Mohon tunggu...
 Sarie
Sarie Mohon Tunggu...

Mencintaimu adalah mencintai hidup...

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Glipang : Salah Satu dari Sekian Banyak Kearifan Lokal Negeri Ini

19 September 2013   11:58 Diperbarui: 24 Juni 2015   07:41 1733 17 12 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Glipang : Salah Satu dari Sekian Banyak Kearifan Lokal Negeri Ini
13795660591146650238

[caption id="attachment_267308" align="aligncenter" width="516" caption="Tari Glipang dalam acara pernikahan (ft. by Putri)"][/caption]

Glipang merupakan salah satu potensi Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Tarian tersebut adalah karya dari KH. Buyah sekitar tahun 1918 dengan motif sekaran-sekaran beladiri pencak silat seperti tendangan maupun tangkisan dan tari. Glipang merupakan tari kelompok yang menggambarkan kegagahan prajurit atau pemuda yang sedang latihan perang. Walaupun tarian tersebut termasuk tarian putra, tapi tidak menutup kemungkinan bisa ditarikan oleh perempuan asal bisa memenuhi pakem-pakem, kaidah-kaidah atau aturan-aturan tari putra gaya Jawa Timur.

[caption id="attachment_267309" align="aligncenter" width="516" caption="Tari Glipang dengan pola lantai yang berbeda (ft. by Putri)"]

1379566224817438240
1379566224817438240
[/caption] Iringan tari Glipang adalah ketipung lanang wadon, jedor, rebana, kecrek dan vokal pria. Pementasan diawali dengan barisnya para penari yang menggunakan busana iket, baju dan celana dengan asesoris seperti pangkat, sampur dan gongseng ( gelang kaki ).

Seperti kesenian tari lainnya, Glipang juga mengalami nasib yang sama. Dipandang sebelah mata, dianggap kuno dan seolah - olah terlindas oleh jaman. Akibatnya banyak generasi muda yang tidak lagi mengenalnya. Padahal jika ditengok ke belakang, Glipang merupakan salah satu tontonan yang digemari anak-anak sampai orang tua dalam banyak kesempatan. Namun, sampai saat ini tari Glipang masih bisa dijumpai pada acara hajatan, seperti pernikahan ataupun khitanan dengan ragam gerak dan pola lantai yang lebih tergarap.

Tari Glipang salah satu kesenian tradisional yang musti dilestarikan. Karena mengandung nilai-nilai kearifan lokal, antara lain nilai moral, nilai perjuangan, nilai hiburan, nilai religi dan estetika. Untuk mengantisipasi kendala-kendala yang ada, perlu kiranya tarian tersebut diperkenalkan kepada masyakat melalui sanggar-sanggar tari, lembaga pendidikan dan pariwisata. Supaya tarian tersebut tetap bisa dinikmati keindahannya dari waktu ke waktu.

Salam budaya...

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x