Mohon tunggu...
Selly indrayani
Selly indrayani Mohon Tunggu... Guru - Mahasiswi UIN Walisongo semarang prodi Pendidikan Agama Islam Nim 1903016103

Mahasiswi UIN Walisongo semarang prodi Pendidikan Agama Islam Nim 1903016103

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pengaruh Toxic Parenting untuk Perkembangan Kognitif anak Berdasarkan Teori Ekologi Brofenbanner

20 April 2021   02:27 Diperbarui: 20 April 2021   02:58 885
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Study yang dimuat di Jurnal of family medicine and disease prevention menyebutkan dampak negatif jika toxic parenting berlangsung hingga anak menjadi dewasa dapat menyebabkan perilaku buruk misalnya perilaku destruktif seperti penyalahgunaan alcohol atau obat obatan terlarang sebagai pelarian dari masalahnya(Basem Abbas Al Ubaidi, 2017:3). Pengaruh toxic parenting jangka panjang dari waktu ke waktu dapat menyebabkan hal yang sangat fatal.

Setelah mengetahui ciri-ciri dan akibat Toxic Parenting. Lalu, apa yang harus kita lakukan saat menghadapinya. Berikut merupakan solusi untuk menghadapi orangtua toxic: 

1. Sadari batasan antara anak dan orang tua

Menjalin hubungan anak dengan orang tua adalah hal yang diperlukan namun sebaiknya anak dan orang tua tetap harus memberikan jarak atau ruang pada hubungannya, orang tua tidak boleh sampai menguasai diri anak. Mungkin jika masih anak-anak atau remaja orang tua masih bisa mengatur hidup anak namun ketika sudah dewasa anak sudah harus mulai belajar mandiri.

2. Memilah manakah masukan orang tua yang benar atau salah

Setiap anak yang sudah beranjak dewasa seharusnya bijak dalam bersikap. Mereka harus bisa memilah manakah perkataan orang tua yang dapat dijadikan masukan atau tidak, jika memang tidak jangan pernah ragu untuk berkata "tidak". Sebagai seseorang yang telah dewasa harus memilih mana yang bisa dilakukan untuk menyenangkan hati orangtua dan mana yang tidak perlu.

3. Menerima orang tua meskipun mereka memiliki pola asuh Toxic parenting

Salah satu pilihan yang tidak bisa kita pilih didunia adalah memilih orang tua, jika kita memiliki orang tua yang toxic sebaiknya kita harus bisa berlapang dada menerima apapun kekurangan mereka, harus diketahui toxic parenting bukan merupakan sesuatu yang disengaja, orang tua tidak mungkin berniat jahat kepada anaknya mungkin maksud dari orang tua itu baik, namun mereka mengespresikannya dengan cara yang salah.

4. Memilah sebelum meminta pendapat maupun bercerita kepada orang tua

Sebelum bercerita atau meminta pendapat alangkah baiknya di pilah dahulu, pilihlah mana cerita yang mungkin diperlukan untuk diceritakan kepada orang tua, jika orang tua melarang pacaran jangan sampai menceritakan masalah percintaan dengan orang tua.

5. Mencari seseorang yang bisa dipercaya

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun