Mohon tunggu...
Sanggra Yolanda Agatha
Sanggra Yolanda Agatha Mohon Tunggu... Ordinary Guy with Great Dream

Alumni Politeknik Keuangan Negara STAN yang masih berkecimpung di dunia pemerintahan dan sedang melanjutkan studi D-IV Akuntansi Alih Program Politeknik Keuangan Negara STAN 2019. Kekurangan dan Kesalahan Pasti Saya Miliki, Karena Kesempurnaan Hanya Milik Tuhan Yang Maha Esa.

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Pilihan

7 Dosa Mematikan Jadi Strategi Perkembangan Bisnis E-Commerce

15 Januari 2020   12:00 Diperbarui: 15 Januari 2020   12:06 62 0 0 Mohon Tunggu...

Mungkin sebagian besar orang menganggap 7 dosa mematikan (7 deadly sins) atau 7 dosa pokok (7 capital sins) adalah hal yang sangat buruk dan dihindari.

Sebenarnya, apa itu 7 dosa mematikan?

Dalam tradisi kristen, 7 dosa mematikan adalah merupakan dosa-dosa yang "utama" karena merupakan cikal bakal dosa-dosa lainnya yang bisa dilakukan manusia. Dosa-dosa itu antara lain kesombongan (pride), iri hati (envy), kemarahan (anger), ketamakan (greed), hawa nafsu (lust), rakus (gluttony), dan kemalasan (sloth).

Lalu apa hubungannya 7 dosa mematikan tersebut dengan perkembangan e-commerce saat ini?

Saat ini e-commerce sangatlah berkembang pesat sejak kemunculan pertamanya dalam dunia jual-beli hingga sekarang banyak sekali platform-platform yang dapat menjadi pilihan tempat transaksi yang kita inginkan. Menurut penulis, hal tersebut tidak terlepas dari 7 dosa mematikan tersebut. Mengapa demikian? Mari kita bahas satu per satu.

  • Kesombongan (Pride)

Apa hubungan kesombongan (pride) dengan perkembangan e-commerce saat ini? Dapat kita asumsikan bahwa sifat sombong pada dasarnya sudah ada dalam diri manusia dalam alam bawah sadarnya. Secara langsung maupun tidak langsung seseorang akan menunjukkan sifat sombong ke orang lainnya. 

Hal tersebut dapat membantu perkembangan e-commerce secara pesat. Contoh sederhana, jika ada suatu produk terbaru yang belum bisa didapatkan di negara anda tetapi anda sudah bisa memilikinya terlebih dahulu maka secara tidak sadar anda akan memiliki kebanggaan atas hal tersebut. Contoh lain, jika ada produk yang terbatas penjualannya dan anda dapat memilikinya, bagaimana perasaan anda?

Dalam kasus ini, kesombongan memegang peranan dalam perkembangan e-commerce, karena dengan platform-platform e-commerce anda dapat memiliki hal-hal atau produk-produk yang belum atau bahkan tidak dimiliki orang lain. Rasa sombong atau bangga yang dapat membuat seseorang berlomba-lomba untuk menikmati rasa sombong dan dengan bantuan e-commerce, seseorang dapat menikmati rasa sombong.

  • Iri hati (Envy)

Berbanding lurus dengan kesombongan, iri hati (envy) akan timbul dengan sendirinya dari diri seseorang ketika ia melihat atau mendengar tentang apa yang dimiliki orang lain yang dirinya tidak memilikinya. 

Contoh sederhananya, ketika anak kecil melihat temannya dibelikan mainan oleh orang tuanya, maka akan timbul rasa iri dan ingin memiliki mainan yang sama atau bahkan lebih bagus dari mainan yang dimiliki temannya tersebut. Rasa iri ini mungkin sering kita rasakan dari kecil dan mungkin secara tidak sadar kita memilikinya.

Hal tersebut dapat menjadi motor pendorong perkembangan e-commerce karena dengan adanya platform-platform e-commerce yang menyediakan hal-hal yang kita butuhkan untuk memuaskan rasa iri hati atas hal-hal maupun produk-produk yang kita belum miliki tetapi sudah dimiliki oleh orang lain.

  • Kemarahan (Anger)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x