Mohon tunggu...
Sarah Shafira Sandy
Sarah Shafira Sandy Mohon Tunggu... Sarah Shafira Sandy

Currently Living at Jogjakarta. 96' and Cancer Personality.

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Artikel Utama

Yogyakarta Atasi Masalah Sampah yang Klasik dengan Cara Asik

21 Februari 2017   06:28 Diperbarui: 21 Februari 2017   18:39 2234 8 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Yogyakarta Atasi Masalah Sampah yang Klasik dengan Cara Asik
Dokumentasi pribadi

Jalan Malioboro Yogjakarta baru ini mengalami perubahan tampilan signifikan, yaitu pada sisi pedestrian. Saya jadi betah jalan-jalan kaki di Malioboro. Kursinya banyak. Setiap saya ke sana, tidak pernah kebingungan mencari tempat duduk beristirahat. Saya bisa mengisi air minum di depot keran free drinking. Sudah tidak ada lagi yang namanya bingung cari tempat berteduh karena tiba-tiba hujan. Tadaaaa... Inilah Malioboro yang baru....

Diambil dari akun Instagram (at)visitjogja
Diambil dari akun Instagram (at)visitjogja
Tapi ternyata masih ada satu kesalahan fatal dalam pembangunan pedestrian ini. Malioboro adalah destinasi utama wisatawan yang datang ke Jogja, bisa dibilang kebanyakan wisatwan yang datang ke sini adalah orang Indonesia dengan berbagai segmentasi ekonomi dari menengah bawah hingga menengah atas. Seperti kita ketahui juga, orang Indonesia itu paling susah buang sampah di tempat sampah. Padahal tempat sampah begitu banyak sudah disediakan di sepanjang pedestrian Malioboro, jadilah Malioboro yang cantik nan lucu ini berubah menyedihkan karena sampah bisa nyungsep di mana saja.

Foto dari LensaNasrul
Foto dari LensaNasrul
Ya, pembangunan pedestrian ini luput atas satu hal fatal yaitu ketidak-pekaan dengan kondisi psikis wisatawan lokal terhadap membuang sampah. Terbukti dengan pictogram (simbol) di atas tempat sampah yang tidak familiar dengan wisatawan, warnanya juga menyatu dengan material tempat sampah sehingga tidak mencolok. Seringkali wisatawan bingung terhadap jenis tempat sampah lalu hanya asal memasukan sampah tanpa memerhatikan jenis peruntukannya. 

Beberapa titik di pedestrian Malioboro terdapat 4 jenis tempat sampah. Bagi banyak masyarakat Indonesia, Jangankan membedakan menjadi 4 jenis sampah, membedakan menjadi 2 saja sudah malas. Jangankan membuang sampah berdasarkan 2 jenis, bisa buang sampah di tempatnya saja sudah syukur. Karena pemerintah yang tidak peka dengan psikis masyarakat terhadap sampah, salah satu akibatnya ya wisatawan jadi buang sampah di pot pohon. :(

Dokumentasi istimewa
Dokumentasi istimewa
Sebenarnya hal ini bisa sekali diatasi. Caranya ya karena ini tempat wisata, tempat orang bersenang-senang maka solusinya adalah bikin buang sampah jadi kegiatan yang asik dan menyenangkan. Cara seperti ini pernah diterapkan di Pantai Parangtritis pada liburan Natal Desember 2016 kemarin. Adalah sebuah instalasi mengenai sampah bernama Pohon Harapan. Kenapa namanya Pohon Harapan? Jadi di situ ada beberapa botol sudah tertulis harapan-harapan yang tergantung di pohon-pohon. Wisatawan digiring untuk menyimpan sampah plastiknya kemudian memasukan ke botol yang bertuliskan harapan mereka.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
Dokumentasi prbadi
Dokumentasi prbadi
Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
Pohon Harapan dikonsep dengan memerhatikan kebutuhan serta kondisi wisatawan Pantai Parangtritis. Wisatawan Pantai Parangtritis (dan hampir seluruh wisatawan di daerah lainnya) sangat gemar berfoto. Maka konseptor menggunakan paduan visual yang sesuai dengan tempat wisata sekitar, seperti gaya font yang terkesan santai seperti di pantai, juga menggunakan warna warna heboh cerah ceria dan mencolok guna menarik perhatian dan menimbulkan rasa keingintahuan wisatawan. 

Material yang digunakan pun akrab dengan alam yaitu kayu. Di samping itu, konseptor juga menuliskan harapan-harapan yang relevan bagi kelas wisatawan yang datang di tempat wisata Pantai Parangtritis. Pantai Parantritis ramai dikunjungi oleh wisatawan keluarga (anak-anak dan orang tua), rombongan study tour, dan kelompok remaja. Maka harapan yang dituliskan di botol tersedia antara lain, "Cepet Move On", "Lulus UN", "Dapet Rejeki Nomplok", "Jalan-jalan ke Luar Negeri", "Cepet Skripsi", "Jadian Dengan Gebetan", "Balikan Sama Mantan", dan lainnya. Dengan begitu akan terjalin ikatan emosional antara wisatawan dan sampah yang ia masukkan ke dalam botol bertuliskan harapan.

Instalasi Pohon Harapan terbukti berhasil mengajak wisatawan untuk menyimpan sampah plastiknya lalu meletakkan pada tempat yang mereka kehendaki, yaitu botol berisi harapan mereka. Membuat wisatawan merasa buang sampah ditempatnya adalah hal yang menyenangkan. Ditambah lagi, Pohon Harapan ini 'instagram-able' alias jadi tempat berfoto yang oke.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
Pohon Harapan ini sifatnya temporer karena kegunaannya memang untuk memberikan terapi kepada wisatawan bahwa buang sampah pada tempatnya itu asik, kok. Jika solusi interaktif sejenis ini bisa diterapkan secara masal, bukan tidak mungkin masyarakat Indonesia bisa tertib buang sampah pada tempatnya. Juga untuk mengatasi masalah sampah, kita sebagai masyarakat biasa juga bisa bertindak, tidak harus mengandalkan pemerintah saja. Pohon Harapan merupakan konsep dan direalisasikan oleh sekelompok mahasiswa di Yogjakarta dalam rangka menyelesaikan tugas kuliah. Dokumentasi dari pelaksanaan instalasi Pohon Harapan di Pantai Parangtritis di rangkum dalam video berdurasi 3 menit di bawah ini. Selamat Hari Peduli Sampah, ya!

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x