Mohon tunggu...
Satria andhika
Satria andhika Mohon Tunggu... Satria andhika

masih menjadi mahasiswa aktif universitas gunadarma bekasi

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Peranan Generasi Muda dalam Menghadapi Bencana Alam Tahunan di Jabodetabek

20 Januari 2021   11:21 Diperbarui: 20 Januari 2021   12:02 61 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Peranan Generasi Muda dalam Menghadapi Bencana Alam Tahunan di Jabodetabek
Pembalakan lahan daerah resapan hijau di bogor jawa barat | dokpri

Sudah bukan rahasia umum lagi bencana alam tahunan yang melanda di Jabodetabek merupakan dampak dari pengalihan fungsi daerah resapan hijau khususnya di kawasan penyangga ibukota Jakarta, Preseden yang melanda di komplek Kemang ivi Jati asih bekasi contohnya merupakan salah satu contoh kecil dari berbagai macam bencana alam yang melanda Jabodetabek setiap tahunya. 

Adapun hal ini seringkali menyebabkan kerugian materil pada setiap tahunya hal ini di konfirmasi oleh pernyataan salah satu warga yaitu bapak Ivan sulistyo beliau mengatakan" Banjir ini sudah melekat  sejak lama  di bekasi ini dan kami juga sudah tidak heran lagi dengan bencana ini karena kami telah menyiapkan rencana keuangan sendiri khususnya untuk mempersiapkan pada musim penghujan tiba" Ujarnya. 

Disamping itu Pengalihan fungsi kawasan lahan resapan hijau yang dari mulanya kawasan hutan lindung lalu beralih fungsi menjadi kawasan pemukiman dan kawasan penginapan komersial merupakan salah satu polemik permasalahan krisis lingkungan yang menjadi faktor utama yang menyebabkan dampak bencana alam seperti banjir dan longsor yang kerap kali terjadi setiap tahun di daerah Jabodetabek. Adapun peranan anak muda dalam menghadapi krisis lingkungan tersebut antara lain ialah berpartisipasi aktif terhadap isu-isu lingkungan. 

Namun, partisipasi yang saya maksud disini bukanlah hanya sekadar mengikuti berita-berita krisis lingkungan tanpa ada tindakan nyata yang dilakukan, tetapi yang saya maksud disini generasi muda harus menjadi agent of change terhadap krisis lingkungan yang terjadi saat ini dengan cara ikut serta dalam kampanye permasalahan krisis lingkungan, berperan aktif menyebarkan isu krisis lingkungan yang terjadi di media sosial, dan tentunya menanamkan rasa peduli lingkungan dari diri sendiri terlebih dahulu agar kelak menjadi pribadi yang peduli lingkungan. Dengan demikian, hal ini akan memberikan dampak yang positif sebagai suri tauladan terhadap orang-orang di sekitarnya 

Adapun upaya-upaya yang akan saya lakukan sebagai generasi muda guna mewujudkan cita-cita saya dalam rangka mengoptimalisasikan peranan generasi muda terhadap krisis lingkungan khususnya di daerah Jabodetabek antara lain sebagai berikut :

-Program Geolocation yang akan saya laksanakan bersama tempo dan para pemuda setempat yang  memiliki tujuan utama untuk memetakan dan mendata serta melaporkan daerah resapan hijau mana saja yang telah mengalami pengalihan fungsi daerah dari yang sebelumnya daerah resapan hijau lalu beralih fungsi sebagai pemukiman atau penginapan komersial. Adapun tujuan akhir dari program geolocation ini adalah merangkum semua data-data yang berbentuk foto dan video yang diperoleh dan akan dikelola melalui program diskusi rutinan.

-Diskusi daring rutin mengenai krisis lingkungan sebelumnya
Adapun dilakukannya diskusi secara daring disebabkan karena faktor pandemi covid-19 yang dalam hal ini daerah jabodetabek masih menjadi epicentrum utama penyebaran covid-19 di Indonesia. Maka dari itu, diskusi daring merupakan solusi utama yang harus dilakukan dalam hal penghimpunan aspirasi serta pengelolaan data-data yang di dapatkan karena diskusi konvensional masih sulit dilakukan mengingat masih meningkatnya laju virus covid-19 di Jabodetabek.

Adapun mengapa diskusi harus dilakukan secara rutin ? Karena menurut saya jikalau diskusi hanya dilakukan beberapa kali saja dalam sepekan hal tersebut hanya meningkatkan euforia sesaat. Oleh karena itu, diskusi secara rutin lebih memberikan dampak yang berkepanjangan karena dilakukan terus menerus selama sepekan sehingga partisipan yang tergabung dalam diskusi tersebut akan memiliki ingatan yang tertanam terhadap permasalahan isu lingkungan tersebut.

Di samping itu, kedua program tersebut baik diskusi dan geolocation memiliki tujuan utama, yakni untuk menjadi tempo sebagai platform yang menghubungkan aspirasi masyarakat dengan menghimpun data-data yang diperoleh yang nantinya akan dipublikasikan secara umum saat diskusi pada hari ke 7 atau dalam kata lain sebagai generasi muda kita dapat menjadi penyambung lidah rakyat dikala pemerintah masih belum menjadikan rakyat prioritas utama.

VIDEO PILIHAN