Mohon tunggu...
Bung Syam
Bung Syam Mohon Tunggu...

Hidup adalah kenyataan, terima kenyataan, dan hadapi

Selanjutnya

Tutup

Politik

Fenomena Ahok dan Kealphaan Umat Islam

10 November 2016   10:39 Diperbarui: 10 November 2016   10:46 656 0 0 Mohon Tunggu...

Tiap ada sesuatu yang heboh, tiap ada berita hangat, tiap ada kejadian ganjil, tiap ada sesuatu yang lain, tiap ada hal terlihat luar biasa, tiap ada hal yang mengagetkan, tiap ada sesuatu yang terjadi diluar perkiraan, dan tiap ada sebuah prestasi yang sedikit menonjol. Mendadak sontak akan dijadikan materi pokok berbagai pembicaraan di kedai-kedai kopi, warung pinggir jalan, bahkan kedai kopi warung rumah tinggal.

Terus akan bolak-balik disorot oleh berbagai mas-media, medsos termasuk kompasianer, dan bahkan masuk menjadi bagian dari materi kurikulum Nasional. Seluruh anak Bangsa akan sibuk membicarakannya tak ada habis-habisnya seakan-akan dia hidup bertujuan hanya untuk membicarakan hal tersebut siang maupun malam.

Dikala mimpi-pun juga tak ketinggalan masih memimpikan hal tersebut, siang malam sibuk mencari-cari apalagi topic yang harus diangkat sebagai pembicaraan berkaitan dengan hal tersebut. Tahu-tahu dentang genderang menyambut maut-pun bergayut menyambut masih juga berkutat dengan hal tersebut. Ironi dan naïf memang, tapi apa mau dikata itulah keasikan buatan angan-angan karena hendak terkenang oleh sanjungan dan perhatian banyak orang.

Seperti adanya fenomena kemenangan pasukan garuda Indonesia apa yang terjadi sungguh naïf, bagaimana begitu tingginya penghargaan yang diberikan hingga lupa bahwa secara teknik kita masih jauh dari kata hebat. Inilah yang akhirnya membuat team kita terlena dan termakan penyakit jumawa dan sejurus kemudian team keok dengan amat mengharukan ditangan sang lawan.

Dan yang paling hangat dan menyita perhatian rakyat Indonesia saat ini adalah adanya fenomena Ahok, lalu Rishma dimana kita dibuat tak berdaya ikut juga larut memperbincangkannya siang dan malam bahkan mimipi-pun mungkin masih tetap dilanjutkan ketemu Ahok. Sungguh naïf dan sungguh riskan kita sebagai anak Bangsa khususnya kalau melihat dan mengingat hakekat kita sebagai manusia, itu sungguh sesuatu yang amat memalukan jika dihadapkan bahwa kita ini sebagai makhluk ber-ketuhanan.

Hingga Ahok seakan-akan tlah menjadi bayangan Tuhan yang harus dingat siang dan malam dan Tuhan yang tlah meciptakan dan menghidupi, memberkahi, melindungi, menyayangi, dan yang selalu memberi kekuatan kepada kita siang dan malam sampai ajal menjemput, ntah dengan tanpa sengaja atau memang disengaja keberadaan Tuhan dikesampingkan disisi lain hilang ntah kemana.

Ahok taruhlah mungkin memang hebat, dia memang brilian mungkin, dia berkelebihan bisa jadi, dan dia memang beda dengan yang lain. Tapi tetap dia manusia biasa yang memiliki banyak keterbasan-keterbatasan, dan juga memiliki kekurangan-kekurangan. Buktinya dia dibatasi ruang dan waktu sedang Tuhan tidak, dia dibatasi kemampuannya sedang Tuhan tidak, dia dibatasi kecerdasannya sedang Tuhan tidak, dia tidur sedang Tuhan tidak, dia kumpul dengan istrinya sedang Tuhan tidak, kekayaannya terbatas sedang Tuhan yang tlah mampu mengkayakan manusia kaya diseluruh jagad raya.

Khususnya bagi ummat Islam ini menjadi sebuah tamparan dan pelajaran yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada ummat Islam, sebagai kelompok yang mayoritas kenapa tidak mampu menjadi pelopor dan tauladan dinegerinya sendiri. Wahai ummat Islam lekaslah sadar dari keterpurukanmu dari segala bidang dan kemudian cepatlah menyadari akan keberadaanmu yang begitu memprihantinkan saat ini setelah itu berusahalah untuk ingat akan tugas dan tanggungjawabmu terhadap amanah yang ada dipundakmu.

Tanggungjawab besar dalam rangka menancapkan tatanan kehidupan yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofur di negeri tercinta ini. yaitu negeri yang diberkati dan negeri yang penuh pengampunan Tuhan karena kebaikan ummat yang ada di dalamnya.

Ummat Islam sebagai ummat yang mayoritas berkepentingan terhadap perbaikan system hidup dan kehidupan di negeri tercinta ini. Mulai dari system pendidikannya beserta materi-materi ajarnya, system tata kelola Negara dan Pemerintahannya, dan system kehidupan dalam berbangsa dan bernegara. Dengan tetap mengacu pada UUD ’45 dan Dasar Negara Pancasila, yang dijiwai oleh ruh wahyu Ilahi dan Sunnah Nabi. Dengan tetap mengedepankan kesatuan dan persatuan NKRI dengan Bhinneka Tunggal Eka-nya dan berpegang pada ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah bashariyah.

Lalu apa kelebihan Ahok dibanding Tuhan sehingga Anda lebih mengingatnya dari pada mengingat akan Tuhan apa tidak malu dengan keberadaan kita seperti yang demikian ini. Mengapresiasi itu perlu tapi berlebihan itu yang menjadi sebuah penistaan terhadap diri kita sendiri, apalah bedanya kita dengan dia, yang berbeda hanyalah nasib belaka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x