Ekonomi

"Islamic Wealth Management'', Apakah Sudah Syariah?

8 Desember 2017   01:27 Diperbarui: 8 Desember 2017   01:51 294 0 0

Di zaman yang penuh dengan kemajuan ekonomi seperti sekarang, dimana segala sesuatu dengan mudah dapat diperoleh atau yang lebih dikenal dengan budaya instan. Setiap orang dibelahan dunia manapun, menggunakan berbagai cara dan upaya untuk memperoleh tingkat kepuasan yang maksimal. Terutama dalam memperoleh dan mengelola kekayaan atau yang sering dikenal dengan istilah wealth manajement. 

Hal ini tidak terlepas dari pengaruh konvensional yaitu harta atau kekayaan hanya mampu memberikan kenikmatan secara jasmani. Lalu bagaimana jika islam hadir dan menawarkan solusi yang memperdalam makna dari pengelolaan kekayaan secara konvensional. Pengelolaan kekayaan yang islami atau Islamic wealth manajement lebih mengutamakan bukan hanya kenikmatan secara jasmani tetapi juga pada kenikmatan secara rohani sehingga akan terciptanya keseimbangan fisik dan spiritual seseorang.

          Pengelolaan kekayaan secara islami adalah pengelolaan kekayaan yang berdasarkan hukum-hukum islam yaitu Al-quran dan Al-hadits. Dalam islam harta dipandang sangat urgent yaitu bagaimana harta itu diperoleh dan bagaimana harta itu dibelanjakan. Harta yang diperoleh dalam islam harus dengan cara yang halal karena hal ini akan berdampak pada seorang individu terutama dalam hubungan manusia dengan Allah SWT. 

Lalu harta dalam islam harus dibelanjakan dengan cara yang bijak. Sesuai dengan hadits Nabi SAW "Simpanlah sebagian dari hartamu untuk kebaikan masa depanmu, karena itu lebih baik bagimu" (H.R Bukhari). Maksud dari hadits ini adalah membelanjakan sebagian harta dan simpanlah sebagian lagi untuk keperluan di masa depan sehingga menjauhkan seorang individu pada sifat boros. 

Pengelolaan harta secara islami juga memandang harta bukan hanya dimiliki oleh seorang invidu saja tetapi juga masih terdapat hak orang lain di dalam harta tersebut. Sehingga pengelolaan kekayaan secara islami ini akan lebih konkret, bukan hanya mempunyai manfaat untuk diri sendiri akan tetapi juga dapat bermanfaat bagi orang disekitarnya.

Pengelolaan kekayaan atau wealth manajement dapat dijadikan sarana alokasi kekayaan dan juga tolong menolong atau ta'awwun. Munculnya berbagai corak produk keuangan syariah ternyata lambat laun berpengaruh pada terciptanya inovasi di bidang keuangan syariah yaitu pengelolaan kekayaaan yang islami atau dikenal dengan istilah Islamic wealth manajement

Hal ini secara tidak langsung mendorong masyarakat untuk ikut berkecimpung dalam dunia perekonomian yang syarat dengan nuansa islami. Kebutuhan tersebut semakin melekat di hati penduduk muslim sebagai bentuk refleksi tingkat keimanan yang tumbuh diantara mereka.Terutama di daerah yang mayoritas penduduknya adalah muslim Seperti Aceh. Budaya islam sudah dibudiyakan sejak dahulu sehingga munculnya inovasi yang berbau syariah tidak terasa asing didengar dan tidak terlalu sukar untuk dipahami apalagi untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Aceh adalah negeri para raja yang dimana didalamnya tersimpan kekayaan yang tak terhitung jumlahnya baik dalam kebudayaan, suku, bahasa, dan berbagai harta peninggalan leluhur yang sampai sekarang masih tak terhitung jumlahnya. Penduduk Aceh mayoritasnya bekerja sebagai pedagang jadi sudah sewajarnya mereka mampu mempuyai kekayaan yang berlimpah. 

Namun permasalahannya adalah bagaimana mereka mampu mengelola kekayaan yang begitu banyak tersebut. Mau dibawa kemana kekayaan itu, Haruskah masih disimpan dibawah bantal, atau dimasukkan di sebuah peti sampai beberapa tahun kemudian mampu dinikmati oleh generasi penerus. Tentu solusinya adalah pengelolaan kekayaan yang islami atau acapkali didengar dengan istilah Islamic Wealth Manajement. 

Pengelolaan kekayaan secara islami ini mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan harta tetapi tidak terlepas dari sumber-sumber hukum islam. Seseorang tidak hanya memperoleh keuntungan pribadi tetapi juga mampu meningkatkan taraf hidup orang banyak.

Akan tetapi, yang harus ditekankan adalah praktik wealth manajement ini belum mencerminkan substansi dasar pengelolaan harta secara islam. Fondasi seperti akidah dan akhlak belum sepenuhnya dapat divisualkan secara utuh. Oleh sebab itu, praktik wealth manajement hanya sebatas pengelolaan harta yang dimiliki oleh orang kaya atau menggandakan kekayaan yang mereka punya secara syariat. Sehingga orientasinya hanya pada sesuatu yang bersifat materil tanpa adanya ruh keislaman yang lebih kental dengan nuansa ibadah pada setiap aktifitas muamalah.

Dalam melakukan aktifitas muamalah yang menjadi tolak ukur adalah perilaku atau kegiatan dari seorang individu. Namun, sebelum memahami hakikat Islamic wealth manajement dan menanamkan jiwa keislaman dalam aktifitas muamalah akan lebih baik jika terlebih dahulu mengidentifikasi nilai-nilai moral islam  yang mempunyai hubungan erat dengan pengelolaan kekayaan. 

Dalam hadits disebutkan bahwa harta atau kekayaan yang baik adalah kekayaan yang dimiliki oleh orang shaleh. Jika disangkutpautkan dengan wealth manajement maka indikasinya adalah pada dasarnya kekayaan tersebut haruslah dikelola dengan niat, cara-cara dan tujuan untuk mengharapkan ridha Allah SWT semata. Dalam islam sendiri, seseorang dituntut untuk menjadi kaya raya dan tingkat keshalehan seseorang ditentukan bagaimana seorang individu mampu mengelola kekayaan yang mereka miliki.

Islam adalah agama yang senantiasa mengikuti perkembangan zaman, begitu juga dengan keadaan perekonomian yang selalu dihadapkan dengan hal yang baru dan baru lagi. Perkembangan teknologi adalah salah satunya sehingga aktivitas perekonomian harus merespon cepat perkembangan teknologi. Pengelolaan kekayaan yang pada awalnya dilakukan secara manual kini bisa dipermudah hanya dengan sebuah platform yang tidak menuntut penggunanya untuk mengeluarkan biaya lebih. 

Dimana platform tersebut diharapkan akan meningkatkan tingkat efisiensi dari pengelolaan kekayaan. Pemilik kekayaan tidak harus bertatap muka dengan pengelola maupun pihak yang terlibat lainnya. Dengan begitu substansi dasar penggunaan teknologi pada inovasi berbagai produk keuangan syariah dapat terpenuhi karena mampu menekan biaya-biaya yang sepantasnya tidak diperlukan. Sehingga pada akhirnya pengelolaan kekayaan secara islami dapat mencerminkan nilai-nilai moral keislaman dan mampu mencapai tujuan ekonomi islam yaitu falah atau kebahagiaan di dunia dan akhirat.