Mohon tunggu...
Sara ImbaisupBusiara
Sara ImbaisupBusiara Mohon Tunggu... S1 PWK UNEJ 19

Ora Et Labora

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Aspek Lain Diperlukan dalam Utang Negara, Selain Sebuah Alasan

16 Mei 2020   15:37 Diperbarui: 16 Mei 2020   16:36 51 1 0 Mohon Tunggu...

Pembangunan ekonomi merupakan tahapan proses yang mutlak dilakukan oleh suatu bangsa untuk dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan seluruh rakyat bangsa tersebut. Pembangunan ekonomi suatu negara tidak dapat hanya dilakukan dengan berbekal tekad yang membaja dari seluruh rakyatnya untuk membangun, tetapi lebih dari itu harus didukung pula oleh ketersediaan sumberdaya ekonomi, baik sumberdaya alam; sumberdaya manusia; dan sumberdaya modal, yang produktif. Dengan kata lain, tanpa adanya daya dukung yang cukup kuat dari sumberdaya ekonomi yang produktif, maka pembangunan ekonomi mustahil dapat dilaksanakan dengan baik dan memuaskan.

Sumberdana merupakan intrumen penting yang dipakai dalam bentuk pemenuhan kebutuhan suatu negara dan hal ini sangat berkaitan dengan pembangunan nasional sehngga terdapat beberapa sumber pendanaan, dapat dilihat pengklasjfikasiannya  menjadi dua bagian, yaitu  yang berasal dan dana masyarakat atau swasta dan pemerintah. 

Yang berasal dart swasta ini dapat dibagi pula menjadi swasta dalam negeri dan swasta asing, yang tefcermin dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA). Sebagai negara yang berkembang, Indonesia memanfaatkan semua sumber dana tersebut untuk mendukung perkembangan ekonomi di dalam negeri. Hal seperti ini memang sering dilakukan oleh negara-negara sedang berkembang yang salah satu karakteristiknya adalah mengalami kekurangan kapital, sehingga mereka terpaksa memanfaatkan atau berupaya mencari sumber dana dari luar.

Apakah ada aspek yang dperlu perhatikan selain alasan untuk berutang?

Utang luar negeri merupakan bentuk hubungan kerjasama antara negara debitur dengan negara kreditur dan merupakan cara yang efektif dalam menutupi defisit anggaran pemerintah dimana risiko kebangkrutan ekonomi yang ditimbulkan dari utang luar negeri relatif lebih kecil bila dibandingkan dengan pencetakan uang (seignorage) yang dapat menimbulkan inflasi (Mulyani, 1994).

Dapat dilihat faktor yang menyebabkan terjadinya pinjaman luar negeri baik faktor yang meminjam atau yang di sebut debitur  jelas alasannya untuk mencari peminjam adalah jelas, yaitu untuk menutup kekurangan dana yang dibutuhkan guna mendukung pembangunan di dalam negeri.Dengan utang luarnegeri diharapkan potensi sumberdaya yang ada bisa lebih dioptimalkan pemanfaatannya. 

Sehingga tidak dapat dilihat bahwa adanya persoalan khusus dari kegiatan ini, namun seringnya menjadi masalah adalah adanya kewajiban untuk mengembalikan di masa datang atas pinjaman tersebut, maka persoalan menjadi muncul yang berkaitan dengan kemampuan untuk membayar kembali. Hal ini memberatkan bagi negara debitur jika perolehan devisanya dari ekspor dan sumber lainnya sangat terbatas. 

Oleh sebab itu meskipun sumber dana pinjaman luar negeri cukup tersedia, negara debitor harus  tetap berupaya meningkatkan kemandiriannya denganmenggali sumber dana yang ada di daiam negerinya. Sedangkan bagi pemberi pinjaman atau kreditor memilki alasan. Yang pertama adalah alasan ekonomi, yakni memperoleh keuntungan dari pemberian pinjaman tersebut, bentuk keuntungan ini didapatkan dari bunga yang diperoleh dari hasil pemberian utang. Kedua, alasan politik yang berkaitan dengan meningkatnya ketergantungan politis denganberbagai konsekuensinya negara peminjam atau debitur pada kreditor. Selain kedua alasan tersebut ada juga alasan ketiga  yakni  berkaitan dengan factor kemanusiaan dan moral.

Indonesia adalah salah satu Negara berkembang yang ada di benua Asia, yang masuk dalam pengelompokan negara  Asia Tenggara atau sebutannya ASEAN. Indonesia sebagai Negara berkembang masih sangat membutukan banyak pembangunan, tidak hanya Negara berkembang seperti Indonesia bahkan negara maju yang ada diberbagai benua yang ada didunia ini masih terus melakukan pembangunannya yang tidak pernah berhenti , hal ini sebagai bentuk pencapaian atau pemenuhan kebutuhan negara tersebut untuk bentuk kesejahteraan negara tersebut. 

Perlu diketahui dalam memenuhi semua kebutuhan dengan tujuan kesejahteraan, suatu negara pastinya memerlukan suatu intrumen atau alat pemenuhannya yaitu uang atau dana pembiayaan yang dibutuhkan dalam pemenuhan kebutuhan masing-masing negara, sehingga banyak cara yang dilakukan oleh setiap negara agar bisa memenuhi kebutuhannya secara khusus bagaiman suatu negara itu dapat menghasilkan alat pembiayaan pemenuhan kebutuhan itu yang berupa uang. Salah satu cara yang dipakai yaitu melakukan pinjaman luar negeri atau utang negara.    

Dalam sejarahnya negara Indonesia telah melakukan pinjaman luar negeri atau telah berutang sejak pemerintahan Orde Lama dan semakin besar pinjaman luar negeri yang dilakukan yaitu pada pemerintahan Orde lama hal ini memang sangat terlihat. Pinjaman luar negeri yang dilakukan  sangat jelas tujuan atau alasannya untuk meningkatkan pembangunan karena  pada masa itu Indonesia memang baru saja mengalami peralihan dari masa-masa pemerintahan setelah merdeka. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN