Mohon tunggu...
Sayuh
Sayuh Mohon Tunggu... Supir - Poto

Aku temukan tanpa mencari

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Terimakasih

26 Agustus 2022   01:39 Diperbarui: 26 Agustus 2022   01:40 42 5 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Dengarlah racauan puisi-puisiku yang terus bergema, beranjak dan berkepak melintasi lorong-lorong jagad raya

Sayap-sayapku memang patah, tapi kakiku kokoh berpijak untuk mengangkangi kesialan nasib

Cukup ... cukup sudah. Biar celaan memanjat dogma satu-persatu mula terdengar gagu, aku pun tak lagi termakan gerhana kecemasan

Aku sudah bertarung
memenangkan banyak pergulatan, terimakasih pada patronasi-patronasi beradu memperdaya roh

Lihatlah kakiku berjalan berjinjit membungkami mulut-mulut sarkastik, dan senyum surga telah kudekap bersama Dewa-Dewi

Krian, Sidoarjo 27 Juli 2022
Sayuh
Pak Supir Menulis Lepas Berjiwa Bebas

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan