Mohon tunggu...
Satya Ningtyas Widyawati
Satya Ningtyas Widyawati Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Saya seorang Mahasiswa D3 Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pentingnya Implementasi Toleransi antar Umat Beragama

28 Juni 2022   09:11 Diperbarui: 28 Juni 2022   09:14 74 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Indonesia dijuluki The Big Moslem Population oleh dunia karena mayoritas dari masyarakat Indonesia beragama Islam dan menjadi negara dengan jumlah umat muslim terbanyak nomor satu di dunia. Selain itu, Indonesia juga dikenal dengan negara yang menganut dan mengakui banyak agama. Ada enam agama yang diakui oleh Indonesia, yaitu Agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha dan Kong Hu Chu.

Meskipun Agama Islam menjadi agama yang paling banyak penganutnya, Indonesia tetap memberikan kebebasan kepada warga negaranya untuk memeluk keyakinannya masing-masing. Kebebasan ini diatur dalam Pasal 28 E Ayat (1) UUD 1945 yang berbunyi bahwa setiap warga negara bebas memeluk agama dan beribadah sesuai agamanya.

Perbedaan agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia ini tidak dapat dipungkiri mengakibatkan berbagai macam konflik dan perkelahian. Salah satu contoh konflik yang cukup terkenal yaitu kasus Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin yang ada di Bogor. Kasus ini berawal dari pembekuan izin pembangunan GKI Yasmin yang kemudian berlanjut penggugatan hingga tingkat Mahkamah Agung. Kasus ini semakin meluas dan bukan lagi hanya menjadi kasus agama tetapi merambat ke kasus politik. Selain kasus ini juga cukup banyak kasus-kasus mengenai perbedaan agama di Indonesia.

Dari berbagai macam konflik yang muncul sebagai akibat dari perbedaan agama di Indonesia, membuktikan bahwa toleransi antar umat beragama sangat penting. Toleransi adalah sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan orang lain. 

Toleransi merupakan bagaimana sikap individu terhadap individu lain maupun terhadap masyarakat, sikap yang baik tanpa memandang perbedaan kepercayaan ataupun pendapat yang berbeda. Toleransi dapat dijadikan salah satu media pemererat tali persaudaraan antar umat beragama.

Salah satu contoh nyata dari penerapan toleransi antar umat beragama dapat dilihat disebuah desa di Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, yaitu Desa Balun. Desa Balun memiliki julukan Desa Pancasila karena di desa tersebut terdapat tiga agama yang dianut masyarakatnya, yaitu Agama Islam, Kristen Protestan dan Hindu. Tempat ibadah dari masing-masing agama juga letaknya cukup berdekatan.

Toleransi yang tinggi dapat terlihat pada hari-hari ibadah biasa maupun hari raya. Misalnya setiap hari minggu umat Nasrani akan beribadah di Gereja pada pagi dan sore hari. Ibadah sore yang dilakukan pukul 18.00 dan berlangsung kurang lebih antara satu hingga dua jam tentunya bertabrakan dengan ibadah sholat isya. 

Untuk menghargai umat Nasrani yang sedang beribadah di Gereja, maka hanya Adzan saja yang berkumandang di pengeras suara Masjid tanpa disertai Qiro'ah seperti hari-hari biasanya. Itu merupakan contoh sederhana toleransi yang ada di Desa Balun.

Contoh yang lain yaitu saat rangkaian Hari Raya Nyepi, yaitu tawur kesanga yang dilanjutkan dengan pawai ogoh-ogoh. Upacara Agama Hindu ini biasanya dilakukan dengan mengarak karya seni patung berbentuk bhuta kala secara meriah mengelilingi desa. Sebagai bentuk Toleransi, pemuda pemudi dari umat muslim dan nasrani ikut membantu menjaga keamanan sepanjang kegiatan, mulai dari keamanan kendaraan serta keamanan upacara agama yang dilakukan.

Contoh kecil dari toleransi yang ada di Desa Balun ini apabila dapat dikembangkan dan dilakukan oleh seluruh masyarakat yang ada di Indonesia maka dapat menciptakan suasana yang damai meskipun terdapat perbedaan agama. Toleransi yang tinggi akan memberikan dampak yang baik bagi kemajuan, kedamaian seluruh warga negara Indonesia dan juga persatuan Indonesia.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan