Mohon tunggu...
Sardo Sinaga
Sardo Sinaga Mohon Tunggu... Freelancer - IG: @raja_bodat

Pecinta Sejarah dan Ilmu Budaya. Pemula. Menulis Apa Saja Yang penting Tidak Melanggar Hukum.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Pernikahan, Desakan Lingkungan atau karena Cinta?

9 September 2021   13:30 Diperbarui: 9 September 2021   13:32 311
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Photo by Min An from Pexels

Bagi banyak orang, pernikahan adalah moment bahagia atas menyatunya dua insan yang berbeda. Dikeluarga saya, menikah adalah komitmen dalam keluarga. 

Saya setuju akan hal itu. Bagi saya, menikah merupakan sebuah hubungan yang komplek dalam kehidupan sosial. Ketika kita sudah menikah, kita harusnya mampu beradaptasi karakteristik pasangan dan keluarga yang akan dibina. 

Belum lagi jika mereka mempunyai anak. Saat mempunyai anak, orang tua akan melakukan apapun demi kesuksesan bagi anak mereka. Walaupun memang tidak segampang apa yang kita pikirkan. 

Disaat kita kecil, kita terus diajarkan nilai-nilai Agama, budaya, dan juga sosial. Itu diajarkan sedari kecil untuk membentuk karakteristik anak nantinya. Namun apa yang kita ajarkan diinginkan bagi anak tersebut? 

Pada saat sekolah dulu, saya diberikan saran orang tua saya untuk menjadi pendeta. Wajar saja, karena latar belakang keluarga saya sangat religius. Namun saya menolaknya dengan mentah-mentah. 

Bagaimana tidak? Saya selalu menyukai hal yang berbau duniawi. Munkin tidak semua orang menyukai cara pikir saya. 

Namun orang tua saya tetap menyarankan saya untuk tetap berdoa apapun yang terjadi, senang ataupun sulit. Mereka selalu mendengarkan apa yang saya pikirkan. Itulah kenapa saya bangga dengan mereka walaupun cara pikir dan tindakan saya selalu aneh. 

Photo by Irina Iriser from Pexels
Photo by Irina Iriser from Pexels

Ketika pada saat di gereja pada saat natal, saya disamperin salah satu kerabat. Biasalah, jika sesama orang batak sudah berkumpul, obrolan sudah pasti panjang. Namun kerabat ini menanyakan sebuah pertanyaan yang cukup familiar. 

Bere, kamu sudah punya pacar atau gimana? -ujarnya. Bere diartikan panggilan dari orang tua kepada anak yang lebih muda. Istilahnya seperti paman dan keponakan. Saya cuma diam tak mau menjawab.   

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun