Mohon tunggu...
Wahyu Saputra
Wahyu Saputra Mohon Tunggu... Freelancer - Penulis di saputrawhy.com

Mencoba sedikit salah | Penulis buku The Missing Point (EA Books, 2021)

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Catatan Akhir 2020: Konspirasi, Sains, dan Hubungan Kita

14 Desember 2020   13:39 Diperbarui: 14 Desember 2020   13:45 305 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Catatan Akhir 2020: Konspirasi, Sains, dan Hubungan Kita
Ilustrasi (Markus Winkler/Pexels)

2020 sudah di penghujung usianya. Deretan cerita yang terekam dalam durasi satu tahun ini hanya membuat kita sadar bahwa 2020 bukanlah tahun yang mudah. 

Terlebih lagi ketika virus mengambil panggungnya, alur kehidupan mendadak berubah. Mulai dari kita yang bersosialisasi secara berjarak, pelajar yang menjemput pendidikan secara berjauhan, hingga pelaku usaha yang jika tidak bisa bertahan dengan inovasi baru, menutup bisnis jauh lebih masuk akal untuk menghadapi kegagalan pasar.

Memang, fokus kita sama-sama terbagi, pergerakan kita sama-sama terbatas, tetapi kesenjangan itu masih tetap dalam posisinya. Mereka yang berada dalam tingkat atas hierarki sosial lebih mudah mendapatkan akses untuk memenuhi kebutuhan diri, dan mereka yang di bawah harus menghadapi kerasnya realitas, bertarung dengan dilema yang dihadapinya.

Di lain sisi, perusahaan media tetap hidup dalam nafas panjangnya dengan tenang karena semakin banyak peristiwa di luar kebiasaan terjadi, semakin lebar tempat penyimpanan uang yang harus dipersiapkan. Di momen itu, kualitas berita menjadi nomor sekian. Headline yang memancing emosi menjadi langkah yang lebih vital untuk mendapatkan jumlah klik sebanyak mungkin.

Namun, kita tidak perlu mengutuk mereka mengingat perannya dalam menunjukkan potongan realitas lain yang tidak kita ketahui—apa pun cara yang diambil—dan menjadi tambahan pilihan yang bisa kita konsumsi. Kemudahan dalam mengakses informasi tersebut akhirnya membentuk realitas tersendiri: membuka ruang bagi setiap individu dalam mengkreasikan pola yang diinginkan.

Bisa kita tebak, persilangan pandangan tentang virus mahkota menjadi hal yang tidak bisa dihindari. Kesatuan dalam bentuk manusia terbagi dalam bentuk kiblat informasi yang berbeda. Yang paling mencolok, beberapa mendasarkannya pada sains, dan beberapa yang lain mendasarkannya pada konspirasi.

Ini bukan lagi menjadi hal yang aneh karena setiap individu yang sehat akan menggunakan nalarnya untuk membuat sebuah kejadian menjadi masuk akal dengan memadukan realitas, informasi, dan kepercayaan yang dimilikinya. Apa pun cara yang dilakukan, tujuannya hanya satu: mematikan keraguan.

Lalu, apa pentingnya bagi diri kita untuk menghilangkan keraguan? Jawabannya jelas: Keraguan membuat kita terjebak dalam pikiran tak berujung dan terbatas dalam mengambil tindakan. Hanya ketika kita bisa mematikannya, kelancaran jalannya hidup bisa terjadi.

Hal itulah yang akhirnya menuntun manusia untuk selalu mencari kebenaran. Sayangnya, perbedaan kebutuhan, kualitas pola asuh, dorongan lingkungan, dan faktor berpengaruh lain yang membentuk siapa diri kita menyebabkan terjadinya polarisasi: Beberapa di antara kita bertujuan untuk mendapatkan kebenaran diri, dan beberapa yang lain bertujuan untuk mendapatkan kebenaran tentang apa yang terjadi.

Itu dua hal yang berbeda. Individu pertama menutup diri untuk menerima pembaruan karena menganggap kebenaran yang dimiliki adalah sesuatu yang final dan mengakui dirinya salah adalah tanda kebodohan yang bisa merusak reputasi. Sedangkan individu kedua tidak takut dengan cap buruk apa pun, sangat bersedia mengubah kebenaran yang dibawanya jika itu memang terbukti salah, karena prioritasnya adalah pikiran terstruktur agar bisa membangun kehidupan yang optimal.

Untuk sementara waktu, mari kita letakkan kotak kebenaran kita masing-masing sebagai langkah untuk melihat sisi lain yang mungkin terlewatkan.

Konspirasi dan Kehidupannya

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN