Mohon tunggu...
Iya Oya
Iya Oya Mohon Tunggu... Laki-laki

90's

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Berkembanglah Ormas, Bersuaralah Ormas!

27 September 2017   16:53 Diperbarui: 27 September 2017   17:04 0 3 1 Mohon Tunggu...
Berkembanglah Ormas, Bersuaralah Ormas!
Sumber Gambar: www.invaluable.com

Saya memang bukan anggota dari ormas manapun. Saya juga tidak ikut dalam aksi yang akan dilakukan beberapa hari mendatang. Tulisan ini hanya selintas opini terhadap ormas-ormas dan relasinya terhadap kondisi kebangsaan.

Memang, selama suatu ormas tidak keluar dari parameter konstitusi dan Pancasila, tak ada yang harus dikhawatirkan oleh siapapun --termasuk pemerintah.

Dan mestinya kita bisa melihat aspirasi-aspirasi ormas tadi sebagai suatu kritik atas kebelumberesan kerja pemerintah, atau siapapun itu. Kalau memang para koruptor masih nyengar-nyengir ketika ditangkap dan dipakaikan baju tahanan, maka sudah sepantasnya kalau ada pihak yang mengkritisi. Kalau memang masih ada ketimpangan dalam implementasi hukum kita --maupun aspek-aspek lainnya-- maka pasti masih akan ada pula golongan-golongan yang bersuara, baik itu secara personal maupun kolektif. Manusia berakal sehat mana yang tahan menyaksikan keadaan yang seperti itu? Dan bagaimana jadinya kalau ormas-ormas yang bersuara itu dibungkam, bahkan dibubarkan? Saya tidak mengaitkan ini dengan persoalan yang lalu. Tapi mestinya jangan ada hal-hal semacam itu lagi.

Ini bukan persoalan sistem kebangsaan --apakah itu demokrasi atau bukan demokrasi. Karena bagaimanapun dan apapun sistem yang digunakan, kalau masih terjadi ketidakadilan, ketidakberesan, penyimpangan, maka sudah pasti akan ada yang bersuara lantaran jenuh dengan kenyataan seperti itu.

Pada pokoknya, suatu ormas memang harus dibiarkan lahir dan berkembang biak bertambah banyak. Sekali lagi, dengan parameter bahwa mereka tidak menyalahi konstitusi. Kita butuh itu, dan jangan dinafikan. Tidak seharusnya ada pembungkaman suara. Dan ormas-ormas pun harus tahu batasan konstitusional sehingga tidak dianggap mengganggu stabilitas kebangsaan; supaya tidak timbul saling benci, saling ejek, dan merendahkan pihak lain lantaran kita menganut jalan demokrasi.

Apa yang sebenarnya kita inginkan? Nyatanya, kita sama-sama menginginkan hal yang sama, yaitu kebaikan bagi diri kita maupun bangsa ini. Dan seharusnya, kalau ada suara-suara lagi, mulut-mulut yang bersuara itu pun jangan menyuarakan hal-hal yang tidak sejalan dengan visi misi kebangsaan kita. Hal semacam itu yang buat berisik, dan kita tidak butuh suara-suara macam tadi.

Siapapun itu orangnya maupun golongannya, silahkan menanamkan nilai-nilai kebaikan dengan caranya sendiri, sehingga berimplikasi pada kemajuan bangsa. Sekali lagi, dengan tidak melanggar batas-batas marginal yang sudah ditentukan.[]