Mohon tunggu...
Selvia Indi
Selvia Indi Mohon Tunggu... Selvia Indi Nur Aini

Life is Struggle

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Mahasiswa KKN UM Beri Penyuluhan Tanggap Bencana

29 Mei 2019   08:00 Diperbarui: 29 Mei 2019   08:02 0 1 1 Mohon Tunggu...
Mahasiswa KKN UM Beri Penyuluhan Tanggap Bencana
Dokpri

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang tergabung dalam kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Karanganyar, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang menyelenggarakan penyuluhan tanggap bencana gempa bumi sebagai upaya pengenalan sikap tanggap bencana. 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat meningkatkan kecerdasan sosial dan emosional melalui pemberian pengalaman belajar secara terintegrasi dalam realitas dan dinamika kehidupan bermasyarakat.Penyuluhan ini dilaksanakan di SDN Karanganyar 2 yang terletak di Dusun Karanganyar Kidul.

 Berdasarkan profil geografis, Desa Karanganyar berada di dekat lereng Gunung Semeru  dan Gunung Bromo yang merupakan gunung api aktif di Jawa Timur. Kondisi ini berpotensi menyebabkan dampak aktivitas erupsi gunung berapi ke wilayah Desa Karanganyar. 

Selain itu, budaya panik saat terjadinya bencana alam juga dapat memperburuk dampak bencana itu sendiri. Oleh karena itu, penyuluhan tanggap bencana gempa bumi menjadi penting, untuk mengenalkan kepada siswa mengenai tindakan yang harus dilakukan pada saat terjadi gempa bumi.

dokpri
dokpri
"Bagus sekali kegiatan mitigasi bencana dapat diadakan sebagai pertolongan pertama untuk anak tingkat dasar di SD Karanganyar 2. Saya mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang yang telah berbagi ilmunya. Sukses selalu dan semoga lancar," ujar Kepala Sekolah SDN Karanganyar 2, Sunarmi.

dokpri
dokpri
Tidak hanya penyampaian materi mengenai bencana gempa bumi, penyuluhan ini dikemas secara menarik dan menyenangkan dengan menambahkan sesi sharing pengalaman dan simulasi mitigasi gempa bumi. 

Materi yang disampaikan meliputi gambaran umum bencana gempa bumi dan sikap yang harus dilakukan saat terjadi bencana. Simulasi mitigasi dilakukan sebanyak dua kali, yakni simulasi sebelum penyampaian materi (pre-simulation) dan simulasi setelah penyampaian materi (post-simulation). Hal ini bertujuan untuk mengetahui wawasan awal siswa tentang mitigasi bencana gempa bumi dan kemudian mengevaluasinya.

"Senang sekali bisa kedatangan kakak-kakak dari UM, ilmunya bermanfaat sekali simulasinya menyenangkan dan dapat hadiah juga," tutur salah satu siswa SDN Karanganyar 2.