Mohon tunggu...
Selvia Indrayani
Selvia Indrayani Mohon Tunggu... Guru - Guru, penulis, wirausaha, beauty consultant.

Pengajar yang rindu belajar. Hanya gemar memasak suka-suka serta membukukan karya dalam berbagai antologi. Sesekali memberi edukasi perawatan diri terutama bagi wanita.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Manusia Sejati

2 September 2021   20:49 Diperbarui: 2 September 2021   20:55 215 41 10
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Manusia Sejati
Kemarau (dok.Kompas.com)

Pernah aku bertanya pada burung pengembara
Mengapa mereka harus berpindah dari tempat semula
Kudapati jawab hanya melalui kepakan sayapnya
Bersama dengan kawanan, terbanglah mereka bahagia

Saat anak manusia merasa dahaga
Tak didapati sumber air biasa
Berusaha bertahan dengan yang ada
Hasilkan keresahan dalam jiwa

Saat tanah kian merekah
Tak terbendung perasaan gundah
Harapkan keadaan segera berubah
Petani pun terbebas akan resah

Kemarau panjang pernah menyergap dusun yang sunyi
Jauh dari keramahan teknologi yang mumpuni
Hanya tersedia tenaga manusia dan sapi
Siap untuk membajak lagi

Air mata penduduk dusun sunyi mengering
Berbicara dalam hening
Berharap ada padi menguning
Sayang, kemarau panjang membuat mereka hanya mampu berbaring

Kerinduan petrikor menyergap penduduk desa sunyi
Sadar bahwa mereka manusia sejati
Takmampu seperti burung pengembara berlari
Agar bisa selamatkan diri

Manusia sejati harus bertanggungjawab pada bumi
Mengolah rasa, karsa, dan berpadu dalam karya nyata
Apa yang dialami kini hanya sebagai pengingat diri
Hari esok akan ada peristiwa beda yang harus dihadapi

Bekasi, 2 September 2021
  

Mohon tunggu...
Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan