Mohon tunggu...
achmad nursyahbani
achmad nursyahbani Mohon Tunggu...

Dunia Pendidikan Dan Pemberdayaan

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Nilai-Nilai Wayang Mencerminkan Indonesia Sejati

7 Maret 2010   20:27 Diperbarui: 26 Juni 2015   17:33 679 0 0 Mohon Tunggu...

Dalam mencari nilai-nilai luhur yang datang dari sumber-sumber Indonesia sendiri, bangsa ini mempunyai banyak pilihan: nilai-nilai itu bias dicari di agama-agama besar atau kepercayaan yang ada (Hindu,Budha,Islam,Kristen dan aliran kepercayaan/kebatinan) ; Dari system kepercayaan " asli" Indonesia yakni system kepercayaan purba, wayang menyerap ajaran dan nilai-nilai tentang :

1. penghormatan kepada alam, kemudian berkembang menjadi penghormatan kepada Tuhan, yang merupakan keinginan dasar untuk berhubungan dengan kekuatan-kekuatan Adikodrati.

2. Penghormatan kepada Tuhan menghasilkan penghormatan kepada leluhur dan nenek moyang. Penghormatan kepada nenek moyang menghasilkan penghormatan kepada orang tua atau yang dituakan ( pemimpin guru).

3. Penghormatan kepada pemimpin menghasilkan penghormatan kepada sifat-sifat kepemimpinan/sifat-sifat atau sikap-sikap kepemimpinan yang baik, seperti jiwa kepahlawanan, pengorbanan kepada manusia lain, sifat gotong royong dan sebagainya.

Nilai-nilai itu dalam system kepercayaan dikembangkan menjadi nilai-nilai kesatuan ( kemanunggalan ) manusia dengan Tuhan ( kesatuan dan kehendak ), dengan nilai alam dan manusia lain. Wayang yang tumbuh berkembang secara tradisi di bumi Indonesia sebagai sumber berbagai macam nilai budaya bangsa, khususnya yang menyentuh etika kehidupan masyarakat. Jati diri wayang yang menyangkut asal-usul dan benar sebagai autechtone Jawa atau Indonesia yang mengejewantahkan diri dalam berbagai bentuk dan wujud serta sifat dan watak sebagai upacara adat dan agama, sebagai sastra, sebagai drama, sebagai sarana pendidikan, sarana penyuluhan dan yang secara luas lagi sebagai sarana hiburan. Secara simbolik yang khas wayang mencerminkan pandangan hidup yang Jawa, yang Panca Sila, yang Indonesia. Dunia wayang digolongkan dalam tata nilai ultimum " kesempurnaan sejati", yang berjumlah 20 nilai serta tiap-tiap nilainya masih dipecah menjadi 113 butir sub nilai.

Dari system-sistem filsafat dan etika yang bersumber pada agama-agama besar dan karya-karya seni( sastra, tari, seni rupa, theater, musik, dan lain-lain), mengandung ajaran-ajaran ketuhanan, filsafat dan etika. Pada umumnya manusia timur yang dihinggapi " sindrom penjajahan " yang menghasilkan " sindrom pemujaan kepada yang serba Barat" yang ingin dianggap Modern dan itu berarti berkiblat kepada barat dan melihat barat sebagai panacea bagi seluruh keterbelakangan Timur.

Apa yang ditawarkan wayang, apabila diteliti secara kritis, lepas dari chauvinisme yang berlebih-lebihan dan pengagungan masa lalu, akan sangat bermanfat bagi kehidupan bangsa Indonesia, yang dalam kiprah pembangunannya sedang mencari nilai-nilai yang dapat dipergunakan bagi pembangunan watak bangsa. Nilai-nilai yang selama ini terbukti telah teruji keunggulannya oleh kehidupan berbagai zaman, nilai-nilai yang terdapat dalam wayang, yang oleh sejarahnya yang teramat panjang, merangkum nilai-nilai yang berasal dari system etika purba, Hinduisme/Budhisme, Islam dan lain-lain.







Dari Agama Hindu















Wayang menyerap ajaran-ajaran Hindu

1. Penghormatan kepada alam, nenek moyang, Tuhan dan pemimpin yang dinyatakan dalam ajaran tentang utang ( rna ). Yang menyatakan utang kepada Tuhan, pemimpin, guru,dan orang tua merupakan utang yang tak mungkin dibayar kembali secara penuh oleh manusia.

2. Penghormatan kepada Tuhan yang dinyatakan dalam kepercayaan kepada cosmic order ( rta ) yang menguasai hidup manusia dan pada keharusan manusia menjalani hokum Tuhan ( dharma ), yang dalam kehidupan social dijabarkan dalam darma-darma social yang banyak. Seperti darma siswa ( ashramadharma ), darma anggota masyarakat ( varna dharma ), dan darma kemanusiaan pada umumnya ( sudharanadharma ). Disamping itu hindu mengajarkan manusia untuk bersifat amat toleran. Hinduisme, yang adalah merupakan suatu kumpulan agama-agama dari monoteistis, panteistis, sampai ke monistis, mengakui, adanya banyak kebenaran. Hinduisme mengakui hak-hak pribadi, sebagai dinyatakan dalam ajaran kesempurnaan hidup, yang meliputi kesempurnaan hidup pribadi seorang sannyasin ( manusia suci ) yang setelah menikmati kehidupan keduniaan dalam bentuk penikmatan artha ( kekayaan materi ) dan kama ( kenikmatan biologis ) pada akhirnya memusatkan hidupnya kepada dharma. Ajaran dan nilai-nilai tentang hidup pribadi juga dinyatakan dlam ajaran karma ( hidup manusia adalah hasil tindakannya sendiri ) dan tentang kelahiran kembali ( transmigration of souls ) yang merupakan akibat dari karma-karmanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x