Mohon tunggu...
Setya ALjundy
Setya ALjundy Mohon Tunggu...

Seorang musafir dari Desa menimba Ilmu ke Kota menjadi seorang Mahasiswa (ITS). Seperti padi, semakin ia berisi maka semakin ia merundukkan diri, pertanda kerendahan hati.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Kata dalam Diamku

10 Februari 2019   14:29 Diperbarui: 10 Februari 2019   14:46 0 3 1 Mohon Tunggu...
Kata dalam Diamku
White Rose, picture captured from www.pixabay.com

Komentar apa?
Kau bicara tentang apa?
Hidup adalah misteri yang dihidupkan,
satu terpecahkan,
dua tiga misteri datang menghiasi,
ntah menambah masalah atau ingin menguji,
Sadar atau tidak sadar,
Itulah yang harus terjadi.

Jujur
Kejujuran untuk apa?
Jujur untuk membuat hati teriris dan air mata keluar sebagai tanda ia simpati,
ataukah jujur untuk mengimbangi?
Terkadang jujur dan bohong itu fifty-fifty,
tidak tahu posisinya dimana,
muluk-muluknya hati itu dijujuri apa yang apa dibohongi?
mana ku tahu,...

Baiknya?
Hidup itu kadang seperti berputarnya roda,
kadang diatas,
kadang mau tak mau dibawah juga,
hukum alam istilahnya,
Ketika diatas, bagaimana caranya kita menjaga agar senangnya tak terbuang sia,
tak lain juga saat salah satu berada di bawah,
bagaimana kita memangnya?

So,...
Kejujuran,
Keterbukaan,
no gombal (tapi perlu juga dikit),
Jalani,
Hadapi,
Resiko diminimalisir,
cari aman juga perlu,
Manusia diciptakan dengan sempurna,
Namun, kesempurnaan itu dalam hal tertentu,
ada yang lebih dominan,
tidak semua dikuasai,
dari seratus, sembilan puluh untuk kehidupan surga,
Satu untuk Yusuf dan sembilan untuk semuanya, di dunia.

Tanya kenapa?
Konfirmasi,
Saling berbagi informasi, bukan saling menutupi yang akan timbul sakit hati,
melengkapi bagai sayur dengan bumbunya, bagai siang dan malam, seperti bulan dan bumi,
begitulah sinergi.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x