Mohon tunggu...
Tsugali Oozora
Tsugali Oozora Mohon Tunggu... Punya ilmu kebal senapang

io scrivo

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Pilihan

Bagaimana Mendengarkan Bebunyian saat Tidur Bisa Membantu Penyelesaian Masalah?

13 Februari 2020   13:28 Diperbarui: 13 Februari 2020   13:31 53 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bagaimana Mendengarkan Bebunyian saat Tidur Bisa Membantu Penyelesaian Masalah?
Photo Credit: photography-match.com

Saat masih berjibaku menyelesaikan tugas akhir kuliah, saya sering menyetel lagu-lagu di laptop untuk menutupi suara-suara yang menggangu saya berkonsentrasi memahami isi buku dan artikel.

Di awal-awal, cara ini tidak terlalu nyaman karena saya sering ikut menyanyikan lirik sehingga teralihkan dari bacaan. Saya kemudian membuat penyesuaian. Mengganti musik bacaan dengan lagu tanpa lirik yang tidak terlalu banyak mengunakan instrumen musik. Cara ini berhasil memperkecil kemungkinan saya ikut bergumam. 

Lambat laun saya mulai terbiasa membaca sambil mendengarkan musik. Saat sedang fokus-fokusnya pada bacaan, lagu-lagu tersebut bisa lewat begitu saja, padahal volume disetel cukup keras. Tahu-tahu musik berhenti atau berganti ke playlist berisik yang sering saya dengar untuk menghilangkan kantuk.     

Selang beberapa tahun, saat kembali mendengar lagu-lagu tersebut ingatan saya terseret kembali ke tema penelitian yang saya ambi dulu, secara otomatis.

Kebiasaan membaca buku sambil mendengar lagu ini masih saya pertahankan sampai sekarang.  Saya sengaja mencari lagu-lagu dengan genre sejenis untuk daftar bacaan lain yang ingin saya tuntaskan.  Saya ingin lagu-lagu tersebut mampu secara otomatis memerintahkan otak saya untuk masuk ke mode konsentrasi. Atau yang lebih ambisius, saya ingin ide-ide yang pernah saya baca bisa muncul hanya dengan mendengarkan musik.

Tapi tentu saja cara ini tidak selalu berhasil. Kadang saya memutar terlalu sedikit lagu untuk cukup banyak buku, yang membuat sebuah lagu sama sekali tidak berasosiasi dengan ide yang spesifik. Di lain kesempatan lagu tanpa lirik tersebut justru membuat saya diserang kantuk.

Ada banyak teknik untuk meningkatkan konsentrasi dengan prinsip serupa pengalaman saya tadi yang sudah diketahui masyarakat awam. Terutama saat para sejarawan dan penulis biografi membongkar kebiasaan sejumlah pemikir dan penulis besar saat bekerja.

Albert Einstein selalu meremas-remas bola karet saat sedang berpikir. Schiller selalu menempatkan apel busuk di meja tulisnya. Honore de Balzac menulis sambil memakai baju biarawan. John Milton bisa lancar menulis hanya saat di pertengahan musim gugur. Kebiasaan-kebiasaan ganjil ini adalah cara para pemikir besar mengkondisikan pikirannya untuk masuk ke level konsentrasi yang lebih tinggi. Mereka ingin membuat proses berpikir bukan semata peristiwa mental, tapi juga berhubungan dengan peristiwa fisik yang melibatkan indera lain.

Idenya berasal dari fenomena yang disebut sinestesia. Kondisi dimana kerja sebuah indera bisa mengaktifkan indera yang lain secara otomatis. Orang yang mengalami sinestesia yang dalam melihat angka dan huruf punya bau dan warnanya masing-masing. Kondisi ini membuat mereka sulit untuk lupa. Ini karena otak kesulitan untuk menghapus memori yang dibuat oleh banyak indera, dibanding memori yang dibentuk oleh satu indera. Analoginya, lebih sulit untuk menghilangkan sebuah rantai kecil yang mengular panjang dibanding sebuah cincin kecil.

Teknik ini juga lazim digunakan oleh para juara kompetisi mengingat untuk memaksimalkan memori mereka. Para peneliti pun tertarik mengembangkan teknik ini ke tingkat yang lebih tinggi lagi dengan sebuah eksperimen.

Majalah Scientific American edisi Januari 2020 memuat sebuah artikel yang mengutip studi yang pernah dipublikasi oleh jurnal Psychological Science pada November tahun lalu. Dalam artikel ini disebutkan para ahli ingin menguji apakah memunculkan kembali memori sebuah puzzle saat tidur bisa membantu upaya penyelesaian masalah. Para ahli psikologi yang terlibat dalam eksperimen ini menggunakan teknik yang dinamakan Targeted Memory Reactivation (TMR). Teknik ini bertujuan untuk memperkuat memori tertentu yang sudah dipilih dari awal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x