Mohon tunggu...
Sharfina Shabirahannisa
Sharfina Shabirahannisa Mohon Tunggu... Content Writer

Suka hal-hal tentang sastra, musik indie, film, fotografi dan alam. Contact: sharfinaannisa1993@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

Siapa Bilang Orang Kantoran Tidak Bisa Traveling?

4 Juli 2019   18:08 Diperbarui: 7 Juli 2019   15:17 0 8 3 Mohon Tunggu...
Siapa Bilang Orang Kantoran Tidak Bisa Traveling?
Ilustrasi orang kantoran bisa liburan (Dokumentasi pribadi)

"Ketika Masih sekolah, waktu banyak, tenaga banyak, tapi uang sedikit. Ketika sudah bekerja, waktu sedikit, tapi tenaga banyak dan uang banyak. Ketikaa sudah tua, waktu banyak, uang banyak, tapi tenaga sedikit." (Anonim)

Setiap kelompok usia tentunya pernah dihadapkan pada kendala untuk menikmati yang namanya traveling, entah kendala dalam hal waktu, kondisi keuangan yang tidak memungkinkan hingga tenaga.

Bagi orang yang sudah bekerja, beberapa orang mengganggap traveling merupakan sesuatu yang pro namun juga ada yang menganggapnya sesuatu yang kontra. 

Bagi yang pro, traveling dapat membawa manfaat, seperti memperluas wawasan dan pergaulan, mengurangi stres, menghilangkan kebosanan hingga menjernihkan pikiran. Namun, bagi sebagian yang kontra, traveling dianggap membuang uang. Jadi, sebenernya seberapa pentingkah traveling, khususnya bagi karyawan yang bekerja?

Nah belum lama ini, saya membeli sebuah buku yang berjudul "Traveling Ala Orang Kantoran, Karyawan Juga Bisa Traveling", dalam buku tersebut banyak sekali insight yang didapat mengenai seberapa pentingnya sih traveling, tips dan trik mengumpulkan uang untuk traveling hingga bagaimana merencanakan traveling yang meriah namun kantong tidak bolong. So, daripada kamu penasarn, yuk simak ulasan berikut ini!

Seberapa pentingkah liburan?

Kapan sebaiknya orang kantoran dapat traveling? (Dokumentasi pribadi)
Kapan sebaiknya orang kantoran dapat traveling? (Dokumentasi pribadi)
Sebagai karyawan yang bekerja 8 hingga 9 jam dengan penuh tekanan, tak jarang stres dapat melanda kapan saja. Namun, seperti dikatakan sebelumnya bahwa masih ada sebagian orang yang bekerja mengganggap traveling merupakan hal yang sepele.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Transmerica Center for Retirement Studies and Global Coalition on Aging terhadap 1.500 responden berusia di atas 25 tahun dari kedua jenis kelamin membuktikan bahw sektitar 75% responden merasakan traveling banyak memberikan manfaat pada fisik, pikiran hingga relasi sosial. Hasil penelitian pun membuktikan bahwa traveling dapat mengurangi resiko Alzheimer dan Dementia.

Namun, sayangnya fenomena yang sering dialami oleh kebanyakan orang ialah terkadang kesempatan, waktu, dan kondisi keuangan tidak selalu berjalan beriringan. Apalagi karyawan, punya uang dan tenaga, tapi tidak punya waktu untuk berlibur. Namun, ada juga yang memiliki masalah dalam mengatur keuangnnya, entah karena terlalu boros atau terlalu konsumtif.

Lalu, apa yang dibutuhkan agar impian untuk traveling bisa tercapai?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3