Mohon tunggu...
Shafa Kamila
Shafa Kamila Mohon Tunggu... Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang

:)

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Your Personality Type is: Depresi (DPR-S)

22 Juni 2021   02:17 Diperbarui: 22 Juni 2021   17:59 75 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Your Personality Type is: Depresi (DPR-S)
Sumber: https://unsplash.com/photos/0aCQQXmnn-s

Apakah kalian mempunyai tanggung jawab yang harus dipenuhi? Sebagai manusia, di satu titik kehidupan kalian, mungkin kalian pernah merasa suram, murung, muram, atau sedih.

Dan saat orang terdekat kita pun menanyakan, "Gimana perasaannya?"

Sering kali, kita menjawab dengan kalimat yang kira-kira terdengar, seperti "Biasalah! Tiada hari tanpa depresi."

Memang, depresi sering kali menjadi bahan bercandaan kita. Namun, apakah kalian sudah tahu, apa itu depresi? Apa saja gejalanya? Dan bagaimana cara yang ditawarkan Islam dalam mengobatinya?

Depresi, disebut juga sebagai gangguan depresi utama atau depresi klinis, adalah gangguan mental yang umum, tetapi serius. Berdasarkan DSM-5 (The Fifth Edition of The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Health Disorders), depresi adalah periode setidaknya dua minggu saat seseorang mengalami suasana hati yang tertekan, kehilangan minat atau kesenangan dalam kegiatan sehari-hari, dan memiliki sebagian besar gejala tertentu, seperti masalah tidur, makan, energi, konsentrasi, atau harga diri. Definisi depresi ini mengecualikan kesedihan setelah berkabung (Soriano, 2021). Selain itu, depresi juga dapat menyebabkan gejala fisik, seperti sakit kronis atau masalah pencernaan, dan bahkan bunuh diri.

Sebenarnya, DSM-5 sudah menguraikan gejala-gejala untuk mendiagnosis depresi, yaitu sebagai berikut (Truschel, 2020).

  1. Suasana hati yang tertekan hampir setiap hari
  2. Berkurangnya minat atau kesenangan secara nyata pada semua atau hampir semua kegiatan selama hampir setiap hari
  3. Penurunan atau peningkatan nafsu makan hampir setiap hari sehingga terjadi penurunan atau peningkatan berat badan yang signifikan
  4. Perlambatan pemikiran dan pengurangan gerakan fisik (yang dapat diamati oleh orang lain)
  5. Kelelahan atau kehilangan energi hampir setiap hari
  6. Perasaan tidak berharga, rasa bersalah yang berlebihan, atau tidak pantas hampir setiap hari
  7. Berkurangnya kemampuan untuk berpikir, berkonsentrasi, atau keragu-raguan hampir setiap hari
  8. Pikiran kematian yang berulang, ide bunuh diri yang berulang tanpa rencana khusus, berusaha untuk bunuh diri, atau melakukan rencana khusus untuk bunuh diri

Namun, seseorang dapat dikatakan sebagai penderita depresi jika mengalami lima atau lebih gejala depresi selama periode dua minggu dan setidaknya salah satu dari gejala-gejala ini harus berupa (1) suasana hati yang tertekan atau (2) kehilangan minat atau kesenangan. Untuk mendiagnosis depresi, gejala-gejala ini harus menyebabkan seseorang mengalami gangguan secara klinis yang signifikan dalam bidang sosial, pekerjaan, atau bidang penting lainnya. Selain itu, gejala-gejala ini juga tidak boleh disebabkan oleh penyalahgunaan zat atau kondisi medis lainnya.

 

Akan tetapi, Dr. Muhammad 'Utsman Najati (dalam Azhar, 2020) pernah menyatakan bahwa di dalam ajaran Islam termuat serangkaian cara yang dapat dimaknai sebagai upaya pencegahan sekaligus pengobatan bagi orang-orang yang mengalami masalah kejiwaan.

Biasanya, psikoterapi diartikan sebagai upaya sistematis yang dilakukan oleh para psikolog atau dokter jiwa untuk melakukan perubahan pada kepribadian atau perilaku seseorang yang mengalami penyimpangan perilaku. Singkatnya, ada tiga cara yang ditawarkan Islam dalam mengobati depresi sebagai berikut:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x