Mohon tunggu...
sarah mustikabarokah
sarah mustikabarokah Mohon Tunggu... Ibu Rumah Tangga

Ibu Rumah Tangga

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Indonesia dengan Tri Pusat Pendidikan

25 Februari 2020   17:10 Diperbarui: 25 Februari 2020   18:17 11 0 0 Mohon Tunggu...

Pendidikan merupakan aspek kehidupan yang menjadi prioritas suatu negara untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkualitas. Kemajuan peradaban sebuah negara ditentukan oleh tingginya tingkat pendidikan rakyat. 

Keseriusan pemerintah untuk memajukan pendidikan terlihat pada besarnya anggaran pendidikan yang terdapat di Undang-undang dasar 1945 pasal 31 ayat 4 dengan ditetapkannya anggaran pendidikan sebesar 20% dari pendapatan belanja negara dan anggaran pendapatan belanja daerah untuk penyelenggaraan pendidikan nasional.

Dampak dari kebijakan tersebut yaitu adanya subsidi pendidikan terhadap pembiayaan sekolah, anggaran perbaikan sarana dan prasarana sekolah serta pemberian sertifikasi terhadap guru. 

Guru merupakan salah satu pemegang kunci keberhasilan pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu, melalui Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No 20 Tahun 2003 telah ditetapkan kualifikasi pendidikan guru adalah strata 1 (S1). Kebijakan tersebut bukan tanpa sebab, karena guru merupakan sebuah profesi yang harus dibekali keilmuan baik dari segi pedagogik, akademik, sosial dan kepribadian.

Jika kita amati, saat ini akan terjadi perombakan guru yang akan mengikuti perubahan zaman. Guru yang telah lama mengajar, merupakan produk dari hasil pembelajaran dimana teknologi belum masuk begitu cepat di Indonesia seperti saat ini. 

Penggunaan teknologi informasi tidak bisa terbendung bahkan dalam lini pendidikan. Sebagai seorang guru, keahlian dalam penggunaan media pembelajaran berbasis IT menjadi modal penting dalam menciptakan pembelajaran yang mempersiapkan anak untuk hidup di abad 21. 

Negara akan lebih banyak berharap terhada regenerasi guru yang telah mengikuti perkuliahan dan hidup di abad 21 untuk merubah paradigma pembelajaran yang berbasis teacher center  ke student center. 

Guru Indonesia memiliki catatan besar yang harus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa baik dari segi kognitif (akademik), afektif (sikap), dan psikomotorik (kemampuan gerak) menjadi lebih baik dari generasi sebelumnya.

Hasil survey PISA (Programme for International Student Assessment) oleh lembaga OECD (Organisation for Economic Cooperation and Development) yaitu studi internasional tentang prestasi literasi membaca, matematika, dan sains siswa sekolah berusia 15 tahun, pada tahun 2018 Indonesia menempati urutan 71 dari 77 negara. 

Jauh di bawah negara ASEAN lainnya yaitu Singapura di peringkat dua, Malaysia di posisi 48, Brunei posisi 53, Thailand di 60.Namun masih lebih baik dari Filipina yang berada di peringkat 76. Hasil PISA Indonesia tahun 2018 dengan nilai Membaca, Matematika, dan Sains adalah 371, 379, dan 396. Nilai ini mengalami penurunan dibanding tes di tahun 2015, di mana berturut-turut Membaca, Matematika, dan Sains kita meraih skor 397, 386, 403.

Menurunnya hasil PISA bukan hanya dititiberatkan pada pundak pemerintah maupun sekolah namun merupakan usaha bersama yang konsisten dari tripusat pendidikan sebagaiman yang digaungkan oleh Ki Hadjar Dewantara yaitu sekolah, masyarakat dan keluarga. Upaya pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia nampak dengan adanya refleksi terhadap impelentasi kurikulum yang sesuai dengan kondisi Bangsa Indonesia. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN