Mohon tunggu...
Kesehatan

Tugas Individu 2_6_Sekar M T A

14 Agustus 2018   17:56 Diperbarui: 17 Agustus 2018   20:19 43 0 0 Mohon Tunggu...

Isu Kedokteran - Menonton TV Terlalu Dekat Dapat Merusak Mata 

Banyak yang mengatakan bahwa menonton televisi dengan jarak yang terlewat dekat akan menyebabkan kerusakan pada mata. Sejak kecil, para orang tua selalu mengatakan kepada anaknya untuk menonton televisi dengan jarak yang aman, dan apabila mata sang anak mengalami kerusakan, para orang tua akan menyalahkan anaknya karena menonton televisi dengan jarak yang terlewat dekat. Sebenarnya, hal ini adalah sebuah mitos.

Mitos ini dimulai pada tahun 1960 ketika sebuah perusahaan televisi mengeluarkan  produk baru yang memancarkan radiasi 100.000 kali lebih banyak dari yang dianggap aman. Perusahaan tersebut segera memperbaiki produk mereka, tetapi stigma tersebut masih ada sampai sekarang.1

 dr. Lee Duffner dari American Academy of Ophthalmology tidak khawatir dengan jarak yang terlewat dekat dalam menonton televisi, karena pada jarak apapun tidak akan menyebabkan kerusakan fisik untuk mata. dr. Lee Duffner juga menambahkan bahwa menonton televisi yang berlebihan dapat menyebabkan mata kelelahan, terutama untuk mereka yang menonton televisi dari jarak yang terlalu dekat atau mereka yang menonton televisi dari sudut yang tidak lumrah.1

Anak-anak dapat fokus ke jarak yang lebih dekat tanpa mata yang kelelahan daripada orang dewasa. Maka dari itu, anak-anak sering mengembangkan kebiasaan memegang bahan bacaan terlalu dekat atau menonton televisi terlewat dekat. Seperti yang sudah dinyatakan sebelumnya, tidak ada bukti yang mendukung bahwa hal ini dapat merusak mata anak-anak ataupun dewasa. Pada anak-anak, kebiasaan ini biasanya akan menghilang ketika mereka beranjak dewasa.2

Mata yang lelah memang merupakan suatu kondisi yang sementara dan tidak akan merusak mata secara permanen, tetapi mata yang terlalu lelah dapat merujuk ke migrain yang kronis, penglihatan yang kabur, dan mata yang kering. Para insan yang sudah memakai kacamata tidak hanya harus rutin mengecek mata mereka, tetapi juga harus selalu memakai kacamata mereka untuk mencegah berbagai hal yang tidak diinginkan seperti mata yang terlalu lelah.3 Untuk mengatasi kelelahan ini, dapat dengan cara mematikan televisi dan beristirahat dengan cukup. Dengan tidur yang cukup, mata yang lelah akan kembali normal dengan cepat.1

Orang-orang menderita rabun dekat karena mata mereka tidak berada dalam ukuran yang tepat. Ketika cahaya melewati lensa mata, cahaya tersebut akan fokus ke retina. Ketika mata berada dalam ukuran yang tidak tepat, gambar akan tidak fokus dengan tepat pada retina, boleh jadi karena terlalu jauh atau terlalu dekat ke lensa mata yang membuat gambar menjadi blur. Tetapi, menonton televisi terlalu dekat tidak mengubah ukuran mata.4 Menonton televisi adalah sebuah gejala, bukan penyebab. Apabila anak-anak menonton televisi terlalu dekat, boleh jadi justru karena mereka memiliki masalah mata yang belum didiagnosis. Maka dari itu, orang tua harus sering memperhatikan anaknya. Tidak lupa untuk melakukan pengecekan mata secara rutin.5

dr. Norman Saffara, ketua dari Maimonides Medical Center di Brooklyn berkata bahwa menonton televisi dengan jarak yang tepat sebenarnya merupakan rekomendasi yang tepat. Karena, meskipun tidak merusak mata, mata yang terlalu lelah dapat menjadi masalah terutama bagi anak-anak yang sering menonton televisi sambil berbaring di lantai. Melihat televisi ke arah atas seperti contohnya menonton televisi dari lantai akan menyebabkan mata terasa lebih lelah daripada menonton ke arah bawah atau lurus.

Penyebab kelelahan mata tidak hanya menonton televisi dengan jarak yang terlewat dekat atau dengan sudut yang tidak lumrah, tetapi juga dapat terjadi apabila menonton televisi yang kondisi cahayanya terlalu berbeda dengan kondisi cahaya di lingkungan sekitar.6 Sehingga kesimpulannya, menonton televisi terlalu dekat tidak akan merusak mata secara permanen.

REFERENSI

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x