Mohon tunggu...
serafina indahchrisanti
serafina indahchrisanti Mohon Tunggu...
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup

Ada Apa dengan Prostitusi dan Selebriti?

10 Januari 2019   12:50 Diperbarui: 11 Januari 2019   18:19 0 0 0 Mohon Tunggu...
Ada Apa dengan Prostitusi dan Selebriti?
ilusrasi-prostitusi-online-5c370c94bde57568de4bf5c2.jpg

Belakangan ini marak pemberitaan mengenai prostitusi online yang menyeret nama artis Vanessa Angel dan seorang model majalah dewasa Avriellia Shaqqila. Kasus ini menyita perhatian banyak orang karena ternyata muncul kembali kasus prostitusi pada kalangan selebriti.

Maka kita pun bertanya-tanya, sebenarnya ada hubungan apa antara prostitusi dan selebriti? Dilansir dari CNNIndonesia yang mewawancarai seorang Sosiolog yaitu Yuanita Aprilandini, beliau mengatakan bahwa gaya hidup menjadi tuntutan di dalam dunia selebritis.

Dunia selebriti adalah dunia yang memang dipandang memiliki penghasilan tinggi. Namun penghasilan tinggi itu berbanding lurus dengan tekanan yang diperoleh. Seperti tekanan harus selalu tampil cantik, elegan, makan di cafe-cafe mahal yang menimbulkan sifat konsumerisme dan hedonisme. Yuliana mengatakan bahwa mungkin prostitusi online adalah jalan untuk memperoleh penghasilan lain ketika sedang sepi job.

Pendapat lain datang dari kalangan selebiti sendiri yaitu Dinda Kanya Dewi. Dinda mengatakan bahwa di dalam dunianya memang ada tawaran seperti itu, bahkan tawaran makan juga dengan seseorang, tidak bisa dipungkiri memang ada seperti itu.

Menurut Dinda bagaimana cara menyikapi ajakan seperti itu tergantung pada kebutuhan masing-masing. Bagi Dinda itu adalah hak, namun dirinya secara pribadi secara tegas menolak hal semacam itu karena dia juga tidak membutuhkannya.

Penurunan Pada Arti Selebriti Sebenarnya

Yuanita mengatakan bahwa sebenarnya selebriti dan prostiusi adalah dua hal yang sangat berbeda. Selebriti adalah pekerja seni, sementara prostitusi adalah hubungan badan dengan transaksi.

Dunia selebriti pada era sekarang ini seakan-akan semakin menurun dengan adanya orang-orang yang masuk di dunia selebirti tanpa membawa bakat apa-apa. Padahal seharusnya yang dijual dari seorang artis adalah bakat dan kemampuannya.

Sekarang dilihat dari fisik atau mungkin kemunculannya sebagai figuran sekali dua kali sudah bisa disebut sebagai selebriti. Label seperti itulah yang memunculkan tunutan yang menjerumuskan mereka pada sifat konsumerisme dan hedonisme.

Menurut Yuanita, ketika masyarakat semakin menyadari bahwa dunia selebriti penuh pencitraan dan tidak sesuai bayangan mereka, maka wajar jika dengan adanya kasus prostitusi online yang melibatkan selebiti akan membuat masyarakat heboh.

Namun terlepas dari itu semua, baik Yuanita maupun Dinda menyayangkan adanya diskriminasi yang terjadi pada perempuan di balik kasus ini. Dinda mengatakan bahwa selama ini yang disudutkan dan disalahkan adalah pihak perempuannya saja. Pihak pengguna atau laki-laki jarang sekali ditampilkan. Dinda mengatakan bahwa seharusnya hukum itu adil dan tidak mendiskriminasi perempuan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x