Mohon tunggu...
Setiyo Bardono
Setiyo Bardono Mohon Tunggu... Staf Kurang Ahli

SETIYO BARDONO, penulis kelahiran Purworejo bermukim di Depok, Jawa Barat. Staf kurang ahli di Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (MAPIPTEK). Antologi puisi tunggalnya berjudul Mengering Basah (Aruskata Pers, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (Pasar Malam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014).

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Situ

13 Desember 2016   12:51 Diperbarui: 13 Desember 2016   13:10 0 0 0 Mohon Tunggu...

Dengan menanggung beban luka, pengembara menyusuri dunia maya. Di sepenggal perjalanan ia menemukan danau dengan air yang berubah-ubah warnanya, dari bening, abu-abu, keruh, hitam pekat, hingga aneka warna.

Saat hendak mencuci muka, pengembara melihat wajah dirinya di permukaan air. Wajah yang asing, seperti bukan dirinya. Ketika air berubah warna, wajahnya juga berubah, dari tenang menjadi garang. Siapakah engkau? tanya pengembara.

Lamat-lamat terdengar lirih suara, "Aku wajah lain dari dirimu."

Pengembara bangkit dan menginjak-injak wajah itu. "Bukan, kamu bukan wajahku," katanya sambil mengacungkan jari telunjuk. Wajah di permukaan air hanya terdiam memantulkan sesosok wajah yang marah.

Dengan terengah-engah, pengembara bergumam kesal: Suatu ketika, jika tanda-tanda ketidakpastian hati dan keriuhan suasana meliputi seluruh negeri maka tempat ini kuberi nama SITU WARAS.

Seketika angin berhembus kencang menggugurkan dedaunan.

KRL Commuterline, 13/12/16

KONTEN MENARIK LAINNYA
x