Mohon tunggu...
S. JIHAN SYAHFAUZIAH
S. JIHAN SYAHFAUZIAH Mohon Tunggu... pelajar/mahasiswa -

Contributor http://kampusnews.com - http://kampus.co.id - http://getscholars.com II Traveler II Futures Yurist

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Apa yang Saya dapat Dari Alumni Class? #AlumniClass #Jakarta (PART 2)

21 Mei 2014   15:37 Diperbarui: 23 Juni 2015   22:17 511 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sebagian besar orang, takut untuk mengawali karir di Jakarta. Tapi kalian tahu, semua law firm besar letaknya di Jakarta. Hampir perusahaan besar berpusat juga di Jakarta. Semua kantor atau instansi pemerintah mulai dari KY, MK, KPK, Kementrian dan lain sebagainya berpusat di Jakarta. Haruskah kita mengejar itu? Kenyataanya untuk memulai sesuatu yang kecil kita harus belajar dulu dari yang sudah-sudah. Gampangannya mikir, kalau mau bikin law firm ya belajar dulu dari law firm yang besar. Dan law firm sekelas Makarim, AHP, HHP, berpusat di Jakarta. Namun, semua itu pilihan. Dan ingat, seseorang memilih karena faktor lingkungan dan pengetahuan. Mau memulai karir di Jakarta atau Surabaya tidak ada yang salah, asal kita dapat memanfaatkan peluang dengan baik.

Profesi Hukum

13-18 Mei 2014, terbukalah bayangan karir yang menyangkut hukum. Profesi hukum ada lawyer, notaris, hakim, jaksa, Bank, perusahaan swasta sebagai baagian legalnya dan PNS. Lawyer dipilah, ada litigasi dan non litigasi. Ada lawyer yang in house dan law firm. Lawyer in house yang mengurus legal di dalam perusahaan swasta. Seperti Astra, Indika Energi, dll. Sedangkan lawyer di law firm ya yang memang bekerja di law firm. Ada yang litigasi, yang sering ke pengadilan menangani kasus yang ada sangkut pautnya dengan pengadilan dan ada non litigasi yang hampir nggak pernah ke pengadilan. Lawyer litigasi bekeja di depan komputer. Mengurus berkas-berkas. Menangani kontrak perusahaan, dan berbagai tindakan hukum perusahaan melalui analisis hukum. PNS lebih luas lagi, hampir semua instansi pemerintah membutuhkan orang yang ahli di bidang hukum. Seperti ditjen pajak, kementrian, dan lain sebagainya.

Dari sekitar 13 alumni yang mengisi, semua mengawali karirnya dengan bersusah payah. Terseok-seok, dan perjuangan panjang. Namun, mengapa mereka bisa bertahan? Semua bilang passion. Bahkan, law firm sekelas Makarim dengan gaji yang kabarnya dolar ada juga yang mengundurkan diri karena tidak kuat dengan pekerjaannya. Sekali lagi passion, menjadi kunci utama kenapa bertahan dan berani memutuskan. Sebab, jika tidak berani memutuskan ya sampai kapanpun perubahan itu tidak ada. Contoh salah satu alumni yang bekerja di law firm dengan gaji yang memuaskan. Ternyata, malah passion menjadi PNS di salah satu instansi pemerintah di Jakarta. Ada pula yang menjadi in house lawyer di suatu perusahaan akhirnya memutuskan untuk keluar dan membuka law firm sendiri. Ada pula, yang sudah menjajal berbagai pekerjaan dan akhirnya mantap untuk menjadi lawyer di bidang litigasi. Nanti saya akan uraikan satu-satu kisah mereka... #sabar ya... hehehe

Banyak memang profesi yang ditawarkan pada mahasiswa lulusan fakultas hukum. Namun, yang terpenting adalah dimana PASSION kamu. Berapapun gajimu jika kamu tidak ada passion disitu, maka percuma bekerja hanya akan menjadi beban saja. Oleh karenanya, alumni berpesan. Ketahui passionmu dari sekarang. Jika kamu belum bisa menentukan passion mu sekarang, maka paling tidak kamu tahu apa yang kamu inginkan untuk masa depanmu kelak. Dari situ, lakukan riset. Cari tahu, semua tentang profesi hukum dan segera tentukan kamu mau jadi apa.

Setelah menentukan, riset lagi. Terkait apa yang kamu tentukan itu. Misal aku pengen jadi corporate lawyer. Riset dengan jelas apa itu corporate lawyer, bagaimana jenjang karirnya, peran apa saja yang bisa diambil disana, mau in house atau di law firm. Kalau in house perusahaan mana saja yang ingin kamu bidik? Kalau law firm, law firm mana yang kamu bidik? Semua harus di riset secara jelas agar nantinya kamu tidak menyesal setelah masuk di perusahaan tersebut.

Bagaimana cara riset karir?

Tanyakan pada alumni. Gencar saja mencari data alumni, dan jangan sungkan untuk bertanyapada mereka. Mereka akan senang jika bisa sama-sama sukses sesama alumni Airlangganya. Menurut saya, alumni memang sumber yang paling relevant apalagi, dia mengalami langsung. Membaca dan googling. Itu penting. Kemudian hubungkan segala informasi yang ada dengan diri kamu. Mana yang sekiranya cocok tentukan pilihanmu. Jika ada yang kurang, segera lengkapi sebelum lulus dan masuk dunia kerja.

Ini penting, misal kamu pengen jadi corporate lawyer. Setelah riset, kita tahu ternyata untuk menjadi corporate lawyer harus tahu tentang hukum bisnis, bahasa Inggris harus kuat, mental harus kuat dan lain sebagainya. Kemudian tanyakan, apakah saya sudah seperti itu? Apakah saya sudah seperti yang diinginkan tempat saya bekerja kelak? Terus lakukan refleksi. Oh, ternyata kurangnya bahasa Inggris. Masih ada waktu satu tahun lah, untuk meningkatkan bahasa Inggris saya. Maka, teruslah kejar. Lengkapi yang kurang-kurang mumpung masih ada kesempatan. Ambil kesempatan magang meski tidak dibayar karena itu bermanfaat untuk belajar.

Poinnya adalah, PASSION, Bahasa Inggris, Basic Hukum, Percaya Diri, Mandiri, Berani mengambil keputusan, dan terus menggali informasi. Jangan sampai satu tahun lagi kita lulus kita tidak tahu kita mau jadi apa. Kita tidak tahu kita mau seperti apa. Ada quote yang mengatakan salah merencanakan, berarti kita merencanakan untuk gagal. Jangan sampai kita salah langkah. Riset, pahami, putuskan, dan lakukan. Simple tapi perlu kesabaran. Karena kesuksesan tidak berawal dari yang mudah. Semua pasti mengalami kseulitan. Tinggal kita memilih bertahan atau meninggalkan. Semua itu pilihan. Dan Passion yang mengantarkan pada pilihan itu.

Dan itulah, inti dari acara alumni class kemarin. Jika ada waktu, nanti saya uraikan satu per satu sesuai harinya.

Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan