Mohon tunggu...
Muhammad Wahdini
Muhammad Wahdini Mohon Tunggu... Buruh - pembelajar

.....

Selanjutnya

Tutup

Nature Artikel Utama

Menjajaki Pengurangan Karbon dari Penjualan iPhone 12

27 Oktober 2020   21:11 Diperbarui: 3 November 2020   12:57 566
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dikarenakan hampir di seluruh kegiatan tersebut membutuhkan sumber energi yang saat ini sebagian besar berasal dari bahan bakar fossil yang tak terbarukan seperti: minyak bumi, gas alam, dan batubara. Dari pembakaran bahan bakar tersebutlah emisi dihasilkan dan berakibat pada peningkatan gas rumah kaca.

Gas rumah kaca adalah gas di atmosfer bumi yang menyerap dan memantulkan kembali rariasi sinar matahari ke bumi. Aktivitas manusia belakangan ini menyebabkan produksi gas rumah kaca semakin meningkat. 

Sebagai bagian dari upaya mengurangi peningkatan gas rumah kaca, perlu cara menghitung besaran emisi gas rumah kaca yang diproduksi oleh individu atau organisasi atau perusahaan dalam membuat suatu produk, dan ini yang disebut jejak karbon.

Sederhananya, semakin tinggi nilai jejak karbon yang dihasilkan, semakin tinggi pula konsetrasi gas rumah kaca yang ada di atmosfir bumi, dan akan menyebabkan suhu bumi yang meningkat dan berujung pada perubahan iklim.

Inisiasi Pengurangan Jejak Karbon

Upaya yang dilakukan Apple dengan mengurangi earphone dan charger dalam paket penjualan smarphone yang membuat dus lebih kecil--terlepas ini bagian dari strategi penjualan--dapat dikatakan bagian dari upaya pengurangan jejak karbon. Ada rantai produksi dan distribusi yang ditekan untuk mengurangi emisi yang dihasilkan. 

Perubahan yang dilakukan bahkan diklaim akan mengurangi emisi atau jejak karbon sebesar 2 juta per ton per tahun atau setara menghilangkan 450.000 mobil per tahun.

Namun upaya pengurangan jejak karbon tidak hanya terhenti disitu. Penggunaan lebih banyak material daur ulang (upcycling) untuk produk terbaru harus ditingkatkan. Ini juga akan memacu percepatan circular economy di masa mendatang.

Lain itu, efisiensi penggunaan energi pada tahap produksi dan lebih menggunakan energi terbarukan harus diakselerasi. Tidak hanya pada proses produksi, pada proses distribusi produk, penggunaan kendaraan dengan energi terbarukan harus diutamakan ketimbang menggunakan kendaraan berbahan bakar fossil.

Pengurangan dari hulu

Di samping langkah progresif yang dilakukan oleh produsen, upaya pengurangan jejak karbon juga dapat bermula di hulu, dari kebiasaan-kebiasaan aktivitas manusia dalam keseharian.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun