Aal Arby Soekiman
Aal Arby Soekiman wiraswata - Aquaculture Engineer

Multitasking person as A House Father II Aquaculturist II Translator II Blogger

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Menyapa Bengkirai, Di Rumah Alam Bukit Bengkirai, Kaltim!

19 Mei 2018   14:58 Diperbarui: 19 Mei 2018   15:14 750 2 1
Menyapa Bengkirai, Di Rumah Alam Bukit Bengkirai, Kaltim!
Bukit Bengkirai Menawarkan Banyak Pemandangan Alam (Dokpri)

Tanpa kita sadari atau tidak, keperluan komoditas kayu bagi keperluan bahan bangunan rumah, seperti pintu, kesen jendela, langit-langit rumah sangat diperlukan di perkotaan ya?

Memang masih ada saja sih,  kebutuhan bahan alam itu tersedia melimpah di pasaran, yang digunakan untuk mempercantik rumah kita dengan ornamen-oranamen alam.

Namun ya, jangan terkejut jika beberapa komoditas kayu menjadi harganya bisa tergolong mahal, dan bisa merogok kocek yang amat dalam kan?

Salah satu kayu yang menjadi perburuan adalah kayu Bengkirai. Jenis kayu Kalimantan ini, mudah sekali diproses, mulai dari diserut, dipotong, diukir dan sebaginya. Tidak salah kayu ini menjadi pilihan utama dalam kayu pertukangan yang dijadikan bahan bangunan.

Di alam, pohon bengkirai bisa memiliki diameter 120 cm dan tingginya mencapai 40 meter. Mengenali kayu jenis ini bisa melihat warna kayunya cenderung kuning dan terkadang agak coklat.

Kayu ini banyak digunakan sebagai perabotan rumah dan furniture garden. Kayu jenis bangkirai memiliki kekerasan tinggi dan bobotnya termasuk berat melebihi kayu jati. Kayu ini jenis ini dijual dalam bentuk papan, balok, kaso dan reng.

Harganya dalam bentuk balok mencapai Rp 10 jutaa-an per meter kubik. Dan kayu bengkirai dalam bentuk papan dengan harga Rp 10-11 jutaan per meter-kubik. Sementara harga galar bengkirai saat ini berada kisaran Rp 10 jutaan per meter kubik.

Itulah sebabnya jenis kayu asli Kalimantan ini menjadi buruan, dan mengalami kepunahan di hutan Kalimantan. Barang tentu, kita memang harus paham jika stok pohon kayu yang dipergunakan dari alam atau hutan sangat-sangatlah terbatas.

Hal tersebut bisa kita tahu dari banyak kesaksian dan pemberitaan akan kegiatan illegal logging di era 90-an yang marak yang telah merusak banyak hutan di Kalimantan.

Berada Di Canopy Bridge Bukit Bengkirai (Dokpri)
Berada Di Canopy Bridge Bukit Bengkirai (Dokpri)
Nah, Bisa saja, dengan menjenguk rumah alam yang sakit di rimba belantara kaltim. Menjadikan kita lebih paham, jika alam-pun menginginkan pohon-pohon itu untuk melindungi rumah mereka dari kepunahan semua yang menjadi bagian dalam ekosisitem hutan itu.

Nah kebetulan Kalimantan memang terkenal memiliki stock areal hutan sebagai alas tumbuhnya berbagai jenis pohon kayu endemik itu, yang amat langka saat ini. Karena ya tadi masalah ancaman pembalakan liar dan eksploitasi hutan yang serampangan dewasa ini, diperlukan kepedulian kita dalam upaya pengenalan dan pelestariannya ya.

Bukit Bangkirai areal hutan wisata yang berada di kawasan Kalimantan Timur, mungkin bisa menjadi secuil areal hutan yang menyajikan kokohnya pohon-pohon endemik Kalimantan. Dan areal ini menjadi tempat bagi banyak Flora dan Fauna menyelamatkan diri dari ancaman kepunahan.

Kawasan hutan hujan tropis Bukit Bengkirai ini, luasnya 510 hektar, namun belum termasuk kawasan penyangganya yang luasnya mencapai 1500 Ha. Kawasan ini  yang diberi nama kawasan wisata alam bukit Bangkirai, bisa menjadi alternative tempat ekoturisme keluarga, sembari menjenguk rumah alam beserta Bengkirai yang kini semakin terancam keberadaannya.

Saatnya Menjenguk Bengkirai !

Kebetulan perjalanan yang pernah kami lakukan sebulan lalu, memakan waktu selama satu setengah jam menuju Bukit Bengkirai dari Kecamatan Sepaku, Kabupaten Paser Utara.

Memasuki Kawasan Bukit Bengkirai (Dokpri)
Memasuki Kawasan Bukit Bengkirai (Dokpri)
Selama perjalanan menyajikan kawasan bekas hutan yang gundul. Namun di beberapa titik terdapat semak dengan batang pohon yang menjelma menjadi tanggul. Adapula kawasan yang telah menjadi ladang padi masyarakat.

Tak nampak pohon-pohon tinggi yang menjulang karena sudah dibabat oleh perusaan pemegan HPH (Hak Pengelolaan Hutan).

Eh namun, kawasaan Bengkirai ini menjadi penawar rasa sedih itu. Dimana kawasan ini malah menyajikan pohon-pohon tinggi yang menjulang puluhan meter, hingga mencapai 40-80 cm. Dan berdiameter sampai 3-4 meter. Mereka berdiri kokoh, rapat dan menutupi cahaya sinar matahari yang mencoba menembusnya.

Nah jika berada di Balikpapan, kawasan ini bisa diraih dengan jalan darat dan menyusuri jalan trans Kalimantan menuju Bukit Tahura Suharto. Pada persimpangan kilometer 38 kita bisa menumakan plang besar bertuliskan Wisata Alam Bukit Bengkirai.

Dulu kawasan Bukit Bengkirai memang pernah ditetapkan sebagai areal HPH. Namun pada tahun 1998 kawasan itu dijadikan kawasan wisata alam dan dikelola oleh PT Inhutani-1 Mentawir-Batuampar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2