Mohon tunggu...
Sesti Nurlatifah
Sesti Nurlatifah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Institut Teknologi Sumatera

Andai semua karena Allah, mengapa begitu banyak pertimbangan manusia yang dijadikan penyebab keputusan?

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Melobi Langit

18 Mei 2022   22:27 Diperbarui: 18 Mei 2022   22:32 40 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Gambar : Sesti Nurlatifah

Allah bisa menghapus apa yang Dia tulis dan menetapkannya, lalu untuk apa kita masih pesimis dan putus asa ketika kita gagal? Sedangkan kata Allah kita belum kalah dan takan binasa, selama kita masih berdoa kepada Allah.

Satu-satunya yang pergi ke Allah dan kembali di dunia ini adalah doa. Kata Allah "Inni Qoribun" Aku dengar apa yang kamu katakan dan apa kamu rasakan. Sebagaimana Allah turunkan Alquran surat Al-Baqarah ayat 144, ketika Rasul berdoa dalam hati atau bergumam dalam hati dan tidak mengucapkan secara langsung kepada Allah tentang kiblat solat ketika masih menghadap masjid Al-Aqso dan kaum Yahudi mengolok-olok Islam karena dianggap meniru kiblat mereka atau cara ibadah mereka. lalu Allah mengabulkannya dan menjadikan kiblat Islam menghadap ka'bah, padahal nabi baru bergumam dalam hati, tapi Allah langsung mengabulkannya.

Kenapa kita hanya mengalami hal-hal yang ilmiah? Karena kita yakinnya hanya pada hal-hal yang ilmiah saja, sedangkan kata ustadz Hannan Attaqi kalau kita ingin mengalami hal-hal yang sifatnya miracle kita harus yakin dengan mukjizat Allah, yakin dengan kekuasaan Allah, Kun Fayyakun Allah. Apakah hati kita udah yakin sama Allah? Kalau kita yakin 100% sama Allah, maka Allah akan kasih 100%. 

Tapi pernah ga kita berpikir, udah ikhtiar maksimal, udah berdoa juga sama Allah tapi hasil yang didapat ga sesuai? Ada dua kemungkinan, yang pertama karena kita belum pantas mendapatkan sesuatu itu dan Allah akan memberikannya setelah kita pantas mendaptakannya. Dan yang kedua, karena kita emang ga pantas mendapatkan sesuatu itu dan Allah akan ganti dengan sesuatu yang lebih pantas dan layak untuk kita. 

Allah tidak mempercepat sesuatu kecuali itu yang terbaik, Allah tidak memperlambat sesuatu kecuali itu yang terbaik dan Allah tidak menghadirkan ujian kecuali itu yang terbaik pula.

Menggunakan jalur langit untuk mengubah takdir dan mengembalikan apa yang kita inginkan (dalam kebaikan) itu sangat mudah bagi Allah, hanya saja kita yang masih ragu dengan kekuasaan Allah, masih ragu dengan "Kun Fayyakun" Allah.

Mari belajar yakin seutuh-utuhnya sama Allah.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan