Mohon tunggu...
Jonatan Sara
Jonatan Sara Mohon Tunggu...

isteri saya cuma satu, nggak niat nambah

Selanjutnya

Tutup

Catatan Artikel Utama

Cinta Sejati Tak Pernah Datang Terlambat

6 April 2015   11:41 Diperbarui: 17 Juni 2015   08:29 0 5 4 Mohon Tunggu...

Cinta Sejati Tak Pernah Datang Terlambat

Karena Facebook saya bertemu lagi dengan teman-teman semasa sekolah dulu, baik SMP maupun SMA. Salahsatunya dengan teman SMA saya, sebut saja Dewi (nama samaran). Duduknya di depan saya, teman Vocal Group sekaligus teman nyontek. Dewi sudah berkeluarga, memiliki 3 anak, laki-laki-perempuan. Sekalipun sama-sama tinggal di Jakarta, tapi saya tidak pernah bertemu muka, hanya tegur sapa melalui facebook saja.

Rupanya Dewi sedang mengalami masalah keuarga. Ketika pernikahannya sudah berjalan 5 tahun, belum juga dikaruniai momongan. Akhirnya pasangan ini mengadopsi anak laki-laki, katanya untuk pancingan supaya mereka punya anak. Setelah sekian waktu mengadopsi bayi dari sebuah panti asuhan, Dewi benar-benar hamil dan melahirkan 2 anak. Jadi semua ada 3 anak. Yang besar sudah 16 tahun.

Disinilah masalah muncul. Suami menghendaki anak adopsi dikembalikan ke Panti Asuhan. Dewi keberatan, karena anak tersebut sudah dianggap sebagai anak sendiri, apalagi diasuh sejak bayi. Anak adopsi inipun ditolak oleh keluarga besar papanya, termasuk eyangnya juga. Ultimatum dari suami, Dewi harus mengembalikan anak tersebut, jika tidak akan dicerai. Dewi berpegang pada pendiriannya. Akhirnya benar-benar sang suami meninggalkannya. Sekarang Dewi tinggal di kontrakan sederhana, dengan 3 anak yang masih bertumbuh remaja.

Saya inget dengan teman saya lainnya sebut saja Agus (nama samaran), sampai sekarang belum kawin juga, jomblo abadi, teman SMA juga, anak A3 (ips). Iseng ta bilang ke Dewi, mau gak kawin lagi, daripada menjanda. Gile lu….!! Gue mau lu comblangin ya…?? Awalnya Dewi ngomel ke saya, tapi ya saya ketawa aja. Dewi orangnya memang periang, ngocol, humoris, suka bercanda, saya juga.

“Inget gak sama Agus ?” Dewi gak inget, soalnya memang tidak pernah sekelas. Ya udah, ta bilang juga sama Agus, mau nggak kawin sama Dewi, janda anak 3, teman SMA dulu. Agus penasaran, akhirnya ta ketemuin sama Dewi. Biarin aja mereka yang ketemuan, say mah gak ikut-ikutan.

Dahsyat luarbiasa, Agus mau menerima Dewi !! Dari Agus saya tahu, ternyata Dewi terserang kanker payudara. Sekalipun tahu Dewi terserang kanker payudara, Agus tetap menikahi Dewi. Agus, lu memang gila, mau menerima janda dengan anak 3 plus sakit kanker payudara. Saya cuma berdoa, semoga saya nggak kecipratan dosa gegara mempertemukan Agus dengan Dewi.

Belakangan Dewi sering kontak saya melalui facebook, mengucapkan terimakasih karena sudah mempertemukan dengan Agus. Cintanya Agus cinta sejati, mau menerima keadaan fisik Dewi yang sudah tidak sempurna, menerima anak adopsi dan 2 anak kandungnya, padahal ayah kandungnya saja tidak mau menerima semua anak-anaknya. Agus menemani Dewi dalam keadaan sakit, dan akan membiayai biaya hidup ketiga anak-anaknya. Wah hebat Agus, saya salut.

Rencana minggu depan saya ke Malang, mau nengok Dewi dan Agus. Dewi mau operasi pengangkatan payudara. Kalau nunggu BPJS operasinya nunggu bulan Juli. Jadi kita teman-teman SMA pada saweran untuk bantu meringankan biaya pengobatan Dewi. Teman-teman juga tidak keberatan membantu, sudah pada kaya, ditodong malah pada senang.

Buat Agus, sekali lagi saya salut atas cintanya kepada Dewi. Dewi, tetap kuat yaaa……