Mohon tunggu...
Shafa Varera
Shafa Varera Mohon Tunggu... Be better everytime

maniac of book, sedikit cerita semoga bermanfaat

Selanjutnya

Tutup

Karir

ART Menawarkan Gaji Tinggi

19 Juni 2020   01:40 Diperbarui: 19 Juni 2020   01:37 11 0 0 Mohon Tunggu...

Pandemi membuat banyak orang harus memutar otak untuk bertahan hidup. Ada yang harus menerima saat dirumahkan, diberhentikan, diliburkan sementara dan bahkan kehilangan kesempatan usaha. Banyak yang terkena dampak pandemi yang bahkan sampai sekarang belum juga usai. Membuat banyak orang masih resah, tapi ada juga yang mulai terbiasa bahkan mungkin menganggapnya tidak ada sehingga beraktifitas seperti biasa. 

Di Lombok masih banyak orang yang menggantungkan hidup dengan menjadi TKI dan TKW yang bekerja di Luar Negeri untuk mendapatkan penghasilan lebih. Mereka yang pendidikannya tidak tinggi, merasa kurang bisa mendapatkan penghasilan yang cukup di negeri sendiri akhirnya memutuskan untuk ke Luar Negeri dengan harapan bisa mendapatkan penghasilan yang lumayan. 

Sebagian besar dari mereka memang akhirnya bisa membeli tanah dan membangun rumah. Ada yang masih belum menikah, tapi ada pula yang sudah menikah ingin memperbaiki ekonomi rumah tangganya. 

Bahkan, sebagian besar yang ke Luar Negeri justru perempuan karena lebih mudah dan lebih banyak dibutuhkan. Tidak hanya janda yang memang tidak mendapatkan nafkah yang cukup untuk keluarganya, mereka yang bersuami pun ada yang memilih bekerja menjadi TKW sedang suaminya berada di rumah menjadi buruh serabutan. Terkadang, keputusan mereka inilah yang dapat memicu perceraian karena ketidakpercayaan. 

Tidak sedikit dari mereka yang beberapa kali bolak-balik ke Luar Negeri karena merasa nyaman dengan gaji yang cukup lumayan. Mereka bisa membeli tanah dan membangun rumah. 

Ada yang bisa menyekolahkan anaknya hingga ke jenjang yang lebih tinggi dan masih banyak alasan ekonomi lain yang membuat mereka memutuskan kembali ke negeri orang atau memperpanjang kontrak kerja. Demi menghidupi keluarga yang membutuhkan. 

Tak hanya yang sudah berkeluarga, banyak anak muda yang memutuskan ke negeri orang untuk bisa mengumpulkan uang dan membangun rumah untuk rumah tangga mereka kelak. Tidak lagi harus menyekat rumah orang tua saat nanti menikah. Bisa membuat tempat tinggal sendiri untuk anak istri, meski tidak mewah.

Sayangnya, tidak banyak dari mereka bisa membuat usaha di negeri sendiri sepulang dari negeri orang. Mereka kembali menjadi buruh serabutan, pedagang pengampas atau bahkan tidak ada pekerjaan. Hal itu membuat mereka memutuskan kembali ke Luar Negeri lagi kaena kebutuhan semakin banyak sedang penghasilan tidak bisa mencukupi. 

Namun, pandemi membuat mereka tidak bisa kembali ke luar negara. Akhirnya banyak yang menawarkan diri menjadi ART. Jelas menjadi ART di negeri sendiri tidak bisa disamakan gajinya dengan bekerja menjadi TKW. Merka mematok harga diatas harga standar dengan alasan kebutuhan semakin tinggi. 

Saat beberapa orang mematok harga diatas standar, akhirnya banyak juga yang meminta untuk mengikuti standar gaji tersebut. Jadilah, kami yang membutuhkan ART harus menghitung ulang keuangan kami kalau membutuhkan jasa mereka.  Mereka pun harus menyesuaikan gaji dengan beban pekerjaan yang mereka lakukan. Menaikkan standar gaji berarti harus bisa melakukan lebih banyak, itulah konsekuensinya.

Kami sadar kami membutuhkan mereka dan mereka pun butuh gaji. Jadi sebenarnya bagi kami, tidak masalah kalau mereka meminta gaji lebih, tapi harus sesuai dengan kinerja mereka. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN