Mohon tunggu...
Seri WahyuniSihombing
Seri WahyuniSihombing Mohon Tunggu... MAHASISWI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA AKUNTAANSI SYARIAH

KKN-DR 165 DOSEN DPL : DR. Muhammad Faisal Hamdani, M.Ag

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Tips Menghemat Uang di Masa Pandemi Covid-19

14 Agustus 2020   21:38 Diperbarui: 14 Agustus 2020   21:42 215 0 0 Mohon Tunggu...

Penulis :  Seri Wahyuni Sihombing

Sejak awal tahun 2020, dunia bergelut dengan suatu jenis virus korana yakni Sindrom Pernafasan Akut Parah  Coronavirus 2 atau SARC-CoV-2 atau 2019-nCoV. Pandemi Covid-19 status tertinggi dari sebuah penyakit menular yang telah menyebar hingga keseluruh dunia. Dampak Covid-19 bagi keluarga yaitu krisis moneter global, menurunnya tahap keluarga, dan pengeluaran tambahan untuk biaya kesehatan. Mengatur uang dimasa sulit memang tidak mudah, pasti kita semua pernah mengalami dan merasakan masa sulit dalam kehidupan. Apalagi ditengan pandemi  Covid-19 ini, mengelolah uang dimasa-masa mudah saja sangat sulit. Lalu bagaimana mengaturnya dimasa sulit seperti ini, tidak banyak yang bisa mengatur keuangan dengan baik saat ini. Disin Saya akan memberikan tips untuk mengatur uang dimasa sulit Pandemi Covid-19.

Tips Menghemat Uang di Masa Pandemi Covid-19

1.  Sisihkan Dana Darurat atau Menabung

Menabung hal yang sangat bagus apalagi untuk keadaan sekarang utamakan menyisihkan uang untuk dana darurat sebisa mungkin hingga 12 kali pengeluaran rutin bulanan terutama bagi keluarga yang memiliki tanggungan. Ingat, mengatasi keuangan saat sedang mengisolasi diri karena pandemi covid-19 adalah tetap menabung. Gunakan konsep yang sama menabung seperti biasa yaitu : 40-30-20-10, yaitu 40% untuk biaya hidup sehari-hari. 30% untuk cicilan, 20% untuk ditabung atau berinvestasi, 10% untuk kebutuhan darurat. Tetap menabung atau berinvestasi ketika wabah sedang terjadi agar kita tetap memiliki simpanan untuk keperluan ketika kita tidak memiliki simpanan untuk keperluan ketika kita tidak memiliki pemasukan lagi saat wabah sedang terjadi.  Apabila situasi lebih memburuk dan jika diperlukan, maka cara untuk menambah kas dana darurat dengan cepat adalah menjual barang yang bersifat tersier dan jarang dipakai.

2. Tahan Diri untuk Food Delivery dan Kurangi Jajan di Luar

Pengeluaran yang dapat dikelolah kembali, yaitu yang bersifat pribadi, salah satunya biaya untuk makanan. Pengeluaran makanan dapat ditekan dengan cara mengurangi frekuensi jajan atau memesan makanan dari luar. Memasak makanan selama dirumah aja lebih hemat dibandingkan membeli makanan siap saji. Dalam situasi ini, perlu perhitungan matang dan sikap berhemat agar pengeluaran bisa terkelola dengan baik, perhitungan ini dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai efek suatu pengeluaran terhadap kondisi keuangan secara keseluruhan. Pilah-pilah kembali pengeluara apa saja yang memang harus dikeluarkan dan pengeluaran apa saja yang kira-kira bisa ditekan dan dikurangi.

3. Hindari Menambah Utang dan Cari Kesempatan Bisnis Rumah

Sering kali, saat kita kekurangan uang dengan mudahnya kita berhutang kepada orang lain atau lembaga keuangan lainnya. Memang tidak salah, tetapi dengan berhutang akan memberatkan pengeluaran kita dimasa mendatang. Belum lagi ketika banyak lembaga peminjaman uang tanpa jaminan, membuat kita semakin mudah untuk berutang. Berutang akan hanya membuat kita terlilit saja dimasa depan. Apalagi dengan bunga yang besar, hanya akan membuat kita merasa terperangkap dalam sebuah jebakan.

Selama dirumah aja, keluarga dapat membuat inovasi membuat produk atau jasa yang dapat dijual, mudah di akses dan terjangkau guna menambah pendapatan keluarga. Seperti usaha kuliner berupa lauk-lauk atau jamu yang higenis siap diantar kerumah, usaha rempah tradisional, jamu atau herbal, bahan baku makanan, pembuat usaha masker, dan usaha pulsa

4. Jangan Belanja Karena Stres dan Cermat Saat Belanja

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN