Mohon tunggu...
Wahyu Saputra
Wahyu Saputra Mohon Tunggu... Penulis di saputrawhy.com

Mencoba sedikit salah | Penulis buku The Missing Point (EA Books, 2021)

Selanjutnya

Tutup

Worklife Artikel Utama

Sunk Cost Fallacy, Ketika Masa Lalu Memperburuk Keputusanmu

22 Juli 2021   10:59 Diperbarui: 25 Juli 2021   05:30 461 7 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sunk Cost Fallacy, Ketika Masa Lalu Memperburuk Keputusanmu
Ilustrasi oleh Karim MANJRA/Unsplash   

Setelah mengatakan bahwa memiliki iPhone adalah hal yang memalukan, Stephen Elop yang saat itu merupakan CEO Nokia, mengambil dan melempar iPhone milik Hjallis Harkimo, pemandu acara talk show Finlandia.

Tidak bisa dipungkiri bahwa perusahaan telekomunikasi asal Finlandia itu sempat merangkak ke posisi pertama sebagai merek ponsel terbesar di dunia setelah menggeser Motorola di tahun 1998. Sejarah yang diiringi pencapaian kemudian dicatat.

Dalam waktu yang relatif singkat, kejayaan Nokia meroket. Di tahun 1999, 2000, dan 2002, Nokia berhasil menorehkan angka fantastis dalam laporan penjualan mereka. 

Puncaknya di tahun 2003, Nokia memecahkan rekor perusahaan dan menduduki peringkat pertama sebagai ponsel paling laris di dunia karena berhasil menjual sebanyak lebih dari 250 juta unit hanya melalui Nokia 1100.

Semua berjalan lancar. Semua berjalan menguntungkan. Hingga di belahan sisi dunia lain, Apple menyiapkan senjata untuk bertempur dalam wilayah yang sama. 

Bersama Steve Jobs, Apple memperkenalkan iPhone pertama di tahun 2007. “iPhone adalah produk revolusioner dan ajaib yang secara harfiah lima tahun lebih cepat dari ponsel lainnya”, kata Steve Jobs, CEO Apple. 

“Kita semua dilahirkan dengan perangkat penunjuk terbaik—jari kita—dan iPhone menggunakannya untuk menciptakan antarmuka pengguna yang paling revolusioner sejak mouse.”

Gebrakan baru itu melahirkan kontradiksi yang sangat jelas. Di saat perusahaan-perusahaan besar lain masih berkutat dengan layar kecil dan papan ketik, Apple menawarkan desain baru dengan sistem operasi yang lebih dinamis, iOS. 

Tentu saja, tidak semua orang menerimanya. CEO Microsoft saat itu, Steve Ballmer, bahkan mengatakan tanpa ragu bahwa iPhone “tidak memiliki peluang” untuk mengambil alih pasar smartphone.

Elop memiliki narasi pikiran yang sama. Baginya, iPhone tidak akan menggeser posisi Nokia. Dengan keyakinan yang tinggi, Nokia akan tetap bisa bertahan dengan sistem operasinya, Symbian. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
VIDEO PILIHAN