Mohon tunggu...
Muhammad Fadhli
Muhammad Fadhli Mohon Tunggu... Pengamat Musik

Pengamat musik

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

BNPT Angkat Novel "Si Doel Anak Jakarta" Jadi Webseries untuk Media Pendidikan Toleransi

23 Februari 2021   17:21 Diperbarui: 23 Februari 2021   17:55 47 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
BNPT Angkat Novel "Si Doel Anak Jakarta" Jadi Webseries untuk Media Pendidikan Toleransi
Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar saat Konferensi Pers webseries Si Doel Anak Jakarta, pada Senin 22 Februari 2021 di Gedung Balai Pustaka, Jakarta. (Dok. Istimewa)

JAKARTA -- Novel Si Doel Anak Jakarta versi original yang ditulis oleh Aman Datuk Madjoindo yang diterbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun 1932 akan dijadikan webseries oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Pesan webseries tersebut lebih menitikberatkan pada kesalehan, jiwa sosial, dan toleransi anak-anak Betawi. 

Sehubungan dengan hal tersebut, BNPT melakukan Konferensi Pers bertema "Pentingnya Pendidikan Toleransi Melalui Sastra Klasik dalam Media Milenial 'Si Doel Anak Jakarta' karya Aman Datuk Madjoindo" yang digelar pada Senin 22 Februari 2021 dari pukul 13.00 - 16.00 WIB di Gedung Balai Pustaka, Jalan Bunga No. 8 - 8A, Matraman, Jakarta, yang disiarkan secara langsung melalui aplikasi Zoom.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar pada Konferensi Pers tersebut mengatakan jika karya asli dari kakeknya ini diangkat menjadi sebuah webseries tentu harus berdasarkan pada semangat pembangunan nasionalisme yang salah satunya menghibur dan memberikan sumbangan pemikiran.

"Tentu, tadi sudah terangkat ada kaitan dalam membangun akhlak, semangat toleransi, nasionalisme, ini harus dapat menjadi perhatian yang bisa dilakukan," kata Boy Rafli.

Boy Rafli juga mengatakan BNPT mendukung penuh dalam rangka membentengi nilai-nilai intoleransi yang tidak sejalan dengan budaya bangsa. Oleh karenanya, ia berharap karya dari mendiang kakeknya ini bisa menjadi dorongan semangat toleransi.

"Karakter Si Doel Anak Jakarta yang bertoleransi, yang juga belajar agama, agar menjadi akhlak yang baik, agar meraih masa depan yang baik. Ini kita kemas, kita tonjolkan, jadi itu pesan yang ingin kita kirim kepada publik. Jadi kita ingin publik menempuh contoh-contoh best praktis yang pernah ditunjukkan dari pemikiran Si Doel ini. Tentu dengan karya film, masyarakat akan lebih mudah melihat, kemudian menangkap pesan itu, tetapi di situ ada unsur hiburan, jadi mengedukasi publik lah, sebenarnya itu harapan dari BNPT," kata Boy Rafli.

Sementara itu, Achmad Fachrodji (Direktur Utama PT. Balai Pustaka) pada Konferensi Pers tersebut menyampaikan, "Aman Datuk Madjoindo, Penulis novel Si Doel Anak Jakarta adalah Sastrawan legendaris Indonesia yang melawan penjajah melalui tulisan. 

Beliau memulai karir kepenulisannya pada tahun 1920, beliau pro pada kemerdekaan RI, walaupun banyak novel dari karya para sastrawan lainnya yang tidak diizinkan terbit pada saat itu, tapi novel-novel beliau lulus dari sensor kolonial Belanda, karena mengangkat genre kanak-kanak, genre yang tidak begitu jadi perhatian bagi kolonial Belanda."

"Aman Datuk Madjoindo adalah sosok yang sangat mencintai Indonesia. Meskipun penerbit di  Malaysia pada saat itu sangat tergiur untuk menerbitkan buku-buku yang beliau tulis, dengan menawarkan imbalan yang cukup besar, tapi beliau tidak mau. Aman Datuk Madjoindo lebih memilih Balai Pustaka, penerbit dari Tanahairnya sendiri. Untuk casting webseries Si Doel Anak Jakarta baiknya dilakukan di Balai Pustaka," kata Achmad Fachrodji.

Aditya Yusma Perdana, Producer webseries Si Doel Anak Jakarta ikut berbicara pada Konferensi Pers tersebut mengatakan sudah sewajarnya karya sastra klasik dari Aman Datuk Madjoindo tersebut kembali dilestarikan. Sebab, banyak hal positif yang bisa dipetik dari karya Si Doel Anak Jakarta di tengah ingar bingar informasi di era digital saat ini.

"Karya-karya beliau itu menjadi tamu kehormatan di mancanegara, pun juga sudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Kita melihat banyak karya-karya beliau yang difilmkan di sinetron, menjadi literasi-literasi di beberapa universitas dan lain-lain," kata Aditya Yusma Perdana.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x