Mohon tunggu...
Septi
Septi Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Gatauu gaada

Tugas bikin novell

Selanjutnya

Tutup

Novel

Kesederhanaan Seorang Pejabat

27 November 2021   07:09 Diperbarui: 27 November 2021   07:11 45 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Ada seorang pejabat muda ia biasa dijuluki dengan pejabat yang penuh dengan kesederhanaan karna dia tidak pernah memakai fasilitas yang di berikan oleh dinas sebuta saja Baharuddin Lopa dirinya juga bisa disebut dengan sangat beprestasi, dirinya saat menginjak usia 20an masih menginjak bangku perkuliahan di Universitas Hasanuddin. Dia telah memulai karir sebagai seorang jaksa ketika umurnya baru menginjak 25 tahun dirinya dilantik menjadi seorang Bupati di salah satu wilayah yang ada di indonesia,dirinya juga pernah menjabat di Kejaksaan tinggi membuat karir pejabat muda itu makin menanjak naik menuju kesuksean.

Baharuddin Lopa juga mempunyai seorang anak perempuan dan laki-laki Lopa mendidik keras anak-anak nya dan keluarga nya untuk tidak boleh memakai fasilitas dinas dia memgajarkan anak-anak nya seperti itu agar anak-anak nya tidak tumbuh manja dan tidak juga menikmati kemewahan cukup sederhana saja. Dan Iskandar putra dari Baharuddin Lopa menanyakan kepada sang ayah.

"Ayah kenapa tidak mengizinkan saya untuk memakai kendaraan dan fasilitas dinas." Tanya iskandar

"Ayah sangat menginginkan anak-anak ayah tumbuh dengan kesederhanaan agar hidupmu jauh dari kata manja dan hanya memanfaatkan harta orang tua mu, yang ayah mau kamu harus menikmati bagai mana hidup susah agar tidak berleha-leha dalam bekerja keras ." Ujar Lopa

"Tapikan yah kami cape jika harus pulang pergi naik kendaraan umum apa lagi kalo naik kendaraan umum kita harus menunggu terlebih dahulu." Kata Iskandar

"Sudah lah Iskandar, Ayah mengajarkan mu kaya gini agar kamu mandiri tidak boleh tergantung dengan harta orang tua, ayah melakukan seperti ini bukan ayah tidak sayang kalian tetapi ayah sangat ingin mendidik anak-anak ayah lebih mandiri." Jawab Lopa

Iskandar pun terdiam memahami dan memikir panjang dari omongan sang ayah.

Perkataan Lopa sangat menyadarkan anak-anak nya bahwa berfoya-foya ngga sesuai dengan ajaran agama dirinya sendiri yaitu ajaran agama islam.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Novel Selengkapnya
Lihat Novel Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan