Mohon tunggu...
Vanessa Aurel
Vanessa Aurel Mohon Tunggu... -communication studies-

HI! You can call me Aurel. I do love to learn language and culture!

Selanjutnya

Tutup

Media

Yuk, Menolak Lupa: Ini Sejarah Munculnya Jurnalisme Online di Dunia Bahkan di Indonesia!

15 September 2019   13:25 Diperbarui: 15 September 2019   13:30 0 1 0 Mohon Tunggu...
Yuk, Menolak Lupa: Ini Sejarah Munculnya Jurnalisme Online di Dunia Bahkan di Indonesia!
Jurnalisme online. Sumber: dokpri

Segala sesuatu yang ada di bumi tentu memiliki sejarahnya masing-masing, termasuk jurnalisme online. Sejarah jurnalisme online dipengaruhi oleh perkembangan internet secara global dan merambat masuk ke Indonesia.

Dilansir dari Hobbes' Internet Timeline (2018), pada tahun 1957, Amerika Serikat membentuk ARPA (Advanced Research Projects Agency). Dilanjut 1969, Departemen Pertahanan AS membentuk jaringan komputer ARPANET yang merupakan cikal bakal lahirnya Internet.

TCP (Transmission Control Program) dan IP (Internet Protocol) ditetapkan sebagai rangkaian protokol utama ARPANET pada 1982. Dari sini, muncul istilah Internet (dengan huruf i kapital), sebagai jaringan TCP/IP yang terhubung. Sedangkan internet (dengan huruf i kecil), sebagai sekumpulan jaringan yang terhubung menggunakan TCP/IP. Serupa tapi tak sama.

Lalu, pada 1990, Tim Berners-Lee (seorang Inggris) dan rekan-rekannya menemukan Hypertext Markup Language (HTML) di CERN, The European Particle Physics Laboratory. Setahun berlalu, Tim Berners-Lee juga merilis WWW (World Wide Web) yang sekarang sangat familiar jika membuka web online.

WWW. Sumber: thinglink.com
WWW. Sumber: thinglink.com

Kemunculan jurnalisme online dunia

Dengan memanfaatkan internet, satu per satu media konvensional mulai beralih ke media online. Chicago Tribune adalah media cetak yang meluncurkan situs jurnalisme online pertama di A.S tahun 1992. Pada April 2001, Chicago Online telah berisi 12.878 berita online. Tahun 1993, University of Florida meluncurkan situs jurnalisme online pertama di Florida, dan sekarang ada sekitar 200 server di dunia.

Setahun berikutnya, Palo Alto Weekly secara teratur menerbitkan berita online sebanyak dua kali seminggu dan merupakan surat kabar pertama California. Di Kanada, Halifax Daily News adalah surat kabar pertama yang terbitkan berita online. Setahun kemudian, lebih dari 150 media cetak di Amerika Utara memiliki situs berita online.

Tahun 1997-1998 adalah pertama kalinya media konvensional memecah berita utama di situs online, bukan pada edisi cetak. Banyak runtutan peristiwa yang terjadi di online, seperti munculnya laporan palsu secara online bahwa Penerbangan TWA 800 yang jatuh di Long Island tahun 1996 adalah perbuatan angkatan laut A.S. Selain itu, pada edisi eksklusif The Dallas Morning News online menuliskan bahwa Timothy McVeigh akan bertanggung jawab atas peristiwa Bom Kota Oklahoma.

Tak berujung, Januari 1998, ada laporan oleh Mark Drugde atas cerita perselingkuhan antara Presiden A.S, Bill Clinton dengan Monica Lewinsky di Gedung Putih. Peristiwa ini disebut "monicagate", disiarkan melalui internet dan menjadi perhatian publik sebagai berita nasional. September 1998, Penasihat Independen Ken Starr menyebarkan secara online tentang penyelidikan kasus politik Presiden Bill Clinton, dikenal dengan istilah Starr Report.

Memasuki tahun 2003, lahir citizen journalism atau jurnalisme warga, yakni masyarakat yang bukan wartawan turut aktif dalam kegiatan jurnalistik (mencari, mengumpulkan, dan mengolah informasi). Muncul juga Baghdad Blogger yang memikat dunia. Tahun 2005, sebagian besar media konvensional kehilangan pembaca dan pembaca media online berkembang pesat.

Online Journalism. Sumber: scribblelive.com
Online Journalism. Sumber: scribblelive.com

Jurnalisme online di Indonesia

Lahirnya jurnalisme online di Indonesia dimulai berkat perkembangan Internet dan sejumlah orang yang tertarik membangun jaringan komputer di Indonesia, seperti Rahmat M. Samik-Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu Surya, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo (AJI, 2006).

Tahun 1994, Indonet membuka jasa layanan internet komersial pertama di Indonesia. Lalu, Republika menjadi media cetak pertama yang mempunyai situs berita online, yakni Republika Online. Dua tahun berlalu, majalah Tempo yang dulunya dibredel oleh rezim Orde Baru meluncurkan situs berita online, yakni tempointeraktif.com (sekarang tempo.co). Disusul oleh koran harian Bisnis Indonesia yang juga punya situs berita online.

Tahun 1997, harian Waspada di Sumatera Utara merilis situs berita online, begitu juga dengan harian Kompas. Situs berita di atas belum berorientasi bisnis dan masih memindahkan halaman edisi cetak ke edisi online. Bedanya, tempointeraktif.com tidak lagi memiliki edisi cetak sejak dibredel dan terbit mingguan.

Tahun berikutnya, detik.com muncul sebagai media online otonom pertama tanpa media cetak yang digagas oleh empat sekawan yaitu Budiono Darsono, Yayan Sopyan, Abdul Rahman dan Didi Nugrahadi. Sapto Anggoro, jurnalis awal detik.com, menceritakan awal mula terbentuknya detik.com:

"Momen perubahan sosial politik di tahun 1998 menggerakkan Budiono untuk membuat sebuah media baru yang tidak mudah dibredel dan mampu memberikan informasi secepat mungkin tanpa harus menunggu dicetak besok pagi. Bersama tiga rekannya, ia meluncurkan detik.com dengan modal awal Rp 40 juta".

Menjelang tahun 2000, banyak situs berita online yang muncul. Situs-situs tersebut dimodali investor asing dan tidak diimbangi dengan pertumbuhan bisnis yang baik sehingga banyak tutup pada awal tahun 2002. Selepas 2003 hingga sekarang, situs-situs berita online tampil lebih maksimal dan banyak yang memperbarui format media online, seperti yang dilakukan oleh kompas.com dan tempo.co.

Singkatnya, jurnalisme online telah menjadi bagian dari sejarah masyarakat dan berjalan beriringan dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, salah satunya Internet.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x