Mohon tunggu...
Sawung Aji
Sawung Aji Mohon Tunggu... Mahasiswa - local content

saya menulis karena saya ingin

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Menuju Satu Dekade Diplomasi ala Retno Marsudi

4 Januari 2022   20:13 Diperbarui: 5 Januari 2022   04:16 299
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Diplomasi telah menjadi salah satu bagian yang vital dalam kehidupan negara dan merupakan sarana utama guna menangani masalah-masalah internasional agar dapat dicapai suatu perdamaian dunia, juga mengurus berbagai hal seperti budaya, ekonomi, dan perdagangan. 

Diplomasi terdiri dari diplomasi bilateral antara dua pihak, diplomasi multilateral yang melibatkan banyak pihak, dan diplomasi regional antara negara-negara yang berdekatan atau dalam satu kawasan.

Diplomasi di Indonesia mejadi tugas pokok kementrian luar negri, sebagaimana dalam perpres tentang kementerian luar negeri bab I. Kedudukan, tugas, dan fungsi Pasal IV Kementerian Luar Negeri mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang luar negeri untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. 

Saat ini yang menjabat sebagai mentri luar negri Indonesia ialah Retno Lestari Priansari Marsudi, S.H., LL.M. yang dua kali menjabat sebagi menlu di pemerintahan presiden Joko Widodo, juga mejadi menteri luar negeri perempuan pertama di Indonesia. 

Kepercayaan presiden untuk menujuk Retno Marsudi menjadi menlu untuk kedua kalinya tak lepas dari suksesnya diplomasi internasional yang dijalankan semasa lima tahun jabatan sebelumnya, salah satu pencapaian besar yang mampu membawa Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap dewan keamanan PBB untuk periode 2019-2020,

Dalam kurun waktu hampir satu dekade menjabat sebagai mentri luar negri, Retno Marsudi mampu membawa Indonesia menjadi aktor utama diplomasi di kancah internasional. 

Hal ini tercermin dari peran indonesia melalui mentri luar negri dalam penyelesaian krisis politik di Myanmar, sebagai penggerak terjadinya penyelesaian krisis regional di Myanmar, Retno Marsudi mengatakan Indonesia memilih untuk tidak berdiam diri terkait konflik politik di Myanmar. Indonesia memilih pendekatan shuttle diplomasi guna berkontribusi mencari penyelesaian terbaik bagi situasi di Myanmar. 

Hal ini diwujudkan dengan menlu Retno intensif berkonsultasi dengan ketua ASEAN, para menteri luar negeri dari Filipina, Malaysia, Singapura, Vietnam, Laos, dan Kamboja, serta dengan utusan khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang menghasilkan agenda pertemuan darurat tingkat tinggi Asean terkait krisis Myanmar yang dilakukan di kantor Asean Jakarta.

Dalam isu internasional, menlu Retno juga ikut berpartisipasi aktif untuk menjaga perdamaian dunia, sebagaimana dalam amanat UUD 1945  'ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi' tergambar pada getolnya indonesia memperjuangkan hak kemerdekaan Palestina dan krisis kekuasaaan di Afghanistan. Indonesia menjadi salah satu negara yang paling aktif berjuang untuk kemerdekaan Palestina. 

Upaya menggalang dukungan terhadap Palestina terus dilakukan Indonesia bersama dengan negara lain. Dalam Majelis Umum PBB, menlu Retno meminta majelis untuk mengambil tiga langkah konkret untuk menghentikan kekerasan dan aksi militer Israel-Palestina, memastikan akses kemanusiaan dan perlindungan rakyat sipil Palestina, dan mendorong negosiasi multilateral yang kredibel. 

Terkait krisis  di Afghanistan, Retno Marsudi mengambil langkah cepat untuk mengevakuasi 26 WNI atas gejolak politik yang terjadi di Afghanistan setelah taliban mengambil alih kekuasaan, menlu Retno juga mengikuti KTT OKI pada 19 Desember yang diselenggarakan di Islamabad Pakistan untuk membahas krisis di Afghanistan, Dalam pernyataanya Indonesia siap berkontribusi dengan menyediakan bantuan makanan dan berkoordinasi dengan badan-badan bantuan PBB di Afghanistan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun