Mohon tunggu...
Sella Intani
Sella Intani Mohon Tunggu... Mahasiswa Ilmu Ekononi

Bismillah

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Langkah Lanjutan untuk Mendorong Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi Covid-19

22 November 2020   23:21 Diperbarui: 23 November 2020   00:11 10 1 0 Mohon Tunggu...

Kontraksi pada perekonoian global masih berlanjut sehingga untuk pemulihan ekonomi dunia lebih lama lagi dari perkiraan sebelumnya, karenanya penyebaran COVID-19 masih kembali terus meningkat di berbagai Negara sehingga sangat mempengaruhi perkembangan.  

Mobilitas pelaku perekonomian yang masih belum bias kembali ke normal dengan adanya penerapan protokol kesehatan ini sangat menghambat aktivitas ekonomi masyarakat. 

Pada perkembangan ini menyebabkan efektifitas dalam kebijakan yang telah di tempuh sehingga dapat mendorong pemulihan ekonomi pada Negara maju dan Negara berkembang lainnya. 

Indikator ekonomi global menunjukkan permintaan yang masih melemah, karena ekspektasi dari pelaku ekonomi yang sangat rendah. Serta permintaan ekspor sempat berhenti atau tidak berjalan pada masa pandemi COVID-19 ini. 

Dengan adanya permintaan global yang melemah tersebut, sehingga volume perdagangan dan harga komoditas dunia juga lebih rendah dari perkiraan semula dan menurunkan tekanan pada tingkat inflasi global. 

Lambatnya pemulihan perekonomian dunia serta kembali meningkatnya ketidak pastian pasar keuangan global. Sehingga perkembangan ini menghambat aliran modal ke Negara berkembang dan kembali menekankan nilai tukar Negara berkembang, termasuk Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II 2020 pada bulan Mei 2020 diperkirakan mengalami kontraksi. Perkembangan ini dikarenakan pengaruhi dari kontraksi perekonomian domestic pada bulan April dan bulan Mei 2020 dan sejalan dengan adanya dampak dari kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna mencegah penyebaran Corona Virus yang menyebabkan dampak pada pengurangan kegiatan ekonomi dan banyaknya pengangguran akibat dari Corona Virus tersebut. 

Pada bulan Juni 2020 menunjukkan perekonomian mulai membaik dengan seiringnya relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini, meskipun belum kembali normal kembali pada level sebelum adanya pandemic COVID-19. 

Kinerja ekspor pada bulanJuni 2020 beberapa komoditas seperti besi dan baja juga membaik seiring meningkatnya permintaan dari Tiongkok untuk proyek infrastruktur. Untuk kedepannya, akselerasi pemulihan ekonomi atau New Normal domestic diharapkan dapat membaik dengan kecepatan penyerapan stimulus fiskal, keberhasilan restruturisasi kredit dan korporasi, pemanfaatan digitalisasi dalam kegiatan ekonomi, termasuk kegiatan UMKM, serta mematuhi pada implementasi protocol kesehatan COVID-19 di era kenormalan baru. Bank Indonesia melalui bauran kebijakannya akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintahan dan otoritas terkait agar berbagai kebijakan yang ditempuh semakin efektif untuk mendorong pemulihan perekonomian kembali.

Keputusan untuk menurunkan BI 7-Day Reserve Repo Rate (BI7DRR) ini konsisten dengan perkiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas eksternal yang masih terjaga dan sebagai langkah lebih lanjut guna mendorong pemulihan perekonomian di masa pandemic COVID-19.

1.Kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai nilai fundamental dan mekanisme pasar akan terus dilanjutkan, meskipun masih berlanjutnya ketidakpastian pasar keuangan global.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN