Mohon tunggu...
Saris D Pamungki
Saris D Pamungki Mohon Tunggu... Menulis Dan Merekam Lewat Visual

Beda Tapi Tak Sama dan sendiri nyali teruji, dua kata buat penyulut semangat diri

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Untukmu, Sobatku

17 Juni 2019   01:52 Diperbarui: 17 Juni 2019   01:58 0 3 0 Mohon Tunggu...
Untukmu, Sobatku
Proses Editing Dokumenter 12 Kota 12 Karya

Sesaat setelah mendengar kabar duka darimu (12/2017), begah rasanya di ulu hati. Tak kuasa menelan cerita tentangmu kala itu. Yang kuingat, kamu tak sekedar menjadi teman, sahabat, kawan. Lebih dari itu, "separuh jiwaku" demikianlah kutaruh dirimu di ruang gerak ku di sini.

Tak percaya, sedemikian dahsyatnya riuh diskusi perihal pekerjaan, kebersamaan hingga keimanan kadang kita hadirkan, sekarang sirna seiring kepergianmu yang mendadak.

Belum cukuplah peran diri ini mampu membahagiakanmu, namun sedari kabar itu, seiring pesanmu... Tekadku justru membulat, untuk lebih bersemangat menghadapi tantangan ke depan, beda, menyatukan kebhinekaan dan keberagaman organ serta simpul sosial yang ada dalam bilik aktifitas kita se-Nusantara.

duabelaskotakarya, adalah cara diri ini mensyukuri tiap pejuang sosial yang tak henti berjuang, bertempur penuh kerelaan demi kata sejahtera di #NegeriHarapan, dengan jumlah destinasi sebanyak 12 kota.

sendirinyaliteruji, adalah penyemangat diri agar tak lelah tiap detik merekam perjalananku kali ini. Sendiri, nenteng kamera jadul-ku mengelilingi 12 kota.

ajalena, yang berarti Jangan Terlena (dalam bahasa Indonesia) atas keadaan apapun, baik itu lapang maupun sempit, tetap fokus. Bahwa, perubahan menuju perbaikan itu harus.

Dan,
Bismillah...,
Allah yang mampukan...

Amiin,
#SalamMerdeka
Untukmu, #sobatsosial yang sudah tiada..

KONTEN MENARIK LAINNYA
x
17 Juni 2019