Mohon tunggu...
selamat martua
selamat martua Mohon Tunggu... Penulis - Marketer dan Penulis

Hobby: Menulis, membaca dan diskusi

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Voting!

24 September 2020   07:27 Diperbarui: 24 September 2020   07:29 100
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Ketika tim Interviewer mengadakan rapat untuk menentukan Siapa yang harus dipilih, Ketua tim memutuskan untuk dilakukan voting. Keputusan itu langsung ditolak oleh Bu Alice yang merupakan anggota paling senior dari tim tersebut. Menurut Bu Alice, hasil interview dan data yang dimiliki sudah bisa dipetakan kedalam tujuan recruitment, sasaran perusahaan dan Outcome yang dihasilkan oleh kedua kandidat. Dan Keputusan bisa diambil secara cepat tanpa perlu voting.

Pendapat bu Ani langsung dipotong oleh Pak Berry. Menurut Pak Bery tidak perlu ada penjelasan seperti itu. Karena selain bertele-tele, toh setiap anggota yang memilih akan memberikan justifikasi terhadap pilihannya. Justifikasi setiap orang dianggap valid dan tidak bisa diganggu gugat.

Akhirnya Ketua Tim memutuskan diambil voting tahap pertama untuk memutuskan apakah kedua kandidat diputuskan lewat cara Bu Alice atau pak Berry. Hasilnya menunjukkan bahwa cara pak Berry lebih dominan dan voting menang dengan suara 7:2. Ibu Alice terlihat kecewa berat dengan keputusan itu.

"Hmmmm, kayaknya Aku pernah deh mengalami kejadian seperti itu. Tapi kapan yaaa? Tanyaku dalam hati.

"Maaf, Pak Ada yang ingin ditanyakan" kata fasilitator ke arahku, karena ternyata tanpa sadar Aku mengangkat tangan seolah-olah ingin bertanya.

"Saya tidak setuju dengan keputusan yang diambil oleh Ketua Tim" kataku sambil mengemukakan beberapa alasan (terpaksa bicara karena terlanjur angkat tangan).

"OK, terimakasih opininya. Nanti Kita lanjut dengan diskusi, mohon ijin meneruskan ceritanya"Kata fasilitator sambil meneruskan kisah tersebut.

Keputusan Voting yang telah dilakukan terhadap kedua kandidat tersebut, menunjukkan bahwa Mark diterima dan Bill ditolak. Ada perasaan yang berlawanan dirasakan oleh kedua kandidat tersebut, disaat menerima keputusan itu. Bill, meskipun kecewa menerima keputusan tersebut dengan tenang dan berlalu meninggalkan ruangan tersebut.

Lima tahun setelah keputusan itu diambil. Kisanyapun berbalik. Mark telah keluar dari perusahaan tersebut dengan alasan tidak betah dan lingkungan tidak kondusif. Mark hanya bertahan dua tahun. Pada tahun pertama Ia sudah menuntut kenaikan gaji dan di tahun kedua menuntuk kenaikan jabatan karena merasa kinerjanya perform dan layak untuk diapresiasi.

Sementara Bill telah berhasil menjadi seorang Manager di Perusahaan lain. Bill mendapatkan penjelasan yang detail dari Perusahaan tersebut, alasan Ia diterima dan juga mendapatkan gambaran tentang pekerjaan, program pengembangan termasuk perencanaan karir.

Ketika ditanyakan kepada Bill apa yang membuat Ia sukses dan berhasil menapaki karir secepat itu. Bill menyatakan bahwa banyak perusahaan yang tidak memberikan kesempatan pada dirinya untuk tumbuh dan berkembang. Mereka hanya menginginkan sumber Daya instant dan trampil. Pada perusahaan yang sekarang, dirinya diberi kesempatan untuk berbuat sesuatu untuk kemajuan perusahaan tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun