Mohon tunggu...
Shanan Asyi
Shanan Asyi Mohon Tunggu... Dokter -

Seorang dokter umum sekaligus penulis jurnal kesehatan

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

(Perjalanan Hidup - BAB 7) Hilang

10 Januari 2018   16:22 Diperbarui: 10 Januari 2018   16:37 387
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Mutia terbangun dari tidurnya. Ia tidak memiliki firasat apa-apa hari ini. Yang jelas semalam ia bermimpi buruk. Ia memimpikan rumahnya terbakar dan Agam terkurung seorang diri di dalam.

Mimpi itu terasa sangat nyata baginya. Ia langsung menuju ke kamar mandi untuk mengambil wudhu, lalu shalat Shubuh. Selepas shalat, dengan mata terkantuk-kantuk ia menuju dapur untuk membuat nasi goreng. Merupakan rutinitas yang biasa ia lakukan jika di hari minggu membuat nasi goreng, makanan Agam paling favorit.

Namun hari ini ada yang janggal. Setelah pukul 08.00 Agam juga tidak keluar dari kamarnya. Biasanya jam setengah 8 ia sudah keluar sambil berkata perutnya lapar.

Jangan-jangan ada sesuatu, Mutia langsung mengetuk pintu kamar anaknya. "Gam sudah bangun?" katanya.

Tidak ada jawaban akhirnya Mutia membuka pintu dan melihat Agam tidak ada di kasurnya. "Kemana dia?" Mutia kembali membatin. Dalam keadaan penuh luka tersebut tidak mungkin dia keluar.

Ia bergegas keluar kamar. "Mak lihat agam?" ia bertanya kepada ibunya dengan cemas.

"Emang ga ada di kamar?" jawab ibunya

"Engga ada mak."

Ibu itu terkejut lalu ikut melihat ke kamar. Ya benar agam sudah tidak ada.

Pagi itu setelah anaknya hilang batin Mutia dipenuhi rasa cemas. Kemana dia? Atau jangan-jangan diculik?

Untuk meredakan rasa cemas ia kedapur dan mulai membuat teh hangat lalu meminumnya, berharap Agam pulang ke rumah. Ia masih berharap semoga Agam hanya lari pagi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun