Mohon tunggu...
Sefri Ton
Sefri Ton Mohon Tunggu... Penulis - Sang Pujangga

Suka jalan, suka nulis, suka nyanyi, suka main bola, suka hati

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Strategi Bersaing Bisnis dan Partai Politik Pemilu 2024, Apakah Sama?

29 Juli 2022   11:50 Diperbarui: 29 Juli 2022   11:57 148 5 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Dalam usaha atau bisnis tentu orang mengenal atau mengetahui pesaing/kompetitor. Bersaing dalam bisnis itu hal biasa. Apalagi dalam dunia digital seperti sekarang ini. Banyak orang memulai usaha dari toko fisik, website, marketplace, dan media sosial. Semakin banyak kompetitor akan semakin ketat juga persaingan dalam merebut hati konsumen. Kondisi ini sepertinya akan sama dengan partai politik di pemilu 2024. Semakin banyak partai politik akan semakin ketat persaingan dalam merebut hati pemilihnya.

Dalam dunia usaha semakin banyak pesaing maka perusahaan akan memunculkan banyak inovasi, atau bahkan saling berintimidasi. Pebisnis berusaha mempertahankan keunggulannya dari pesaing. Sekarang kita masukkan konsep ini dalam dunia politik, mungkinkah sama konsepnya. Jika sama berikut langkah strategis yang  biasa dilakukan dalam dunia bisnis.

  • Mengenal Pesaing/ Kompetitor

Pebisnis akan berupaya mencari tahu produk/jasa, target pasar maupun model bisnis yang dilakukan oleh pesaing. Pebisnis harus mengetahui keunggulan yang ditawarkan dan berusaha mencari cela untuk bersaing. Biasanya perusahaan melakukan banyak hal demi mengetahui keunggulan pesaing, mulainya mendatangi pesaing, membeli produknya, atau dengan survey langsung ke konsumen. Setelah mengetahui lawan bisnis, perusahaan akan melakukan penawaran produk dengan membandingkan diri bahwa produknya unggul, melakukan promosi, diskon, dan sebagainya.

Dalam partai politik (parpol) juga sama halnya dengan bisnis. Masing-masing partai berusaha mencari tahu pesaing politik, mengetahui wilayah basis partai, program kerja, figure/tokoh politik dengan jejak pengalaman dan lainnya. Parpol berusaha mengenal lawan/ pesaing dalam pemilu. Jumlah partai politik untuk pemilu tahun 2024 sebanyak 45 parpol yang sudah mendaftar dan siap mengikuti pemilu. Parpol-parpol ini akan berusaha saling mengenal dan bersaing untuk mendapatkan hati konsumen. Partai penguasa pasar, partai koalisi, partai oposisi, partai pendatang baru masing-masing dengan keunggulannya. Semuanya akan bersaing di pemilu 2024. Bakalan seru, pendatang baru bisa jauh lebih unggul dari parpol lama. Sebaliknya parpol lama dengan segala pengalamannya mampu menenggelamkan parpol kecil atau pendatang baru. Mengenal lawan politik dengan segala keunggulan dan menciptakan inovasi yang memberi nilai bagi konsumen.  

Konsumen merupakan raja yang harus dipenuhi kebutuhan dan keinginannya. Jika mengetahui kebutuhan atau keinginan maka perusahaan bisa menawarkan produk/jasa yang sesuai sehingga konsumen merasa puas. Setelah konsumen merasa puas menggunakan produk atau jasa maka akan loyal. Perusahaan mendapatkan keuntungan besar jika konsumennya sudah loyal. Pengenalan konsumen secara detail, masalah yang dihadapi konsumen, kebiasaan berbelanja, kebutuhan prioritas, dan hal yang membuat mereka berubah. Perusahaan biasa mengetahuinya melalui riset atau survey konsumen. Setelah survey pebisnis mulai menerapkan strategi pemasaran dan strategi pengembangan produk. Konsumen perusahaan kadang tersegmentasi seperti usia, jenis kelamin, demografi, tingkat pendapatan dan sebagainya.  

Sementara kondisi mengenal konsmuen dalam politik saat ini akan menjadi tantangan yang luar biasa bagi parpol pemilu 2024. Sebagai konsumen atau pemilih parpol adalah seluruh masyarakat Indonesia yang berusia diatas 17 tahun dan terdaftar. Data sensus penduduk tahun 2020 bahwa total penduduk Indonesia adalah 270,20 juta jiwa.

Berdasarkan data ini maka mayoritas penduduk Indonesia didominasi oleh milenium dan generasi Z. Semnatara data penduduk Indonesia yang berpotensi mengikuti pemilu 2024 sekitar 206.689.516 orang dan pilkada tahun 2024 sekitar 210.505.493 orang. Partai politik tentu harus memahami perilaku calon pemilihnya. Kedua generasi yaitu milenium dan Gen Z ini unik, sulit ditebak. Generasi ini mudah mengikuti dan mendapatkan informasi melalui media sosial. Artinya generasi ini selalu mengandalkan social influencer yang dapat diunggah di media sosial, seperti instagram, facebook, twitter, tiktok, atau media sosial pendatang baru lain. Hari ini sesuatu yang trending topic, maka dia akan mengikuti, besok muncul trending topic baru, dia mengikuti lagi. Partai politik harus adaptif sehingga mengikuti keinginan calon konsumen. Konsumen ini bisa berubah pikiran hanya karena trend sesaat. Partai pendatang baru adaptif dengan konsumen ini bisa jadi penantang yang luar biasa.

  • Menunjukkan Diferensiasi

Dalam bisnis muncul istilah diferensiasi atau hal pembeda yang menjadi keunggulan produk/jasa dan nilai usaha. Keunggulan dan nilai usaha harus dengan mudah diidentifikasi oleh konsumen. Hal ini juga secara tidak langsung menyerang kelemahan pesaing. Misalnya usaha makanan yang menggunakan bahan pilihan dan organik. Usaha sepatu kulit sapi yang terbuat dari bahan berkualitas premium dan desain berbeda, produk dengan desain  kemasan yang unik. Konsumen dengan mudah bisa langsung merasakan atau melihat keunikan produk yang ditawarkan perusahaan.

Hal ini berbeda dengan partai politik menjelang pemilu 2024. Parpol yang berkuasa mungkin akan menunjukkan bahwa mereka selama ini berkarya yang bisa dibuktikan dan dirasakan. Sementara parpol oposisi berusaha menunjukkan bahwa yang dilakukan parpol penguasa itu ternyata salah, harus begini dan harus begitu. Sedangkan parpol pendatang baru menyatakan parpol penguasa dan parpol oposisi tidak berpihak pada konsumen. Parpol-parpol saling bersaing dan mungkin muncul kecurangan dalam mendapatkan hati konsumen. Semua parpol akan berjualan janji akan masa depan. Hal unik disini yaitu ketika menjual janji sebagai suatu keunggulan yang sulit untuk dirasakan langsung oleh konsumen.

  • Memperkuat Brand

Brand merupakan karakter, pengalaman-pengalaman yang peroleh  konsumen ketika melihat dan menggunakan produk dari perusahaan. Konsumen atau calon konsumen dapat mengenali bisnis lewat brand. Brand bisa dimulai dari logo, warna, atau gaya berkomunikasi dalam bisnis. Perusahaan sangat membutuhkan brand awareness, demi membentuk basis konsumen atau penjualan produk. Perusahaan yang mempunyai brand awareness yang kuat akan menjadi kunci dalam persaingan bisnis. Konsumen akan cenderung memilih produk dengan brand yang terkenal. Hal ini berdampak pada penjualan produk semakin meningkat.

Hal serupa dilakukan oleh partai politik. parpol melakukan banyak promosi lewat berbagai media dan berbagai even demi membangun brand dimata konsumen. Tingkat keefektifan membangun brand akan terlihat setelah pemilu dan perhitungan suara.

  • Melakukan Inovasi Yang Terus Menerus

Perusahaan melakukan analisis pasar dan pemasaran. Hasil analisis digunakan untuk mencocokkan dengan kualitas produk yang dihasilkan. Produk harus sesuai dengan yang diinginkan konsumen supaya tidak berpindah ke kompetitor. Perusahaan harus terus melakukan inovasi secara berkala, menyesuaikan dengan trend supaya tetap unggul.

Apakah hal yang sama harus dilakukan partai politik? Inovasi yang dilakukan parpol akan kecenderungan kepada inovasi layanan dan pendekatan. Parpol berusaha sedemikian rupa agar tampil memikat dan disukai oleh pemilih.

  • Meningkatkan Kehadiran Lewat Online

Penerapan starategi lewat dunia digital tidak akan terhindarkan lagi. Mengingat sekarang ini semua serba internet. Hampir semua orang melakukan transaksi melalui online. Hal itu yang dilakukan perusahaan agar produk dan layanannya sampai ke tangan konsumen. Perusahaan berusaha mengembangkan website dan meningkatkan penggunaan media sosial. Penggunaan media online ini untuk membagikan konten-konten yang menarik dan relevan dengan audiens. Akun media sosial perusahaan dengan pengikut yang banyak maka semakin banyak yang mengenal bisnis.

Sedang bagi partai politik mengunakan media digital sudah dilakukan, mengingat biasanya para tokoh politik secara individu memiliki akun medsos yang dikelola secara professional. Akun-akun ini selalu menyebarkan informasi yang berhubungan dengan kegiatan sehari-hari dari pemilik akun.

  • Memperluas Jangkauan Pasar

Dalam dunia bisnis jika perusahaan yang sudah memiliki konsumen yang loyal dan dan brand yang kuat, akan berusaha memeperluas target pasar. Ini sering kita temui. Misalnya perusahan awalnya menjual produk target utama untuk kaum perempuan rentan usia 18 sampai 25 tahun, mungkin akan memperlebar usaha untuk konsumen ibu-ibu.Target pasar baru dengan menambah segmentasi akan mempercepat pertumbuhan, namun perusahaan sudah pasti mempersiapkannya terlebih dahulu, agar bisa berhasil.

Sedangkan dunia politik target umumnya juga sama. Partai politik sebelumnya sudah memetakkan daerah basis partai, mengingat ada perwakilan anggota partai atau tokoh figure asal daerah. Bercermin dari pemilu sebelumnya terkadang pemilihan anggota dewan daerah itu dimenangkan oleh partai A, karena merupakan daerah basis. Namun hasil akan berbeda ketika pemilihan presiden daerah basis belum menjamin partai pengusung figure tertentu menang di wilayah tersebut. Hal ini yang menjadi titik focus partai untuk memastikan menang semuanya.

  • Mencari Mitra

Persaingan dunia bisnis selalu menarik, belakang ini perusahaan selalu mengajak kompetitornya untuk bekerja sama, berkolaborasi dan mengembangkan bisnis bersama. Penggabungan kelebihan perusahaan mitra mampu menghasilkan suatu produk atau layanan unggul dan menjangkau target pasar baru. Bermitra bukan berarti tidak bersaing, tetapi menciptakan sesuatu hal baru.

Menjelang pemilu 2024 juga partai politik sudah mulai bergerak untuk bekerja sama. Beberapa partai besar berkolaborasi untuk mengusung figure politiknya demi memenangkan pemilu. Harapannya tiap partai dengan bekerja sama akan menciptakan dinamika politik yang baik bagi masyarakat Indonesia.

  • Memberikan Pelayanan Prima dan Terbaik 

Persaingan dunia bisnis sudah menuntuk pelayanan prima dan terbaik kepada konsumen. Pelayan ini bertujuan untuk mendatangkan kepuasan dan loyalitas konsumen. Konsumen yang sudah loyal dapat merekomendasikan produk/jasa yang digunakan kepada orang lain untuk membeli dan menggunakan. Sebaliknya pelayanan yang buruk membuat konsumen mudah berpindah ke kompetitor.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan