Mohon tunggu...
Satya Anggara
Satya Anggara Mohon Tunggu... Lainnya - Academic Researcher and Investor

Menyajikan tulisan seputar dunia investasi, bisnis, sosial, politik, humaniora, dan filsafat. Untuk korespondensi lebih lanjut, silahkan hubungi melalui kontak yang tertera di sini.

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Mengapa Anda (Mungkin) Tidak Akan Pernah Menjadi Kaya Raya di Pasar Modal?

9 Juli 2020   12:20 Diperbarui: 9 Juli 2020   12:26 450
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Koreksi di Pasar Modal | Sumber Gambar: https://indiagoneviral.com/ 

Dinamika di pasar modal selama bertahun-tahun telah menciptakan beragam cerita dari para pelakunya. Ketika kita memikirkan tentang kisah sukses, pikiran kita mengarah pada orang-orang seperti Warren Buffett, Ray Dalio, Benjamin Graham, Peter Lynch, dan sebagainya yang sukses melipatgandakan uang mereka dan secara konsisten mengalahkan imbal hasil tahunan pasar. Akan tetapi ketika kita memikirkan contoh kegagalan, mungkin pikiran akan mengingatkan kita dengan contoh seperti tetangga, teman kerja, atau bahkan diri kita sendiri yang sudah kehilangan banyak dan tak kunjung kaya raya.

Potensi imbal hasil yang menggiurkan dari pasar modal sejatinya bukan mitos belaka. Lebih jauh, kita tidak dituntut untuk memiliki keterampilan khusus layaknya para analis agar dapat mengidentifikasi instrumen keuangan mana yang sesuai bagi kita. Dan dengan kemudahan yang diberikan oleh teknologi informasi di era saat ini, beraktivitas di pasar modal hanya membutuhkan handphone dengan koneksi internet dalam genggaman.

Untuk memberikan Anda gambaran mengenai potensi imbal hasil yang menggiurkan dari pasar modal, penulis akan memberikan perbandingan imbal hasil dari Berkshire Hathaway milik Warren Buffett dengan S&P 500 (Pecaut & Wrenn, 2017). Dalam kurun waktu 1965 - 2014, jika Anda menanamkan uang Anda di S&P 500 sejumlah $ 100 pada awal tahun 1965, maka pada akhir tahun 2014, uang Anda akan berkembang menjadi $ 11.196 (pertumbuhan tahunan sebesar 9,9%). Dengan modal tersebut, imbal hasil ini mungkin dapat membelikan Anda sepetak tanah seluas beberapa ratus meter persegi di pinggir Jabodetabek. 

Akan tetapi jika Anda memutuskan untuk menanamkan $ 100 di Bershire Hathaway, maka uang tersebut akan berkembang menjadi $ 751.113 (pertumbuhan tahunan sebesar 19,4%) dalam kurun waktu yang sama. Dengan demikian, ketimbang hanya membeli tanah, Anda mungkin dapat membeli satu unit rumah, sebidang tanah, satu unit mobil, dan satu unit motor, dengan menyisakan sedikit uang di tabungan.

Tentu, jangka waktu 50 tahun tidaklah sebentar. Sebagian orang mungkin sudah keburu wafat sebelum menyentuh umur ke-50. Tapi tenang, jika tujuan Anda hanya sekedar membuat $ 100 menjadi $ 10.000, maka Anda cukup menunggu 26 tahun dengan Berkshire Hathaway (ketimbang 50 tahun dengan S&P 500).

Sebelum masuk lebih jauh, bagi para pembaca yang cukup cermat, sampai di sini Anda tentu menyadari bahwa penulis belum sekalipun menggunakan kata "investasi" sepanjang tulisan ini. Absensi ini memiliki signifikansinya dalam tulisan ini dan bukan dikarenakan minimnya pilihan kosa kata. Menurut hemat penulis, terdapat setidaknya dua jenis pelaku di pasar modal dalam kapasitas mereka sebagai pemilik modal.

Jenis pertama adalah mereka yang lazim disebut sebagai investor. Investor di sini paling mudah didefinisikan sebagai mereka yang menanamkan uang di pasar modal dengan berpedoman pada kondisi fundamental emiten, berorientasi kepada pertumbuhan nilai jangka panjang, serta memandang instrumen keuangan sebagai representasi dari emiten itu sendiri. 

Jenis kedua adalah mereka yang lazim disebut sebagai trader. Trader mudahnya diidentifikasi dengan cara memperlawankannya dengan ciri-ciri dari investor, dalam arti bahwa seorang trader cenderung berpedoman pada aspek teknikal dari pergerakan harga instrumen keuangan, berorientasi kepada pertumbuhan jangka pendek dengan berpatokan pada pergerakan harga instrumen keuangan, serta memandang instrumen keuangan sebagai bagian yang terpisah dari emiten.

Distingsi Investor dan Trader | Sumber Gambar: https://www.wealthcost.com/ 
Distingsi Investor dan Trader | Sumber Gambar: https://www.wealthcost.com/ 

Idenya adalah, tidak semua pelaku di pasar modal dapat dikatakan sebagai investor. Demikian juga sebaliknya, tidak semua pelaku di pasar modal dapat dikatakan sebagai trader. Distingsi ini menjadi penting untuk melihat kepentingan dan pendekatan dari masing-masing pelaku.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun