Mohon tunggu...
Sanya Khaerunnisa
Sanya Khaerunnisa Mohon Tunggu... Undergraduate student in department of Biology, Faculty of Mathematics and Science, Universitas Indonesia

Doing research on Stem Cell and Tissue Engineering

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Biologi Laut: Kulit Belut sebagai Biomaterial pada Perbaikan Jaringan dan Organ Manusia

3 Desember 2019   21:07 Diperbarui: 3 Desember 2019   21:16 0 1 0 Mohon Tunggu...
Biologi Laut: Kulit Belut sebagai Biomaterial pada Perbaikan Jaringan dan Organ Manusia
Sumber gambar: BBC

Laut menawarkan sumber mata pencaharian dan sumber daya yang berlimpah pada manusia. Pemanfaatan sumber daya laut saat ini menjadi fokus pada bidang bioteknologi untuk penemuan obat-obatan dan bahan biomaterial.

Sebagai salah satu sumber daya laut yang berlimpah, dari sekitar 70% ikan laut yang diproses baik pada tingkat industri rumah tangga dan industri besar, dihasilkan sekitar  20%--80% limbah. Limbah ini umumnya terdiri dari kulit, kepala, ekor, usus, dan sirip yang dibuang di darat dekat pelabuhan dan di laut. 

Penumpukan limbah ini berpotensi mengurangi kadar oksigen air laut akibat aktivitas bakteri aerob serta memicu permasalahan lingkungan laut lain yang dapat meningkatkan laju kematian organisme laut.

Di antara limbah-limbah tersebut, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Mahboob, seorang profesor zoology di universitas King Saud, Arab Saudi  pada tahun 2014 membuktikan bahwa kulit ikan diketahui memiliki nilai gizi yang besar dan kaya akan sumber kolagen.

Kolagen merupakan salah satu jenis protein yang berperan penting dalam menjaga integritas struktural, pemberian tekstur dan bentuk serta fleksibilitas perkembangan jaringan.

Belut merupakan salah satu jenis ikan yang terdistribusi sangat luas, murah, dan mudah ditemukan. Kulit belut yang selama ini dianggap sebagai limbah dan salah satu sumber polusi pada lingkungan laut ternyata berpotesi sebagai biomaterial pada aplikasi biomedis teknik jaringan.

Terdapat sekitar 4.2--4.7% kolagen yang terkandung pada kulit belut laut. Perkembangan biomaterial laut ini semakin diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh Govindharaj, seorang ahli teknik biomedis, Institut Teknologi Hyderabad, India pada tahun 2019, penelitian membuktikan bahwa kolagen yang berasal dari kulit belut laut dapat digunakan dalam perbaikan dan penggantian jaringan atau organ yang rusak.

Penggunaan sumber kolagen yang berasal dari kulit belut terbukti lebih mudah dilakukan dan memiliki risiko perlawanan sistem imun serta komplikasi pada manusia yang jauh lebih rendah. Teknologi 3D scaffold yang berasal dari kulit belut dapat meningkatkan pelekatan dan ploriferasi (perbanyakan) sel serta menunjukkan kemampuan biokompatibilitas yang sangat baik.

Pendekatan ini dapat mengatasi kemahalan dan risiko penyakit patologi dari kolagen yang berasal dari hewan darat seperti babi dan sapi. Penggunaan bahan  laut sebagai sumber biomaterial diharapkan dapat membuka peluang industri baru dalam pertumbuhan bioekonomi, mengurangi polusi laut, serta membantu memperbaiki peningkatan masalah kegagalan organ atau jaringan pada bidang kedokteran.

Daftar Pustaka

Govindharaj, M., U. K. Roopavath, & S. N. Rath. 2019. Valorization of discarded Marine Eel fish skin for collagen extraction as a 3D printable blue biomaterial for tissue engineering. Journal of Cleaner Production 230: 412--419

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x