Mohon tunggu...
sintesais
sintesais Mohon Tunggu... Fatum Brutum Amorfati

Makhluk bersari-pati tanah yang diselundupkan oleh Sang Maha Pengedar untuk memberlangsungkan hidupnya kembali ke bumi, setelah sedetik diperlihatkan surga-Nya; adalah aku.

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Attack on Titan dan Doktrin "Topi Pesulap": Upaya Manusia dalam Memahami Realitas

10 Maret 2021   21:28 Diperbarui: 10 Maret 2021   21:39 229 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Attack on Titan dan Doktrin "Topi Pesulap": Upaya Manusia dalam Memahami Realitas
reddit.com

Kelinci dalam Topi, Manusia dalam Tembok

Suatu ketika, di sebuah kedai kopi. Lagu Silampukau mengalun dengan volume yang cukup nyaring di sela-sela percakapan, sebuah bait terlantun "Di luar pagar sana, kawanku. Kehidupan memanggilmu, tapi tahun kian kelabu, makna gugur satu-satu....."

Seorang teman memberitahu kepada saya, bahwa lagu Balada Harian ini, merupakan respon dari manusia-manusia bebal yang merasa dikekang dalam hidupnya; terkurung dalam dinding-dinding tak kasat mata. Dan bait tadi, kata teman saya, adalah ungkapan bahwa di 'luar' (dinding) sana kita dapat melihat suatu hal yang menakjubkan.

"Emang apa gitu? Jangan bilang soal teori konspiransi bumi datar dan antartika itu tembok yang ngelilingi bumi yee, haha." Saya bertanya.

"Goblok, enggaklah" Timpalnya, lagi.

Dia hanya diam saja, menyesap rokoknya lalu menghempaskannya ke langit-langit, kemudian mengulanginya, lagi dan lagi. Entahlah, mungkin bete dengan respon saya yang mengkaitkannya dengan konspirasi. Hingga akhirnya kedua dari kami pulang ke rumah masing-masing.

Setelah pulang, saya menyempatkan untuk membaca Dunia Shopie. "Beberapa halaman sebelum tidur, mungkin mengasyikan." Begitu pikir saya. 

Sampai di satu paragraf,

Sesungguhnya, kita adalah kelinci putih yang ditarik keluar dari topi sang pesulap. Satu-satunya perbedaan antara kita dan kelinci putih itu adalah bahwa kelinci tidak menyadari dirinya ikut ambil bagian dalam suatu tipuan sulap. Tidak seperti kita. Kita merasa, kita adalah bagian dari sesuatu yang misterius dan kita ingin tahu bagaimana cara kerjanya.

Saya berfikir sejenak, apa mungkin seperti itu. Bukankah, hidup hari ini telah dinyamankan oleh segala alat dan infrastruktur. Apa lagi yang mau kita inginkan, bukan? 

Yaa, tentu saja sebagian orang ada yang mengatakan bahwa ini adalah 'zona nyaman.' Tapi hidup di dalamnya, bukan sebuah kesalahan. Emang ada apa sih di luar zona (nyaaman) ini, sampai se-begitu ngebetnya orang-orang untuk keluar darinya. 

Tapi pada akhirnya, saya menarik ucapan  itu. Setelah cukup lama merenungkannya, ada sebuah ingatan yang muncul dari kepala, ingatan itu tertuju pada serial anime Attack on Titan (AoT), yang sudah dilahap habis hingga season ketiganya pada minggu kemarin, yang bagi saya —seolah— ada sebuah indikasi kuat untuk mengarahkan saya akan adanya keselarasan ironi yang dialami; ke luar dari "penghalang." 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x