Mohon tunggu...
The Sas
The Sas Mohon Tunggu... Seniman - Si Penggores Pena Sekedar Hobi

Hanya manusia biasa yang ingin mencurahkan apapun yang ada dalam isi kepala

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Tak Peduli Headline, yang Penting Nulis (Lagi)!

22 Juli 2021   01:50 Diperbarui: 22 Juli 2021   01:58 108 12 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Lima hari lalu seperti biasa aku menulis artikel tentang sepakbola di Kompasiana.  Judulnya "Menanti Timnas Italia di Piala Dunia 2022".  Hari ini ku cek lagi di profilku, dan buatku tercengang. 

Ternyata wow, yang baca (mungkin tepatnya lihat) artikelku tersebut ada 3032 pasang mata. Ku ucek-ucek mataku, jangan-jangan data itu error. Tapi koq bener.

Mungkin bagi penulis profesional angka 3032 itu sudah biasa, tapi tidak bagi penulis amatir sepertiku. Kemarin-kemarin paling tinggi yang baca artikelku 200-an orang saja aku sudah bahagia, kalo ini mah syukur alhamdulillah. Ah, lebay-kah aku? Anda cukup jawab saja: biasa aja kalee, Mas.

Apakah artikel "Menanti Timnas Italia di Piala Dunia 2022"-ku masuk headline, terpopuler, atau apalah namanya di Kompasiana hari itu? Sepertinya sih tidak.

Lalu kuketik di Google : "Bagaimana caranya agar artikel bisa headline di Kompasiana?". Kucari-cari. Ada. Tapi setelah dibaca, jawabannya justru tak memuaskanku.

Esoknya kukirim lagi artikel tak konsisten di Kompasiana. Kali ini cerpen ecek-ecek di kolom fiksi. Waduh, pembacanya cuma secuil, hee.

Merenung sebentar, muncul lagi sebuah pertanyaan yang dulu membuatku jadi bosan dan malas menggores pena: "Apa sih tujuanmu sebenarnya menulis?"

Lalu aku tersentak sadar. Aku ingat kalau dulu aku mendaftar bikin akun di Kompasiana itu biar memotivasiku agar kembali rajin nulis. Menyampaikan apa saja yang ada dalam benak dan otak kepalaku. Dan terbukti sekarang, beberapa hari saja aku tak menulis di Kompasiana seperti ada yang kurang (ah Mas, anda lagi-lagi lebay). 

Data angka pembaca, headline, atau apalah namanya itu memang seperti dua sisi uang logam . Disatu sisi dengan yang baca banyak dan masuk headdline, akan bikin bangga n memotivasi kita untuk lebih giat lagi menulis. Tapi di sisi lain, dengan jumlah pembaca yang sedikit bisa-bisa bikin penulis amatir baper dan drop, terus malas dan berhenti lagi menulis.

Ya, macam bikin konten di Youtube-lah. Jangan harap jadi Youtuber hebat, kalau belum apa-apa sudah menginginkan subscriber banyak seperti Deddy Corbuzier dan Raditya Dika. Semua perlu proses. Yang penting berkarya!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobi Selengkapnya
Lihat Hobi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan