Mohon tunggu...
Humaniora

Rupiah Menguat dan Rupiah Melemah dalam Kepemimpinan Presiden Jokowi

27 April 2018   11:34 Diperbarui: 27 April 2018   11:57 0 0 0 Mohon Tunggu...
Rupiah Menguat dan Rupiah Melemah dalam Kepemimpinan Presiden Jokowi
Dok.pri

Menarik dan selalu menjadi pembahasan serta pertanyaan semua masyarakat bilamana berkaitan dengan nilai Rupiah karena hal tersebut mempengaruhi perekonomian suatu negara yang berdampak pada semua lapisan masyarakat. Rupiah naik atau Rupiah turun....mengapa bisa terjadi yaaa ??? Ter-update sejak akhir pekan lalu adalah adanya pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS.  

Umumnya, pemerintah atau Presidennya menjadi pihak pertama yang langsung dikaitkan dengan pelemahan Rupiah ini dan beragam reaksi muncul berupa pesimis terhadap nasib ekonomi Indonesia dan lain sebagainya. Dan saat Rupiah menguat...umumnya tidak menjadi pembahasan maupun pertanyaan.

Menyimak Analis Binaartha Securities Reza Priyambada dan Direktur Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) bahwa  pelemahan Rupiah tak dapat dilepaskan dari sentimen eksternal. Nilai tukar dolar AS sudah kembali menguat terhadap mata uang utama maupun mata uang negara-negara berkembang.

Pelemahan yang terjadi pada Rupiah, cenderung diakibatkan imbas dari pergerakan mata uang utama dunia.   Selain itu, ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga acuan oleh Bank Sentral Inggris Bank of England (BoE) berdampak pada nilai tukar poundsterling. Perlu diketahui, mata uang negara-negara di kawasan Asia pun mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Mulai dari Dolar Singapura, Baht Thailand, Peso Filipina, Rupee India, Won Korea Selatan, Yuan Cina, dan Yen Jepang.

Sementara Menkeu Sri Mulyani mengatakan penyebab kurs Rupiah melemah lebih banyak dipengaruhi kebijakan ekonomi dari pemerintah AS seiring dengan perbaikan data ketenagakerjaan dan inflasi di AS dan kebijakan fiskal, moneter serta perdagangan AS juga akan sangat mempengaruhi dunia, termasuk berdampak ke nilai tukar Rupiah maupun negara lain...karena AS merupakan negara terbesar dan perekonomian terbesar di dunia, 20% dari seluruh barang dan jasa di dunia diproduksi di Amerika Serikat  dan USD adalah mata uang de facto perdagangan internasional.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyampaikan tidak khawatir dengan pelemahan tersebut karena fundamental ekonomi Indonesia sangat kuat untuk menghadapi gejolak naik turunnya nilai tukar Rupiah dan menilai melemahnya nilai tukar Rupiah itu selalu punya dua dampak positif sedangkan negatif dimana sektor pelaku ekspor bergembira terhadap kabar itu dan sektor pelaku impor pasti akan kesulitan.

Nilai Rupiah kembali turun terhadap dollar AS juga terjadi pada akhir Februari tahun ini, dan hampir menyentuh Rp 14.000 per dollar AS.   Banyak pihak menyebutkan menjadi "lampu kuning" bagi Pemerintah karena sebagai valuta resmi yang digunakan Indonesia untuk transaksi luar negeri, penurunan nilai Rupiah tentu akan berimbas ke berbagai sektor dimana saat itu terdapat adanya hasil terbaru Median yang memperlihatkan elektabilitas Jokowi terus menurun dari bulan ke bulan.

Penurunan elektabilitas tersebut sebagian besar karena adanya anggapan ketidakmampuan dalam menyelesaikan masalah ekonomi bahkan dari Oktober 2017 hingga Februari 2018, Jokowi terpaksa kehilangan 1,2 persen pemilihnya. Akhirnya dapat disampaikan bahwa kejadian seperti ini bukan yang pertama kali terjadi..namun sudah berulangkali terjadi sejak lama.

Dan untuk masa kepemimpinan Presiden Jokowi juga bukan pertama kalinya terjadi karena di tahun pertama kepemimpinannya telah mendapat penilaian dari banyak pihak tentang pemerintahannya khususnya dari pihak-pihak yang mempunyai kepentingan tertentu dengan memanfaatkan dampak kenaikan BBM dan kondisi perekonomian global yang terjadi satu bulan belakangan ini menjadi pembenaran menilai Jokowi gagal dalam 1 tahun kepemimpinannya.

Dan sampai saat ini meski sering disudutkan dan difitnah namun terdapat banyak prestasi  serta dengan bukti kerja nyata dan niat lurus untuk bangsa dan negaranya.   Slogan "Bekerja, bekerja, bekerja" merupakan semangat motivasi dalam memimpin negara ini ternyata menghasilkan prestasi yang luar biasa.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x