Mohon tunggu...
Wahyu Saputra
Wahyu Saputra Mohon Tunggu... Freelancer - Penulis di saputrawhy.com

Mencoba sedikit salah | Penulis buku The Missing Point (EA Books, 2021)

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Menilai Orang Lain adalah Alat Merapuhkan Diri

8 Desember 2020   19:19 Diperbarui: 9 Desember 2020   20:31 971 14 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menilai Orang Lain adalah Alat Merapuhkan Diri
Ilustrasi (Adi Goldstein/Unsplash)

Bayangkan kamu sedang berada di Tunisia dan melihat rumah setengah jadi. Jika kamu mengambil referensi lingkunganmu, mungkin kamu akan menilai bahwa orang Tunisia sangat tidak teratur, atau mereka memiliki cara pengelolaan uang yang tidak baik.

Kita lupa bahwa kita tidak bisa menggeneralisasi kehidupan mereka seperti kehidupan di lingkungan kita. Selain itu, penilaian kita tentang mereka salah karena kesimpulan yang kita buat terbentuk hanya dari sepotong fakta yang tidak bisa menggambarkan cerita utuhnya.

Untuk melihat sisi yang terlewatkan, kita harus menyelami cerita yang lebih luas.

Salah satu rumah di Tunisia (gapminder.org)
Salah satu rumah di Tunisia (gapminder.org)
Dalam bukunya yang berjudul Factfulness, Hans Rosling tidak membagi dunia ini menjadi dua kelompok---negara maju dan negara berkembang. 

Dia membaginya ke dalam 4 level penghasilan di mana level 1 adalah orang-orang miskin, dan level 4 adalah orang-orang yang sangat berkecukupan. Dan, kebanyakan orang di dunia ini berada di tengah-tengahnya.

Pada level 2 dan 3, sebuah keluarga sering kali tidak memiliki akses ke bank untuk meminjam atau menyimpan uang mereka.

Itulah yang terjadi pada keluarga Salhi, penghuni rumah di atas tadi. Kesulitan mereka untuk menyimpan uang di bank membuat mereka harus mencari jalan lain. 

Menyimpan uang mereka di rumah? Itu hanya meningkatkan risiko dicuri. Terlebih lagi, nilainya juga semakin turun karena adanya inflasi.

4 Tingkat Pendapatan (propelfoundation.community)
4 Tingkat Pendapatan (propelfoundation.community)
Solusi yang lebih baik? Keluarga Salhi menyimpan uang mereka dalam bentuk batu bata. Memang, nilainya tidak akan turun, tetapi risiko untuk dicuri masih saja tetap ada, bukan?

Untuk menghilangkan dua risiko tersebut, mereka akhirnya menggunakan batu bata yang mereka beli untuk merenovasi rumahnya. Dengan cara seperti itu, batu bata mereka tidak akan bisa dicuri dan nilainya tidak akan mengalami penurunan. Rumah mereka juga menjadi semakin baik jika mereka terus melakukannya selama 10 atau 15 tahun ke depan.

Dari sini, kita sadar bahwa cara berpikir mereka dalam menyimpan uang telah mematahkan gambaran kita. Ternyata, di balik rumah yang setengah jadi ada hal yang tidak pernah terpikirkan oleh kita.

Dua Hal yang Mendasari Penilaian

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x