Mohon tunggu...
Sarah Tsaqqofa
Sarah Tsaqqofa Mohon Tunggu...

I am Food Scientist, Market Researcher, Point Guard (basket ball), supporter (badminton), love writing and Reading =)

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Dialog Sebuah Lyra [Serial 1-4]

20 Februari 2014   16:56 Diperbarui: 24 Juni 2015   01:38 32 0 1 Mohon Tunggu...

Namaku Lyra - sebuah rasi bintang di Bimasakti, sahabatku. Aku sering bertanya pada Bimasakti, kenapa ya aku bisa ada di galaksinya.. kenapa aku tidak berada di Andromeda saja? sehingga aku tidak perlu bertemu dengannya. Bimasakti bilang, itu kehendak Tuhan. Tuhan percaya aku bisa melaluinya. Betul sih, mungkin ini ujian untukku. Aku tidak pernah bercerita pada siapa-siapa, kecuali pada Bimasakti, Andromeda dan Triangulum. Mereka boleh tau, seluruh galaksipun boleh tau. Tapi dia tidak boleh tau. Pada mereka aku percayakan rahasiaku, pada mereka aku simpan rapat-rapat perasaanku. Aku Lyra, rasi bintang biasa, meski kata manusia-manusia di Bumi aku cantik. Aku Lyra, hanya pengagum Hercules, rasi bintang tergagah sepanjang masa. Menurutku sih. Ah, mengapa mataku hanya melihat Hercules saja. Andromeda, tolong pindahkan aku ke tempatmu, aku tidak mau di Bimasakti lagi! Triangulum pernah suatu hari mengunjungiku. Katanya lupakan saja Hercules, masih ada Pegasus, Delphinus atau Cepheus. Bahkan ia mau mengenalkanku pada seluruh rasi bintang di galaksinya. Semua agar aku tidak terpaku pada Hercules. Hercules hanya mencintai Cassiopeia saja dan masih ada sejumlah rasi cantik lain yang mengelilinginya. Sebagian aku mengenalnya, Aquila, Sagitta, Phoenix, semua berharap pada Hercules. Tuhan, pindahkan aku ke Triangulum! Dear Andromeda, sampai kapan aku berada di Bimasakti? Tuhan, aku ingin pindah. Setidaknya ke Andromeda atau Triangulum. Atau Jika Engkau berkehendak, pindahkan aku ke galaksi paling jauh dari Bimasakti. Dear Bimasakti, bukan maksudku menjauhimu. Aku hanya ingin pergi dari Hercules. Aku tidak ingin lagi melihat meteor-meteor indahnya. Aku tidak ingin melihat ia berotasi bersama Cassiopeia. Maafkan aku Bimasakti.. Dear Triangulum, terima kasih telah mendengarkanku dan menyimpan rapat-rapat rahasiaku. Semoga aku bisa pergi ke tempatmu.. Sahabatmu, Lyra *** Hari ini Gabriel mendatangiku! Ia menyampaikan pesan Tuhan padaku. Doaku dikabulkan. Sebentar lagi aku akan pindah dari Bimasakti. Yeeaaay…! Ya, aku Lyra si rasi bintang Summer Triangle akan pindah dari Bimasakti! Oh Tuhan, aku tidak tau harus berkata apa. Perasaanku campur aduk. Aku senang tapi juga sedih. Aku sedih karena harus berpisah dengan sahabatku, Bimasakti. Aku senang karena pada akhirnya aku tidak akan melihat Hercules lagi. Hm… tidak, sesungguhnya aku sedih. Aku hanya berpura-pura senang. Hercules, Hercules lagi. Triangulum bahkan sudah berkali-kali muak karena aku selalu membicarakan Hercules. maaf… Satu tahun cahaya lagi, kata Gabriel. Aku, Lyra -si rasi bintang biasa- akan pindah ke galaksi lain. Kau tau galaksi mana yang aku tuju? Circinus. Oh, dimana ya Circinus itu?? Bahkan aku belum pernah mendengarnya. Tuhan itu Maha Kuasa. Dialah pemilik milyaran Galaksi. Aku hanya ciptaan-Nya yang kecil saja. Kabarnya jalan ke Circinus juga akan melewati Supernova, sang Galaksi legendaris. Wow, mungkin ini pengalaman baru bagiku -si rasi bintang biasa!- Aku pergi tidak sendiri, aku akan membawa Vega, salah satu bintang Terangku. Banyak yang kecewa siih sewaktu aku memberi pengumuman bahwa Vega akan bersamaku pergi, bersama sejumlah bintang lain dalam rasiku. Vega, penerang bumi di musim panas akan pindah ke Circinus dan menerangi bumi disana. Andromeda membantu persiapan pindahanku. Cahayanya terlihat meredup, tak secemerlang biasanya. Aku tau ia akan sedih dan merindukanku. Maaf Andromeda, aku tidak mau melihat Hercules dan Cassiopeia bersama. Aku Jahat. Aku Lyra si rasi bintang jahat. Kau boleh anggap aku seperti itu. Oh, Gabriel sudah datang dan menjemputku! Kali ini aku harus benar-benar pergi. Selamat tinggal, Bimasakti.. Selamat Datang, Circinus! *** Huff… Ternyata perjalanan dari Bimasakti ke Circinus cukup melelahkan. Jika melewati jalur biasa mungkin bisa sampai 10.000 tahun cahaya. Tapi Thanks God! Aku berangkat bersama Gabriel, malaikat utusan Tuhan. Dengan sayapnya, kami hanya perlu seperempat tahun cahaya untuk sampai ke Circinus. Gabriel menemaniku dan membantuku membawa semua bintang-bintangku!. Sampailah aku disini, Circinus, Galaksi baruku. Halloooo semuaaa.. perkenalkan, aku Lyra -si rasi bintang biasa- senang bertemu dengan kalian semua! Ehem, ehem.. aku mencoba menyapa rasi rasi bintang yang lain.. Circinus sangat dingin, ia jauh berbeda dengan Bimasakti yang hangat. Matahari pun jauh dari pusat Circinus. Gabriel memberitahuku bahwa disinilah aku akan menata bintang-bintangku. Tuhan memberiku langit dan lintasan yang sangaaaaaaattt luas. Ini karena di Circinus sangat sepii.. Jarak dari Rasi Bintang ke Rasi Bintang yang lain sangat jauh. Aku mulai kesepian. Vega -bintang Terangku- memberontak dalam genggamanku dan ingin segera keluar. Ia ingin segera bersinar di Circinus. Sabar ya Vega, aku mau menata bagaimana bentuk Lyra kembali. Karena Aku sudah bukan Summer Triangle lagi. Aku sendiri. Vega terlihat senang karena kuberikan ia lintasan yang luas dan cukup hangat. Yah setidaknya lebih hangat dari hole hole yang ada di Circinus. Baguslah. Disini aku akan memulai kehidupan baruku, tentu tanpa Hercules. Diapun tidak pernah tau bahwa aku sangat menyukainya dan menyukai iluminasinya. Dia tidak pernah tau aku menantikan hujan hujan meteornya setiap senja. Dia tidak pernah tau bahwa aku tidak ingin melihat dia berotasi bersama Cassiopeia. Dia bahkan tidak tau bahwa aku pergi. Aku Lyra, si rasi bintang bodoh. Ya, aku bodoh karena Hercules. Oke cukup, mungkin kalian juga bosan aku membicarakan tentang Hercules terus. Aku akan ganti topik. Di Malam pertama ini, ada kunjungan datang ke Rasiku. Kau tau siapa dia? Pegasus! Dia benar-benar memenuhi janjinya akan mengunjungiku. Aku senang bersahabat dengannya! Aku memiliki banyak sahabat baru di Circinus yang dingin ini. dan mungkin… aku juga akan menemukan cinta baru… mungkin… setelah aku bisa melupakan Hercules… *** Senja di Bimasakti 2013, Aku merasa ada sesuatu yang hilang di Bimasakti. Aku merasa Iluminasi Bimasakti semakin meredup. Awalnya aku tak tau mengapa, namun akhirnya aku menyadarinya. Bimasakti kehilangan satu titik Summer Triangle. Lyra, sudah pergi dari Bimasakti. Aku tidak tahu kemana Tuhan memindahkannya. Aku bahkan belum mengatakan padanya! Aku mengagumi Lyra. Aku menantikan Gemerlap Vega dan sejuta Bintang dalam rasinya yang cantik di tiap tiap senja. Aku Hercules, si rasi bintang bodoh ini belum mengatakan apapun pada Lyra, dan dia sudah pergi? ke tempat yang hanya Tuhan tau.. Ya, aku Hercules si bodoh ini terlambat untuk meraihnya. Aku bertanya pada Bimasakti tapi ia mengataiku bodoh. "Kamu bodoh, Hercules. Karena kamu Lyra pergi.." Saat kutanya mengapa, Bimasakti hanya tersenyum kecut. Mengapa? Apa salahku hingga Lyra pergi?? Sesungguhnya aku juga tidak mengerti apa yang terjadi padaku. Entah sejak kapan Lyra memenuhi pikiranku, memenuhi setiap detikku hingga bahkan aku selalu merasa berotasi bersamanya! Sungguh, aku tidak tau perasaan apa ini.  Aku tidak bicara pada siapapun. Aku pun tidak mengatakan pada dia yang membuatku seperti ini. Aku Hercules, si rasi kuat nan lemah, juga bodoh. sekali lagi kukatakan bahwa aku memang bodoh. Dan pada hari hingga aku menyadari bahwa kekagumanku pada Lyra bukanlah rasa yang biasa, ia sudah pergi.. ke tempat yang Hanya Tuhan tau.. dan aku, Hercules, hanya bisa memandangi lintasan tempatnya bersinar dahulu… >>to be continue

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x