.

Sempat ada keinginan yang tinggi sekali untuk melanjutkan S2 sembari kerja atau setidaknya upgrade skill dengan mengikuti kursus di luar setelah kerja, namun dengan jenis pekerjaan yang saya ambil sekarang ini, saya merasa tidak yakin akan sanggup, jadi saya pun memilih pekerjaan sebagai skala prioritas, maklum saya anak sulung. 

Saya sadar, semakin bertambahnya usia, manusia pun harus bertambah ilmunya. Saya tidak mau menyesal seperti beberapa orang yang menyesal di usia tua karena meninggalkan ilmu. Jadi, ketika pandemi ini hadir dan mengharuskan semua orang bekerja dan sekolah dari rumah, saya melihat ada sebuah peluang positif. 

Alhamdulillah, waktu yang biasa saya habiskan untuk perjalanan pulang dari kantor ke rumah, kini dapat saya manfaatkan untuk cari pelatihan online dari YouTube. 

Sembari nunggu berbuka puasa, saya nonton streaming tentang
Sembari nunggu berbuka puasa, saya nonton streaming tentang
Saya pun kini semakin rajin memanfaatkan Instagram juga untuk mencari-cari informasi terkait pelatihan gratis. Selain itu, ketika shift libur, saya niatkan diri saya untuk membuka buku TOEFL dan IELTS yang sudah lama tidak saya sentuh hingga bertahun-tahun. 

Meskipun, memang tidak relate dengan kerjaan saya sekarang ini, tapi saya tetap merasa perlu belajar, siapa tahu vocab saya jadi bertambah lagi, siapa tahu nanti saya mau kuliah S2 lagi dan siapa tahu lainnya....

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN