Aal Arby Soekiman
Aal Arby Soekiman wiraswata - Aquaculture Engineer

Multitasking person as A House Father II Aquaculturist II Translator II Blogger

Selanjutnya

Tutup

Travel Artikel Utama

Yuk Jajal Taman Hutan Raya (Tahura) Peninggalan Soeharto di Kaltim!

14 Mei 2018   21:01 Diperbarui: 16 Mei 2018   21:02 2744 2 1
Yuk Jajal Taman Hutan Raya (Tahura) Peninggalan Soeharto di Kaltim!
Gerbang Tahura Suharto (dokpri)

Pasti ada saja, sebagian orang mengenal Kalimantan Timur hanya dengan sebuah kota yang bernama Balikpapan, karena etalase Kaltim untuk pertumbuhan pembangunan sangat kencang dirasakan di kota ini saja.

Ehh, namun Kota Samarinda sebagai Ibu Kota Provinsi Kaltim terkadang jarang banyak diketahui banyak orang, kan?

Menjajal wilayah Kaltim tentu tidak syah bila tidak mengunjungi kedua kota itu. Karena apa? tentu ada bonus yang didapatkan ketika melakukan perjalanan dari Samarinda ke Balikpapan. Bonus apaan?

Uhh, bisa gak, kalian membayangkan senyuman rimba Kalimantan yang menyapa perjalanan kalian menuju Kota Samarinda tentunya. Iya, Senyuman Taman Hutan Raya (Tahura) yang kayak-kayak senyuman Bapak Soeharto sambil menyapa '"Enak jamanku tho?"

Ya kebetulan saja jalur perjalanan di kedua kota membelah Tahura Soeharto. Jenis pohon Meranti, berdiri kokoh tegak tinggi, berbaris rapi menyambut di kedua sisi jalannya, melembutkan sinar matahari yang panas menjadi dingin seketika masuk menjelejahinya.

Seperti namanya, Tahura Soeharto, kawasan ini dulu menjadi kawasan yang sangat dibanggakan Bapak Soeharto. Tidak main-main peraturan tegas kepada seluruh perusahaan hak pengusahaan hutan dan pertambangan harus menanam benih pohon sebagai upaya program reklamasi pengganti.

Sehingga, ceritanya dulu, kawasan konservasi yang diberi nama Bukit Soeharto banyak dikunjungi oleh para tamu penting dari banyak negara luar.

Konon Ratu Beatrix dari Belanda datang membuktikan keberhasilan sosok HM Soeharto menjaga kelestarian kawasan yang dulu sempat ditetapkan sebagai kawasan Hutan Lindung. Sebelum statusnya diberubah menjadi Taman Hutan Raya Bukit Soeharto dengan luasan 61ribu Ha di 2004.

Bayangakan saja kekayaan yang tersimpan Tahura Bukit Soeharto. Sebut saja sebaran flora Meranti, Keruing, Mahang, Mengkungan, Hora, Medang, Kapur, Kayu Tahan, Keranji dan Perupuk. Ditambah lagi kekayaan fauna seperti orangutan, beruang madu, macan dahan landak, dan rusa sambar.

itravelo.wordpress.com
itravelo.wordpress.com
Dan tidak salah dulu, potensi keanekaragaman hayati menjadi alasan kuat pemerintahan Orba dalam memberi perhatian besar bagi pelestarian lingkungan di kawasan Tahura Bukit Soeharto ini dahulu.

Nah Jika kalian beruntung, kalian bisa saja memergoki mereka di tengah perjalanan! Tapi jika lho! Penasaran?

Mendekat sedikit, yuk, ada apa!
Perjalanan Balikpapan-Samarinda yang berjarak 115 Km via darat, tentu akan melalui kawasan Tahura Bukit Soeharto itu. Selama di perjalanan, perhatikanlah, tidak sedikit dijumpai rumah warga yang dibangun di dalam areal Tahura ini.

Belum lagi Tower Base Transciver Station (BTS) milik operator seluler, juga terlihat kokoh berdiri di sejumlah titik-titik kawasan Tahura.

Padahal larangan mendirikan bangunan di areal Tahura terpampang jelas kok.

Kita juga sering melihat truk berbadan lebar (dump truck) 12 roda bermuatan batubara, lalu lalang di areal Tahura. Terdapat jalan-jalan itu kecil menuju jalan hauling ke tengah areal Tahura, yang dahulu merupakan jalan eks perusahaan kayu pemegang izin HPH.

Pemukiman Di Titik-titk Taura Suharto (Dokpri)
Pemukiman Di Titik-titk Taura Suharto (Dokpri)
Jalan itu berstatus jalan kolaborasi, yang izinnya dikeluarkan oleh Kementerian Kehutanan melalui SK Menhut no 270/2009 hingga SK terbaru nomor 577/2009. Namun di luar itu izin itu tidak sedikit pula ruas jalan bermunculan.

Jauh di dalam areal Tahura, kita bisa mendapati beberapa aktivitas tambang batubara. Lebih lagi, kawasan Tahura Bukit Soeharto juga akan dilalui ruas jalan tol Balikpapan-Samarinda, dan saat ini proyeknya tengah dikebut oleh Pemprov Kaltim tahun ini.

Tarik ulur izin melintas di Tahura pun masing sengit terjadi, terutama izin Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kemenhut. Dan akhirnya, proyek tolnya lanjut.

Sedikitnya ada sekitar 52 izin pertambangan (KP) yang telah dipegang perusahaan tambang di areal Tahura ini. Eksploitasi batubara dilakukan dengan alasan klise yakni perwujudan pembangunan dalam konteks ekploitasi sumber daya alam bagi kesejahteraan rakyat banyak.

Jaln Masuk Alat Berat Ke Areal Tahura Suharto (Dokpri)
Jaln Masuk Alat Berat Ke Areal Tahura Suharto (Dokpri)
Kurang kaya apa lagi coba! Areal Tahura Bukit Soeharto disebut-sebut mengandung cadangan batubara berkisar 150 juta MT. Dengan kondisi itu pula lah menjadi alasan dikeluarkannya eksploitasi pertambangan, dikarenakan kandungan batubara di areal tersebut diduga dapat menyulut kebakaran hutan setiap tahunnya. Haw!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3